Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Norwegia Protes Keras ke FIFA Usai Trump Acak-acak Piala Dunia 2026

Norwegia Protes Keras ke FIFA Usai Trump Acak-acak Piala Dunia 2026
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menyampaikan pidato di Gedung Putih. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Federasi Sepak Bola Norwegia, NFF, melayangkan protes keras kepada FIFA atas intervensi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam Piala Dunia 2026. NFF menyayangkan sikap FIFA untuk membiarkan Trump mencampuri urusan sepak bola, yang seharusnya lepas dari unsur politik.

Trump memang sempat melakukan intervensi terhadap jalannya Piala Dunia 2026 dengan menghubungi FIFA agar kartu merah striker AS, Folarin Balogun, diangkat. Hasilnya, FIFA menangguhkan kartu merah Balogun, sehingga bisa main kontra Belgia.

Keputusan itu dikecam oleh seluruh elemen sepak bola dunia. Bahkan, UEFA sampai memboikot final Piala Dunia 2026 akibat keputusan kontroversial tersebut.

1. RIsiko merusak sepak bola

Penyerang Amerikat Serikat, Folarin Balogun (kanan), merayakan gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia 2026.
Penyerang Amerikat Serikat, Folarin Balogun (kanan), merayakan gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia 2026 antara AS dan Paraguay di Stadion Los Angeles di Inglewood pada 13 Juni 2026. (AFP/Frederic J. Brown)

NFF kini menyiapkan surat protes resmi kepada FIFA atas keterlibatan Trump dalam kartu merah Balogun. Presiden NFF, Lise Klaveness, merasa apa yang dilakukan FIFA di bawah arahan Presiden Gianni Infantino sudah mencederai nilai-nilai sepak bola. Terlebih, mereka sempat memberikan penghargaan Peace Prize kepada Trump dan Klaveness menyebutnya sebagai hal paling "menjijikkan".

"Ketika Anda membelokkan aturan seperti ini, bukan cuma membawa permainan dalam sebuah risiko. Tindakan tersebut menciptakan adanya gejolak atas fundamental permainan itu sendiri," ujar Klaveness, dilansir The Times.

2. FIFA harus minta maaf

Klaveness menegaskan, hal tersebut tak seharusnya terjadi. Dia meminta kejujuran FIFA dan menuntut adanya permintaan maaf secara terbuka.

"Pertama, semuanya tak harus terjadi. Sangat penting sekarang ada komunikasi yang jujur. Semua tahu ini terjadi atas pengaruh kekuatan eksternal dan tak berjalan sesuai proses," kata Klaveness.

3. Aturan dasar saja dirusak akibat Trump

Penangguhan kartu merah Balogun pada dasarnya sudah melanggar aturan dasar turnamen. Seharusnya, pemain yang dikartu merah menjalani hukuman akumulasi dari satu sampai tiga pertandingan. Apalagi, Balogun mendapatkan kartu merah langsung usai melakukan tekel brutal ke Tarek Muharemovic.

Namun, Komisi Disiplin FIFA mengambil keputusan menangguhkan kartu merah Balogun dengan cara kontroversial pula. Cuma satu orang di panel Komdis FIFA mengambil keputusan tersebut, tanpa melalui prosedur yang seharusnya.

"Kita perlu para pemimpin di FIFA mengakui itu kesalahan besar. Jika mulai beradaptasi dengan pemimpin negara dan politik, Anda akan mengarahkan sikap individu ke arah organisasi. Ini menjadi alarm atas tindakan pemimpin negara yang mengintervensi. Semua sudah terjadi," ujar Klaveness.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More