Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gerak Aktif John Herdman di Sisi Lapangan Timnas, Mirip Shin Tae Yong?

Gerak Aktif John Herdman di Sisi Lapangan Timnas, Mirip Shin Tae Yong?
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Dok. PSSI).
Intinya Sih
  • John Herdman mencatat debut gemilang bersama Timnas Indonesia dengan kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di ajang FIFA Series 2026.
  • Herdman tampil aktif di pinggir lapangan, terus memberi instruksi dan menunjukkan gaya kepemimpinan ekspresif yang mengingatkan publik pada Shin Tae Yong.
  • Ia menjelaskan sikap aktifnya dipengaruhi budaya sepak bola Newcastle serta menjadi bagian dari proses membangun kedekatan dan identitas tim dalam enam bulan awal kepelatihannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - John Herdman sukses mencatatkan debut manis bersama Timnas Indonesia. Skuad Garuda menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis untuk melaju ke final FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026).

Taktik Herdman berjalan lancar, dengan memainkan dua sistem berbeda. Babak pertama memainkan skema tiga bek dengan 3-5-2 atau 3-4-1-2, sedangkan di pertengahan babak kedua menerapkan 4-2-3-1.

Terlepas dari itu, kehadiran Herdman di pinggir lapangan mengingatkan publik kepada mantan pelatih Timnas, Shin Tae Yong. Itu karena Herdman yang selalu aktif memberikan instruksi di pinggir lapangan.

1. Aura positif Herdman di pinggir lapangan

-
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (IDN Times/Tino).

Sepanjang laga, Herdman tidak pernah duduk di bangku cadangan. Dia tetap ekspresif memberikan instruksi, meski kemenangan Pasukan Garuda sudah di depan mata.

Sikap Shin Tae Yong di pinggir lapangan juga seperti itu. Dia selalu meneriaki para pemain yang melakukan kesalahan, dan memberikan instruksi ketika bola sedang ke luar lapangan.

Aura ini yang tak terlihat kala Timnas ditangani Patrick Kluivert. Juru taktik berpaspor Belanda itu lebih pasif, kurang meledak saat memimpin Pasukan Garuda di pinggir lapangan.

2. Alasan Herdman tak bisa diam

Potret duel Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026).
Potret duel Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026). (IDN Times/Tino).

Herdman memang mengakui tak bisa diam saat berada di pinggir lapangan. Karena lahir di Newcastle, dia menyerap gairah besar sepak bola di sana sejak kecil. Herdman juga butuh terlibat lebih banyak dalam pertandingan, demi semakin dekat dengan pemain.

"Ya, saya berasal dari Newcastle. Itu adalah kota sepak bola yang penuh gairah dan saya pikir itu harus ada. Tetapi jelas ada kerangka taktis dan saya memiliki harapan yang tinggi terhadap para pemain. Dan ketika Anda menyatukan sebuah tim dalam waktu singkat, Anda butuh pengingat yang konstan," kata Herdman selepas laga.

"Di fase awal ini, pelatih harus lebih terlibat. Seiring berjalannya waktu, seiring kita terbiasa satu sama lain, dengan taktik, strategi, gaya bermain, dan identitas, para pemain akan lebih mengambil alih kepemilikan. Jadi ini hanya proses, selama enam bulan," ujar Herdman.

3. Debut John Herdman paling manis

-
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (IDN Times/Tino).

Di sisi lain, Herdman menjadi pelatih pertama yang mampu menorehkan debut manis bersama Tim Merah Putih, setidaknya dalam dua era terakhir. Shin Tae Yong ditahan Thailand 2-2, sementara Patrick Kluivert menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia.

Kemenangan Herdman memang diraih atas Saint Kitts and Nevis, tim yang memang tak terlalu tangguh. Namun, hasil tersebut tetap menjadi awal yang positif bagi sang pelatih untuk mengukir rapor manis bersama Timnas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More