Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Tim Promosi yang Bertahan di EPL dalam 5 Musim Terakhir

6 Tim Promosi yang Bertahan di EPL dalam 5 Musim Terakhir
ilustrasi logo Sunderland (pixabay.com/Pyxis-Web-Solutions)
Intinya Sih
  • Sunderland dan Leeds United sukses bertahan di Premier League 2025/2026, menandai pencapaian langka bagi tim promosi di tengah ketatnya persaingan papan bawah liga.
  • Dalam lima musim terakhir, Brentford, Fulham, Bournemouth, dan Nottingham Forest juga berhasil mempertahankan status mereka di kasta tertinggi setelah promosi dari Championship.
  • Burnley menjadi satu-satunya tim promosi yang gagal bertahan pada periode tersebut, terdegradasi kembali ke Championship meski sebelumnya juara dengan 100 poin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sunderland dan Leeds United memastikan bertahan di English Premier League musim mendatang. Setelah musim 2025/2026 berakhir, kedua tim ini mampu kompetitif sehingga terhindar dari degradasi. Sebagai tim promosi, ini menjadi pencapaian gemilang. 

Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi tim promosi yang langsung terdegradasi setelah naik kasta dalam beberapa musim terakhir. Premier League menunjukkan persaingan yang semakin ketat. Bukan hanya perebutan juara, tetapi juga tim-tim di papan bawah agar tidak terdegradasi. 

Bagi tim-tim promosi, banyak yang kesulitan sehingga gagal bertahan di kasta teratas Liga Inggris. Dalam 5 musim terakhir, Sunderland dan Leeds United menjadi tim promosi terbaru yang bertahan di Premier League.

1. Sejak promosi pada 2021/2022, Brentford konsisten bersaing di Premier League

Brentford menjejakkan kaki di kasta teratas Liga Inggris untuk pertama kalinya pada 2021/2022. The Bees promosi ke Premier League setelah memenangi laga play-off EFL Championship 2020/2021. Pada partai final, Brentford menang 2-0 atas Swansea City. Thomas Frank merupakan pelatih yang membawa Brentford promosi. 

Pada musim tersebut, Brentford tampil menjanjikan. Mereka cukup mampu bersaing setelah mengakhiri musim di peringkat 13 dengan torehan 46 poin. Dari 38 pertandingan, Brentford mencatatkan 13 kemenangan, 7 keimbangan, dan 18 kekalahan. Dengan performa tersebut, Brentford mampu bertahan di Premier League hingga saat ini. 

Sejak musim panas 2025, Brentford ditangani Keith Andrews sepeninggal Thomas Frank. Pada musim debut sang pelatih, Brentford finis di posisi sembilan Premier League 2025/2026. Performa tim cukup mengesankan dengan mengumpulkan 53 poin. Dari 38 pertandingan, Brentford mencatatkan 14 kali menang, 11 kali imbang, dan 13 kali kalah.

2. Fulham promosi sebagai juara Championship 2021/2022 dan bertahan hingga kini

Fulham kembali ke Premier League 2022/2023 setelah semusim berada di Championship. Bersama Marco Silva, Fulham promosi dengan status juara pada 2021/2022. Pada musim tersebut, Fulham finis di peringkat sepuluh. Dari 38 pertandingan, Fulham mengumpulkan 52 poin. Fulham mampu membuat 15 kemenangan, 7 keimbangan, dan 16 kekalahan. 

Hingga saat ini, Fulham masih konsisten bersaing di Premier League dengan pelatih yang sama. Kendati memiliki performa yang naik turun, tim ibu kota mampu mempertahankan posisinya di kasta teratas Liga Inggris. Pada musim 2025/2026, Fulham mengakhiri kompetisi dengan menempati peringkat sebelas dengan mengumpulkan 52 poin.

3. Promosi pada 2022/2023, Bournemouth menjelma sebagai kekuatan baru di Premier League

Bournemouth kembali bermain di Premier League pada 2022/2023. Sebelumnya, Bournemouth berhasil promosi setelah menempati peringkat kedua Championship 2021/2022 di bawah Fulham yang juara. Bournemouth promosi berkat arahan Scott Parker sebagai pelatih. 

