Hasil 6 Pemain Tunggal Indonesia di Thailand Open 2026, Siapa Terbaik?

Thailand Open 2026 masih berlangsung hingga akhir pekan ini. Namun, perjuangan wakil tunggal Indonesia sudah lebih dulu berakhir bahkan sebelum memasuki perempat final.
Indonesia menurunkan 6 pemain di sektor tunggal yang terdiri dari 4 tunggal putra dan 2 tunggal putri pada edisi kali ini. Sayangnya, tidak ada satu pun yang mampu bertahan hingga delapan besar setelah tumbang secara bertahap sejak babak kualifikasi, babak pertama, dan babak kedua. Berikut hasil lengkap enam pemain tunggal Indonesia di Thailand Open 2026.
1. Muhammad Yusuf langsung kalah pada babak pertama kualifikasi
Indonesia sudah kehilangan wakil dari sektor tunggal di Thailand Open 2026 sejak babak kualifikasi. Pada fase ini, ada dua pemain tunggal Indonesia yang terhenti. Salah satunya adalah Muhammad Yusuf dari sektor tunggal putra. Pemain muda itu langsung kalah pada laga perdananya melawan Liao Jhuo Fu dari Taiwan pada babak pertama kualifikasi. Ia kalah 2 game langsung dengan skor 16-21 dan 18-21 dalam waktu 45 menit. Kekalahannya itu tercatat sebagai kekalahan pertama wakil Indonesia di Thailand Open 2026.
2. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi angkat koper pada babak kedua kualifikasi
Selain Muhammad Yusuf, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi juga harus mengakhiri perjuangannya di Thailand Open 2026 setelah kalah pada babak kualifikasi. Bedanya, tunggal putri itu kalah pada babak kedua kualifikasi, selangkah lagi menuju babak utama. Harapannya tampil di babak utama sirna setelah kalah dari tunggal putri tuan rumah, Yataweemin Ketklieng. Ia kalah 2 game langsung dengan skor 19-21 dan 15-21 dalam durasi 50 menit.
3. Anthony Sinisuka Ginting tersingkir pada babak pertama
Anthony Sinisuka Ginting belum mampu kembali ke performa terbaiknya setelah comeback pascacedera. Ia langsung tersingkir pada babak pertama di Thailand Open 2026. Langkahnya dihentikan unggulan pertama sekaligus peringkat satu dunia asal China, Shi Yu Qi. Ia menderita kekalahan 2 game langsung dengan skor 12-21 dan 17-21 hanya dalam waktu 39 menit. Ini menjadi kekalahan ke-10 Ginting dari tunggal putra andalan China tersebut.
4. Prahdiska Bagas Shujiwo juga keok pada babak pertama
Satu lagi tunggal putra Indonesia yang langsung keok pada babak pertama Thailand Open 2026 adalah Prahdiska Bagas Shujiwo. Tunggal putra peringkat 41 dunia itu takluk di tangan Yushi Tanaka asal Jepang yang bertengger di peringkat 18 dunia. Ia menutup pertandingan dengan kekalahan 2 game langsung yang berlangsung selama 43 menit dengan skor 15-21 dan 19-21. Kekalahan ini menjadi kekalahan kedua Bagas dari Tanaka setelah sebelumnya kalah pada pertemuan pertama di Kejuaraan Beregu Putra Asia 2026 Februari lalu.
5. Moh. Zaki Ubaidillah hanya mencapai babak kedua
Moh. Zaki Ubaidillah menjadi tuggal putra Indonesia yang melaju terjauh di Thailand Open 2026. Meskipun begitu, lajunya sejatinya tidak jauh berbeda dengan tunggal putra Indonesia lainnya. Ia hanya menjadi satu-satunya yang tembus babak kedua sebelum akhirnya menelan kekalahan. Langkahnya terhenti di hadapan Jeon Hyeok Jin asal Korea Selatan. Ia kalah telak dalam laga 2 game langsung yang berdurasi 38 menit dengan skor 13-21 dan 5-21. Kekalahannya memastikan Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sektor tunggal putra Thailand Open 2026.
6. Thalita Ramadhani Wiryawan juga terhenti pada babak kedua
Di sektor tunggal putri, Thalita Ramadhani Wiryawan menjadi yang melaju terjauh. Tunggal putri muda itu juga mencapai babak kedua di Thailand Open 2026. Ia kalah di hadapan unggulan ketiga tuan rumah, Ratchanok Intanon. Sepanjang laga, ia sempat memberikan perlawanan sengit dengan bertarung hingga tiga game. Sayangnya, ia harus menutup laga dengan kekalahan 16-21, 21-19, dan 15-21 dalam waktu 67 menit.
Meskipun enam pemain tunggal Indonesia di atas bukan pemegang peringkat terbaik nasional, hasil ini tetap menunjukkan bahwa sektor tunggal Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk bersaing konsisten di level World Tour Super 500. Ketatnya persaingan membuat para pemain Indonesia kesulitan menjaga langkah hingga fase-fase krusial turnamen.

















