Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Brasil Bukan Favorit di Piala Dunia 2026, Bruno Guimaraes Jawab Santai

Brasil Bukan Favorit di Piala Dunia 2026, Bruno Guimaraes Jawab Santai
potret jersey Timnas Brasil (pexels.com/Lucas Andrade)
Intinya Sih
  • Brasil menghadapi Piala Dunia 2026 tanpa status favorit, namun tetap membawa skuad penuh bintang dan menjaga ketenangan menghadapi tekanan publik.
  • Bruno Guimaraes menegaskan bahwa menjadi favorit tidak menjamin kemenangan karena turnamen besar selalu penuh kejutan dan tekanan tinggi.
  • Skuad Brasil memilih fokus pada performa di setiap laga, mengabaikan label favorit demi membangun konsistensi permainan sejak fase grup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tim Nasional Brasil bersiap tampil di Piala Dunia 2026 dengan status yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Selecao tidak lagi masuk jajaran utama favorit juara.

Kondisi ini memunculkan banyak sorotan, terutama karena Brasil dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola dunia dengan lima gelar juara Piala Dunia. Namun, menjelang turnamen yang akan digelar pada 12 Juni-19 Juli 2026, mereka memilih merespons situasi ini dengan tenang.

Meski tidak difavoritkan, Brasil tetap membawa kekuatan penuh. Nama-nama seperti Vinicius Junior, Casemiro, Alisson Becker, Marquinhos, hingga Matheus Cunha diproyeksikan menjadi pilar utama dalam misi mengakhiri puasa gelar sejak 2002.

Di tengah perubahan peta kekuatan sepak bola dunia yang kini juga dikuasai Spanyol, Prancis, Portugal, dan Argentina, Brasil mencoba menjaga fokus tanpa terpengaruh label favorit atau bukan favorit.

1. Brasil tetap tim besar walau bukan dianggap unggulan

Gelandang Brasil, Bruno Guimaraes, menegaskan status non-favorit tidak mengubah identitas Brasil sebagai salah satu tim besar dunia.

“Brasil adalah salah satu favorit di setiap kompetisi yang diikutinya. Tidak ada tim lain yang memiliki lima bintang di dada mereka,” ujar Bruno Guimaraes, dikutip laman resmi FIFA.

Pernyataan tersebut menegaskan kembali kepercayaan diri Brasil yang berlandaskan sejarah panjang serta tradisi juara yang telah mereka bangun di panggung sepak bola dunia.

2. Bruno Guimaraes nilai menjadi favorit tidak menjamin kemenangan

Bruno Guimaraes juga menyoroti kerasnya realitas turnamen besar seperti Piala Dunia, di mana status unggulan tidak selalu sejalan dengan hasil akhir.

“Segalanya bisa terjadi di lapangan. Menjadi favorit bukan berarti akan menang,” ujar pemain berusia 28 tahun itu.

Ia menegaskan, dalam format turnamen singkat dengan tekanan tinggi, setiap kesalahan kecil dapat menentukan nasib sebuah tim di kompetisi besar.

3. Fokus Brasil melakukan yang terbaik di setiap pertandingan

Lebih jauh, gelandang Bruno Guimaraes menegaskan, ruang ganti Brasil tidak terpengaruh oleh opini publik terkait status favorit juara.

“Label favorit lebih menjadi urusan orang-orang di luar sana. Kami fokus pada apa yang harus kami lakukan dari hari ke hari,” bebernya.

Pendekatan tersebut memperlihatkan Brasil memilih membangun konsistensi permainan ketimbang larut dalam ekspektasi eksternal.

Piala Dunia FIFA 2026 menempatkan Brasil di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Meski secara nama Brasil di atas kertas lebih diunggulkan, grup ini tetap menyimpan potensi kejutan, terutama dari Maroko yang dalam beberapa tahun terakhir tampil konsisten di level internasional.

Dengan komposisi tersebut, Brasil dituntut untuk langsung tampil stabil sejak laga pertama demi mengamankan tiket ke fase gugur.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More