Atmosfer pertandingan berjalan sangat panas menjelang akhir babak kedua. Francesco Totti menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Mario Balotelli. AS Roma terus berupaya menyamakan kedudukan. Namun, penyelesaian akhir yang tidak maksimal membuat mereka gagal membalas gol. Kemenangan tipis 1-0 ini memastikan trofi Coppa Italia keenam bagi Inter Milan.
5 Kemenangan Terakhir Inter Milan di Final Coppa Italia

- Inter Milan meraih lima kemenangan terakhir di final Coppa Italia sejak 2010 hingga 2026, menunjukkan konsistensi mereka sebagai salah satu klub paling dominan di kompetisi domestik Italia.
- Para pemain kunci seperti Diego Milito, Samuel Eto’o, Ivan Perisic, dan Lautaro Martinez berperan besar dalam membawa Nerazzurri menjuarai berbagai edisi final dengan performa gemilang di laga penentuan.
- Kemenangan terbaru pada musim 2025/2026 di bawah pelatih Cristian Chivu menegaskan dominasi Inter Milan setelah juga menjuarai Serie A, menjadikannya musim debut yang penuh prestasi.
Inter Milan merupakan tim unggulan saat berkompetisi di Coppa Italia. Klub berjuluk Nerazzurri tersebut telah menjuarai ajang tersebut sebanyak sepuluh kali. Hingga 19 Mei 2026, berikut lima kemenangan terakhir Inter Milan di final Coppa Italia.
1. Inter Milan mengalahkan AS Roma di final Coppa Italia 2009/2010
Pertandingan final Coppa Italia 2009/2010 yang berlangsung di Stadio Olimpico menjadi saksi ketangguhan Inter Milan dalam meraih trofi pertama dari kampanye treble mereka. Diego Milito mencetak gol tunggal kemenangan Nerazzurri pada babak pertama setelah melakukan aksi individu melewati barisan pertahanan AS Roma. Meskipun bermain di kandang sendiri, AS Roma kesulitan menembus pertahanan yang diterapkan oleh skuad asuhan Jose Mourinho.
2. Inter Milan menjuarai Coppa Italia 2010/2011 setelah menaklukkan Palermo
Inter Milan mengalahkan US Palermo dengan skor 3-1 di final Coppa Italia 2010/2011. Samuel Eto'o tampil sebagai bintang lapangan dengan mencetak dua gol krusial yang membawa Nerazzurri memimpin. Meski Palermo memberikan perlawanan sengit, mereka kesulitan membobol gawang Inter Milan yang dikawal Julio Cesar.
Palermo sebenarnya sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Ezequiel Munoz yang membangkitkan harapan tim berjuluk Rosanero tersebut pada menit-menit akhir. Namun, harapan itu segera pupus setelah Diego Milito mencetak gol ketiga bagi Inter Milan hanya beberapa saat sebelum peluit panjang dibunyikan. Ketegangan sempat memuncak ketika Munoz menerima kartu merah tidak lama setelah mencetak gol yang membuat perjuangan Palermo semakin berat. Keberhasilan ini menjadi penutup musim yang manis bagi Inter Milan setelah mereka gagal mempertahankan gelar juara Serie A Italia dan Liga Champions Eropa.
3. Ivan Perisic menjadi pahlawan Inter Milan di final Coppa Italia 2021/2022
Final Coppa Italia 2021/2022 menyajikan pertandingan dua tim besar Italia, yaitu Inter Milan dan Juventus. Inter Milan berhasil unggul cepat melalui tendangan jarak jauh Nicolo Barella saat pertandingan berjalan 7 menit. Namun, Juventus mampu membalikkan keadaan pada awal babak kedua lewat gol Alex Sandro dan Dusan Vlahovic. Tekanan bertubi-tubi dari Nerazzurri akhirnya membuahkan hasil ketika Hakan Calhanoglu mencetak gol penyeimbang melalui titik penalti pada menit-menit akhir waktu normal. Skor imbang 2-2 memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu untuk menentukan sang juara.
Memasuki babak perpanjangan waktu, Ivan Perisic menjadi pahlawan kemenangan Inter Milan dengan mencetak dua gol krusial yang membungkam pertahanan Nyonya Tua. Gol pertamanya lahir dari eksekusi penalti disusul dengan sebuah tendangan voli beberapa menit kemudian. Skor akhir 4-2 memastikan Inter Milan mengangkat trofi Coppa Italia kedelapan mereka sekaligus membuat Juventus mengakhiri musim tanpa gelar juara.
4. Nerazzurri kembali memenangkan final Coppa Italia 2022/2023
Inter Milan berhasil mempertahankan gelar juara Coppa Italia pada 2022/2023 setelah menundukkan Fiorentina dengan skor tipis 2-1 di partai puncak. Nicolas Gonzalez membuat kejutan dengan mencetak gol cepat bagi Fiorentina ketika laga baru berjalan 3 menit. Namun, Lautaro Martinez tampil sebagai pahlawan setelah membalikkan keadaan dengan dua gol yang ia cetak sebelum babak pertama berakhir. Keunggulan ini membuat anak asuhan Simone Inzaghi bermain lebih percaya diri meski terus mendapatkan tekanan dari lawan.
Memasuki babak kedua, Fiorentina tampil sangat agresif dengan melancarkan berbagai serangan demi mengejar ketertinggalan. Kiper Inter Milan, Samir Handanovic, dipaksa bekerja keras melakukan beberapa penyelamatan krusial untuk menjaga gawangnya tetap aman dari gempuran para penyerang La Viola. Meskipun Fiorentina mendominasi penguasaan bola hingga menit-menit akhir, pertahanan kokoh Nerazzurri tetap tidak tergoyahkan.
5. Inter Milan meraih trofi Coppa Italia 2025/2026 setelah menjuarai Serie A
Inter Milan memastikan gelar juara Coppa Italia 2025/2026 setelah menaklukkan Lazio dengan skor 2-0. Keunggulan Nerazzurri dibuka pada menit ke-14 melalui gol bunuh diri Adam Marusic yang salah mengantisipasi tendangan sudut Federico Dimarco. Pasukan Cristian Chivu terus mendominasi permainan dan sukses menggandakan keunggulan lewat sontekan Lautaro Martinez pada menit ke-35. Gol tersebut berawal dari blunder Nuno Tavares yang kehilangan bola di area pertahanan sendiri.
Lazio sebenarnya sempat memberikan perlawanan. Akan tetapi, pertahanan Inter Milan gagal ditembus hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini sekaligus menegaskan dominasi Inter Milan di kancah domestik setelah sebelumnya mereka telah mengunci gelar juara Serie A. Bagi Chivu, trofi ini menjadi pencapaian luar biasa dalam musim debutnya sebagai pelatih Inter Milan menggantikan Simone Inzaghi.
Itulah lima kemenangan terakhir Inter Milan di final Coppa Italia. Nerazzurri mampu tampil dominan saat berlaga di partai puncak. Menarik untuk menantikan kiprah Inter Milan di Coppa Italia musim berikutnya.


















