Alasan Persija Gagal Juara Musim Ini: Tak Ada Sosok Macam Marko Simic

- Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, menilai kegagalan juara musim ini disebabkan absennya penyerang tajam seperti Marko Simic yang mampu menjadi penyelesai akhir di lini depan.
- Ardhi menyebut skuad Persija musim ini lebih solid dibanding 2018, dengan materi pemain lebih baik dan jumlah kemenangan yang juga meningkat meski tanpa sosok goal getter.
- Persija mencatat 68 poin dan 62 gol dari 33 laga, rekor tertinggi klub di era Liga 1 dan Super League sejak 2017, namun gagal juara akibat kehilangan poin di laga krusial.
Jakarta, IDN Times - Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, menyebut ada satu alasan kenapa 'Macan Kemayoran' gagal jadi juara musim ini. Tim asal Jakarta itu tak memiliki penyerang mumpuni macam Marko Simic.
"Saya rasa kita tidak punya goal getter seperti zaman dahulu ada Marko Simic. Di sini kita tidak punya goal getter. Jadi, bola itu sudah sampai depan untuk mencetak golnya susah," kata Ardhi di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
1. Skuad lebih baik ketimbang 2018

Meski tak memiliki goal getter ciamik, Ardhi menyebut dari segi skuad, tim Persija musim ini lebih bagus ketimbang 2018. Selain itu, musim ini Persija juga lebih sering meraih kemenangan.
"Kalau saya rasa lebih baik dari saya di 2018. Karena dari materi pemain, kemudian di pertandingan kita lebih banyak menang juga daripada tahun 2018," ujar Ardhi.
2. Persija akan berjuang sampai akhir musim

Kendati gelar musim ini sudah lepas dari genggaman, Ardhi mengaku Persija akan terus berjuang sampai akhir musim. Sudah ada Semen Padang yang menanti dalam laga pamungkas Super League 2025/26 di Jakarta.
"Kalau bagi saya, tim mau tim papan bawah, papan atas, sama saja. Semuanya mempunyai kekuatan juga pastinya kan. Jadi kita tetap maksimal lah (di laga lawan Semen Padang)," ujar Ardhi.
3. Torehan Persija musim ini

Sampai pekan 33, Persija sejatinya jadi salah satu tim yang mengilap. Mereka menorehkan 68 poin dari 33 laga, dan catatan ini menjadi rekor poin tertinggi bagi Persija di era Liga 1 dan Super League sejak 2017.
Persija menorehkan 62 gol dan kebobolan 29 kali dari 33 laga Super League musim ini. Mereka sebenarnya sempat berpeluang juara, tetapi acap terpeleset dalam laga-laga krusial, termasuk dalam dua pertemuan lawan Persib.


