Namun, Parker dan Bournemouth berpisah pada musim panas 2022. Gary O’Neil kemudian ditunjuk sebagai suksesor dan membawa Bournemouth bertahan di Premier League 2022/2023. Bournemouth berhasil mengakhiri musim di peringkat 15, dengan total mengumpulkan 39 poin, hasil dari 11 kemenangan, 6 keimbangan, dan 21 kekalahan.

Sejak 2023, Bournemouth dilatih Andoni Iraola. Juru taktik asal Spanyol ini membawa Bournemouth menjadi penantang serius di Premier League. Pada 2025/2026, ia mengantarkan Bournemouth lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya. Bournemouth finis di posisi keenam dengan 57 poin. Sayangnya, Iraola memutuskan hengkang dari Bournemouth pada musim panas 2026. Marco Rose bakal mengambil alih kursi pelatih mulai musim 2026/2027.

4. Sempat kesulitan pada musim promosi 2022/2023, Nottingham Forest tetap bertahan

Nottingham Forest naik kasta ke Premier League pada 2022/2023. Berbeda dengan Fulham dan Bournemouth yang lolos otomatis, Nottingham Forest promosi setelah menang play-off. Kala itu, tim besutan Steve Cooper menang 1-0 atas Huddersfield Town.

Di Premier League 2022/2023, Nottingham Forest menjadi sorotan sebab belanja besar-besaran. Meski begitu, usaha ini berhasil membuat Nottingham Forest bertahan. Nottingham Forest susah payah finis di posisi 16 dengan torehan 38 poin. 

Pada 2025/2026, Nottingham Forest mengalami gejolak internal hingga mengganti tiga pelatih. Mulai dari Nuno Espirito Santo, Ange Postecoglou, dan Sean Dyche. Beruntungnya, mereka bisa bertahan bersama Vitor Pereira. Nottingham Forest memastikan masih berkompetisi di Premier League setelah musim ini berada di peringkat 16 dengan koleksi 44 poin.

5. Sunderland mampu bersaing di Premier League 2025/2026 setelah 8 tahun absen

Sunderland menjadi tim promosi yang berhasil bertahan di Premier League. Setelah absen 8 tahun, Sunderland kembali ke kasta teratas berkat kemenangan 2-1 kontra Sheffield United di play-off Championship 2024/2025. Di bawah asuhan Regis Le Bris, Sunderland mampu bersaing.

Pada awal musim 2025/2026, Sunderland menghadirkan kejutan dengan menghuni papan atas. Granit Xhaka dan kolega bahkan sempat bersaing memperebutkan empat besar. Namun, Sunderland pada akhirnya finis di posisi ketujuh dengan 54 poin. Berstatus tim promosi, Sunderland langsung lolos ke Liga Europa musim mendatang. 

Kiprah Sunderland terbilang luar biasa sebagai tim promosi. Dengan banyak wajah baru di dalam skuad, Le Bris mampu menyatukan kekompakan tim untuk kompetitif di Premier League 2025/2026. Berkat performa yang ditunjukkan sepanjang musim, Sunderland bisa finis di zona Eropa. Dari 38 laga di Premier League, Sunderland mengantongi 14 kemenangan, 12 keimbangan, dan 12 kekalahan. Ini menjadi pencapaian mengejutkan bagi tim promosi.

6. Berstatus juara Championship 2024/2025, Leeds United juga bertahan meski sempat kesulitan

Leeds United kembali ke Premier League 2025/2026 sebagai juara Championship 2024/2025. Bersama Daniel Farke, Leeds naik ke kasta teratas Liga Inggris dengan torehan 100 poin. Hasil tersebut membawa optimisme tersendiri untuk bisa kompetitif. 

Sayangnya, Leeds mengalami kesulitan di sepanjang musim. Pada awal musim, Leeds hanya mengantongi 3 kemenangan dari 13 laga. Beruntungnya, mereka mampu bangkit pada paruh kedua. Secara perlahan, Leeds menjauh dari zona degradasi dan memastikan bertahan pada pekan ke-35. Musim ini, Leeds finis di posisi 14 dengan 37 poin. 

Sunderland dan Leeds membuktikan tim promosi bisa bersaing untuk bertahan di Premier League. Namun, Burnley mengalami nasib berbeda. Meski promosi dengan catatan 100 poin, mereka tak mampu berbicara banyak dengan finis ke-19 dengan hasil 19 poin. Burnley harus turun kasta lagi dengan berkompetisi di Championship pada 2026/2027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More