Football Institute: Liga 1 dan EPA Keras, Banyak Kartu

Jakarta, IDN Times - Ada banyak anggapan yang menyebut kompetisi sepak bola di Indonesia keras, termasuk di Liga 1 dan Elite Pro Academy (EPA). Ternyata, hal itu dibuktikan oleh Football Institute lewat temuan mereka.
Dalam acara rilis temuan mereka yang dihelat di Barito Mansion, Jakarta, Selasa (9/7/2024), Football Institute menjabarkan total kartu yang ada di Liga 1, 2, dan EPA di musim 2023/24. Berdasarkan temuan mereka, kartu masih kerap hadir.
1. Liga 1 catatkan rataan kartu yang tinggi

Pada musim 2023/24, Liga 1 mencatatkan total kartu paling tinggi di antara Liga 2 dan EPA U-16, U-18, dan U-20. Total, Liga 1 mencatatkan total kartu 1.601 sepanjang 2023/24, dengan rincian 1.528 kartu kuning dan 73 kartu merah.
Bali United jadi tim yang paling banyak mencatatkan kartu kuning dan merah musim lalu, dengan catatan 113 kartu kuning dan delapan kartu merah. Total, mereka mengoleksi total 121 kartu.
2. Rataan kartu EPA lebih besar

Meski total kartu Liga 1 jadi yang terbesar, rataan kartu mereka masih kalah dari EPA dengan jumlah laga yang lebih sedikit. Football Institute mencatat, rataan kartu Liga 1 hanya 4,87 untuk kartu kuning, serta 0,23 untuk kartu merah per laga.
Sedangkan rataan kartu EPA, jika menjumlahkan semua laga mereka menjadi 216, rataan kartunya terbilang tinggi. Untuk kartu kuning rataannya mencapai 10,58 kali per laga, sedangkan untuk kartu merah mencapai 0,62 kali per laga.
3. Berpengaruh terhadap jumlah pendapatan dari kartu

Banyaknya kartu yang hadir sepanjang musim 2023/24 ini, baik dari Liga 1, 2, dan EPA, berpengaruh terhadap pendapatan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dari kartu. Jika ditotal, ada pendapatan sebesar Rp6,1 dari kartu.
Ini jadi pekerjaan rumah tersendiri bagi PSSI dan PT LIB, bagaimana mereka mengelola Liga 1, 2, dan EPA musim depan. Masukan hasil riset Football Institute ini bisa jadi bayangan mereka, bagaimana menekan pelanggaran disiplin musim depan.

















