Jelang FIFA Series, Pelatih Bulgaria Kenang Masa Karier di Indonesia

- Aleksandar Dimitrov mengenang masa kariernya di Indonesia, pernah bermain untuk Persija dan Persegres, serta menjadi asisten pelatih di Persipura dan Timnas Indonesia.
- Dimitrov menilai ada perubahan besar pada Timnas Indonesia, terutama meningkatnya jumlah pemain naturalisasi dibanding era sebelumnya yang didominasi pemain lokal.
- Ia juga mencatat perbedaan dalam struktur kepelatihan, dengan kini lebih banyak staf pelatih yang dianggap sebagai perkembangan positif bagi tim nasional.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov punya kedekatan personal dengan Indonesia. Sebab, Dimitrov sempat berkarier sebagai pemain dan pelatih di Indonesia. Dimitrov mengenang masa-masa berkarier di Persija jelang FIFA Series 2026.
"Pertama, saya ingin mengatakan bahwa ini adalah waktu yang sangat baik bagi saya dan pengalaman yang bagus, baik sebagai pemain sepak bola maupun sebagai pelatih. Karier kepelatihan saya dimulai dari sini," kata Dimitrov dalam konferensi pers jelang FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Kamis (26/3/2026).
1. Catatan karier di Indonesia

Dimitrov sempat berkarier selama beberapa tahun di Indonesia. Dimitrov sempat membela Persija pada 2002. Lalu pada 2003-2004, Dimitrov pindah membela Persegres Gresik United.
Tak hanya sebagai pemain, karier kepelatihan Dimitrov juga berjalan di Indonesia. Pada 2006-2007, Dinitrov sempat menjadi asisten pelatih Ivan Kolev di Persipura Jayapura pada 2006-2007.
Selain itu, dia juga sempat menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia pada 2007.
2. Dimitrov sadari ada perbedaan

Dimitrov senang bisa kembali ke Indonesia setelah 19 tahun. Melihat kekuatan skuad Garuda, Dimitrov menyadari ada perbedaan besar. Terutama soal bagaimana timnas saat ini diisi banyak pemain naturalisasi sementara dulu mengandalkan kekuatan pemain lokal.
"Yang saya lihat sebagai perbedaan, terutama di tim nasional, adalah banyaknya pemain naturalisasi. Sekarang ada banyak pemain asing yang dinaturalisasi," kata Dimitrov.
"Sedangkan ketika kami menangani tim nasional Indonesia, kami hanya mengandalkan pemain lokal dari liga dalam negeri. Dan saya berani mengatakan bahwa saat itu tim nasional Indonesia memiliki salah satu tim terkuat dalam sejarahnya," sambung dia.
3. Jumlah staf pelatih yang banyak

Perbedaan lain yang juga dilihat Dimitrov adalah soal jumlah staf kepelatihan timnas. Sebagai mantan asisten pelatih timnas Indonesia, Dimitrov melihat jumlah staf pelatih di skuad Garuda kini lebih banyak. Menurutnya ini terjadi sejak era pelatih sebelum Herdman, Patrick Kluivert.
"Sekarang saya melihat ada sangat banyak orang dalam tim pelatih. Saya rasa ini mulai sejak era pelatih sebelumnya, dan sekarang dilanjutkan oleh pelatih saat ini. Asisten pelatihnya memang sangat banyak, yang tentu saja merupakan hal yang positif," kata Dimitrov.


















