Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alex Rins Tolak Rider Cadangan MotoGP 2027, Soroti Dampaknya

Alex Rins Tolak Rider Cadangan MotoGP 2027, Soroti Dampaknya
Pebalap MotoGP asal Spanyol, Alex Rins, yang memperkuat tim Monster Energy Yamaha MotoGP, menyapa para penggemar saat acara peluncuran MotoGP di Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur, 7 Februari 2026. (Foto: AFP/Mohd Rasfan)
Intinya Sih
  • Alex Rins secara tegas menolak wacana pembalap cadangan permanen di MotoGP 2027 karena dianggap merugikan dan tidak menarik baginya.
  • Rins menilai belum ada urgensi untuk menerapkan sistem rider cadangan, mengingat pengalaman pribadinya saat cedera sudah cukup berat tanpa harus menunggu tanpa kepastian.
  • Ia menilai konsep ini bisa memicu frustrasi dan tekanan mental bagi pembalap, sementara pihak tim seperti Ducati juga meragukan efektivitas sistem tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wacana penerapan pembalap cadangan permanen di MotoGP 2027 mulai menuai penolakan. Pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, menjadi salah satu yang bersuara tegas menentang rencana tersebut.

Rins menilai sistem rider cadangan MotoGP berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi pembalap. Ia bahkan menyatakan tidak tertarik mengambil peran tersebut jika benar diterapkan di masa depan.

Gagasan ini mencuat setelah Liberty Media berdiskusi dengan Motorcycle Sports Manufacturers Association (MSMA). Mereka ingin setiap pabrikan memiliki satu atau dua pembalap cadangan tetap, seperti sistem di Formula 1.

Selama ini, tim MotoGP memang memiliki test rider. Namun, peran mereka lebih fokus pada pengembangan motor, bukan sebagai pelapis utama di setiap seri balapan.

1. Pembalap yang berrpotensi terdepak di MotoGP diwacanakan jadi rider cadangan

Di tengah wacana ini, muncul ide menjadikan pembalap yang terancam kehilangan kursi sebagai rider cadangan. Nama Alex Rins pun ikut dikaitkan dalam skenario tersebut.

Rins menegaskan sikapnya secara terbuka. Ia tidak tertarik menjadi pembalap cadangan MotoGP, apa pun situasinya.

“Saya tidak akan melakukannya, karena itu berarti harus jauh dari rumah pada hari yang sama dengan pembalap reguler, tetapi menyadari hal yang normal adalah Anda tidak naik motor,” ujar Rins, dikutip Autosport.

2. Alex Rins belum meihat urgensi soal pembalap cadangan

Namun, Alex Rins menilai belum melihat urgensi dari rencana tersebut.

“Saya belum pernah dengar usulan memperkenalkan rider pengganti. Bahkan, saya tak tahu hal itu ada di F1,” kata kata pembapal berpasor Spanyol itu..

Pengalaman pribadi menjadi alasan utama penolakannya. Rins pernah datang ke balapan dalam kondisi cedera dan tidak bisa turun lintasan.

“Sebagai pembalap, saya pernah menghadiri beberapa Grand Prix dengan mengetahui saya tidak akan balapan karena cedera. Dan itu sangat sulit bagi saya,” bebernya.

3. Sistem yang bisa membuat pembalap frustrasi

Menurut Rins, konsep rider cadangan justru berpotensi menimbulkan frustrasi bagi pembalap.

“Jika akhirnya diterapkan, itu bisa sangat sulit bagi orang yang harus bepergian, dan harus menunggu sepanjang akhir pekan,” kata pembalap berusia 30 tahun itu..

Ia menilai sistem ini bisa mengubah dinamika karier pembalap MotoGP. Rider cadangan harus tetap mengikuti seluruh seri, tetapi tanpa jaminan tampil di lintasan.

Kondisi tersebut dinilai tidak ideal, baik secara mental maupun profesional. Pembalap akan berada dalam tekanan tanpa kepastian peran yang jelas.

Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, turut juga ragu dengan usulan tersebut. Ia menilai sulit menemukan pembalap dengan level kompetitif setara rider utama sepanjang musim.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More