Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Gelandang Belanda Terakhir di AS Roma per 2 September 2026

3 Gelandang Belanda Terakhir di AS Roma per 2 September 2026
ilustrasi bola sepak (pexels.com/Gursharndeep Singh)
  • AS Roma merekrut Marten de Roon gratis dari Atalanta pada musim panas 2026 dengan kontrak hingga Juni 2028, mempertemukannya lagi dengan pelatih Gian Piero Gasperini.
  • De Roon, gelandang bertahan berpengalaman yang juga bisa bermain di tengah atau bek tengah, sudah debut enam menit melawan Lecce pada pekan kedua Serie A 2026/2027.
  • Sebelumnya, Roma memakai Georginio Wijnaldum sebagai pemain pinjaman pada 2022/2023 dan merekrut Justin Kluivert pada 2018; keduanya mencatat 23 dan 68 penampilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Demi mempunyai sosok berpengalaman di area tengah, AS Roma mendatangkan Marten de Roon secara gratis dari Atalanta pada musim panas 2026. Dirinya reuni dengan Gian Piero Gasperini yang pernah melatihnya saat memperkuat Atalanta. Ini menjadi sebuah keuntungan agar mempercepat adaptasinya bersama klub ibu kota Italia tersebut. Selain itu, kehadirannya memperbarui daftar tiga gelandang berkebangsaan Belanda terakhir yang pernah direkrut I Giallorossi per 2 September 2026 pukul 9:00 WIB menurut data Transfermarkt.

  1. 1. Marten de Roon didatangkan untuk memperkuat posisi gelandang bertahan AS Roma

    Meski masih menyisakan kontrak 1 tahun yang berlaku sampai Juni 2027, Marten de Roon dan Atalanta setuju berpisah lebih cepat sehingga dilepas gratis pada musim panas 2026. Pemain yang kini berusia 35 tahun ini kemudian berlabuh ke AS Roma dan dipagari kontrak 2 tahun yang rencananya merumput di Stadio Olimpico sampai Juni 2028. Dirinya kembali menjadi anak asuh dari Gasperini. Pengalamannya dibutuhkan untuk memperkuat posisi gelandang bertahan I Giallorossi. Selain itu, ia mempunyai rekam jejak dalam menempati gelandang tengah dan bek tengah tergantung kebutuhan taktik. Dia melakoni debut saat berhadapan dengan Lecce selama 6 menit pada pekan kedua Serie A Italia 2026/2027.

    Sebelum memutuskan pindah ke ibu kota, De Roon diboyong dengan mahar 16,7 juta euro (sekitar Rp343,48 miliar) Atalanta dari Middlesbrough pada musim panas 2017. Dia bukan sosok asing karena sebelumnya pernah membangun karier bersama La Dea. Pemain kelahiran Zwijndrecht ini sering dipasang sejak menit awal sebagai gelandang bertahan. Dirinya pandai membaca permainan yang berguna untuk mengantisipasi jalur umpan lawan dan tidak ragu terlibat kontak fisik demi mengamankan area. Kehadirannya menjaga keseimbangan permainan La Dea.

    De Roon sendiri pernah digeser ke gelandang tengah, gelandang kanan, atau bek tengah tergantung kebutuhan Atalanta. Dirinya ikut mengawal La Dea mengukir sejarah lantaran untuk pertama kali memenangkan UEFA Europa League 2024/2025. Pemain berkebangsaan Belanda ini mengumpulkan 23 gol dan 32 assist dari total 445 pertandingan (36.700 menit) di berbagai kompetisi.

  2. 2. Georginio Wijnaldum sempat absen panjang karena menderita cedera patah tulang kering

    Tak masuk rencana masa depan Paris Saint-Germain (PSG), Georginio Wijnaldum sempat dipinjamkan kepada AS Roma pada musim panas 2022. Dirinya memperkuat klub ibu kota Italia ini sampai Juni 2023. Langkah ini diambil agar ia tetap mengumpulkan jam terbang. Pemain kelahiran Rotterdam ini dipinjam untuk memperdalam kekuatan sektor tengah I Giallorossi. Ini juga menjadi pengalaman pertamanya berkarier di kasta tertinggi sepak bola Italia.

    Tak berjalan sesuai harapan, Wijnaldum ternyata absen panjang karena menderita cedera patah tulang kering saat di AS Roma. Ini berdampak terhadap menit bermain diterima. Usai pulih, pemain yang kini berusia 35 tahun tersebut pernah diplot sebagai gelandang tengah atau gelandang serang. Ia memiliki kekuatan fisik dan stamina mumpuni sehingga dapat naik turun membantu penyerangan dan pertahanan. Selain itu, dirinya aktif bergerak serta mempunyai kemampuan dribel untuk membantu progresi bola. Dia menyumbang 2 gol dan 1 assist dari total 23 pertandingan (1.094 menit) di berbagai kompetisi.

  3. 3. Justin Kluivert sempat memperkaya rotasi di beberapa posisi area depan dan tengah

    AS Roma membayar Ajax Amsterdam 17,25 juta euro (sekitar Rp354,2 miliar) untuk merekrut Justin Kluivert pada musim panas 2018. Anak kandung dari Patrick Kluivert tersebut dinilai sebagai prospek menjanjikan sehingga memperoleh kontrak jangka panjang. Ini menjadi pengalaman pertamanya mengembangkan potensi di luar Belanda. Selain gelandang serang, dirinya mempunyai rekam jejak menjalankan beberapa peran di area depan dan tengah.

    Kluivert sendiri memperkaya rotasi karena dapat ditempatkan sebagai penyerang sayap, gelandang serang, atau penyerang bayangan AS Roma. Dirinya rajin bergerak membuka ruang dan menawarkan opsi umpan bagi rekan. Selain itu, pemain yang kini berusia 27 tahun tersebut menggabungkan kecepatan dan keterampilan dribel untuk meneror lini pertahanan lawan.

    AS Roma sempat meminjamkan Kluivert ke beberapa klub, seperti RB Leizig, OGC Nice, serta Valencia. Langkah ini dilakukan agar performanya lebih matang dan berkembang. Pemain berkebangsaan Belanda tersebut mengemas 9 gol dan 10 assist dari total 68 pertandingan bersama I Giallorossi. Pada musim panas 2023, dirinya pergi permanen ke Bournemouth.

    Ketiga gelandang berkebangsaan Belanda di atas menjadi yang terkahir direkrut AS Roma. De Roon mempunyai pengalaman untuk menambah rotasi gelandang bertahan I Giallorossi. Sementara, Kluivert menjadi figur krusial dengan menjalankan peran gelandang serang di Bournemouth dan Wijnaldum sedang berstatus tanpa klub setelah kontraknya berakhir bersama Al-Ettifaq.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More