Kiprah UD Almeria di LaLiga Sepanjang Sejarah, Pernah Bikin Kejutan

Popularitas UD Almeria meningkat pada penghujung Februari 2026. Itu terjadi seiring kabar yang menyebutkan bahwa Cristiano Ronaldo telah mengakuisisi sebagian saham klub asal Andalusia tersebut. Keterlibatan megabintang asal Portugal itu langsung menyedot perhatian publik dunia dan membuat nama Almeria semakin sering diperbincangkan di berbagai platform media.
Secara prestasi, Almeria bukanlah klub top di Spanyol. Klub yang kini bersaing di kasta kedua itu pun baru merasakan persaingan di kasta teratas dalam 8 musim. Berikut sepak terjang Almeria di LaLiga Spanyol per 2026.
1. UD Almeria menjadi debutan di LaLiga 2007/2008 dan langsung membuat kejutan
Almeria untuk pertama kalinya tampil di LaLiga pada 2007/2008 setelah Unai Emery membawa mereka finis sebagai runner-up kasta kedua pada musim sebelumnya. Sebagai debutan, mereka tampil mengejutkan hingga finis di peringkat 8, mengungguli dua tim promosi lainnya yang tak mampu menembus sepuluh besar. Almeria mengumpulkan 52 poin dari total 14 menang, 10 imbang, dan 14 kalah. Salah satu laga terbaik tim besutan Unai Emery ialah saat menang telak 3-0 di markas Deportivo La Coruna pada laga pembuka.
2. Almeria finis di peringkat 11 LaLiga 2008/2009 setelah ditinggal Unai Emery
UD Almeria bersaing di LaLiga 2008/2009 dengan perubahan di kursi pelatih. Unai Emery hengkang dan digantikan Gonzalo Arconada yang kemudian hanya bertahan selama lebih dari 5 bulan untuk digantikan Hugo Sanchez. Pada musim ini, Almeria masih tampil apik meski tak mampu menembus peringkat sepuluh besar. Mereka finis di posisi 11 dengan torehan 46 poin dari hasil 13 menang, 7 imbang, dan 18 kalah. Lagi-lagi, Almeria memulai musim dengan performa apik, menang 3-1 di markas Athletic Bilbao.
3. Dengan hanya 42 poin, Almeria finis di peringkat 13 LaLiga 2009/2010
Almeria menunjukkan performa naik turun di LaLiga 2009/2010. Mereka hanya meraih 4 kemenangan dalam 20 laga pertama. Untungnya, mereka sempat menemukan momentum untuk bangkit hingga tak merasakan kekalahan sejak pekan 21 hingga 26 meski akhirnya menutup musim dengan beberapa catatan kurang apik. Klub berjuluk Cowboys itu kemudian menutup musim di posisi 13 dengan koleksi 42 poin dari total 10 menang, 12, imbang, dan 16 kalah.
4. Almeria harus turun kasta setelah finis di peringkat terakhir pada 2010/2011
Setelah 2 musim yang terus menurun, Almeria akhirnya harus merasakan degradasi dari LaLiga pada 2010/2011. Mereka finis di peringkat terbawah dengan hanya mengumpulkan 30 poin dari total 6 menang, 12 imbang, dan 20 kalah. Mereka bahkan sempat mengalami kekalahan dalam tujuh laga beruntun pada penghujung musim. Catatan buruk itu menjadi salah satu penyebab manajemen memecat Jose Luis Oltra.
5. Berstatus sebagai tim promosi, Almeria hampir terdegradasi pada 2013/2014
Setelah bertarung di kasta kedua selama 2 musim, Almeria kembali ke LaLiga pada 2013/2014. Namun, nasib mereka sebagai tim promosi kali ini tak sebaik pada 2007/2008. Cowboys kali ini finis tepat satu tingkat di atas zona degradasi. Mereka mengumpulkan 40 poin dari hasil 11 menang, 7 imbang, dan 20 kalah. Mereka bahkan sempat berada di zona degradasi selama 4 pekan sebelum bangkit dan meraih 3 menang dan 1 imbang dalam 4 laga terakhir.
6. Dengan hanya meraih 29 poin, Almeira degradasi dari LaLiga pada penghujung musim 2014/2015
Nasib pahit kembali menghampiri Almeria pada 2014/2015. Untuk kedua kalinya dalam sejarah, mereka merasakan degradasi dari kasta teratas Spanyol. Cowboys mendapat 29 poin dari hasil 8 menang, 8 imbang, dan 22 kalah, hanya unggul dari Cordoba di posisi terbawah. Salah satu catatan buruk mereka pada musim ini ialah kalah 3 kali beruntun dalam 5 periode berbeda.
7. Setelah juara kasta kedua, Almeria hampir terdegradasi di LaLiga 2022/2023
Almeria menemui jalan berliku di kasta kedua pada 2015–2022. Mereka bahkan hampir terdegradasi ke kasta ketiga setelah finis di peringkat 18 dalam 2 edisi berbeda. Dengan beberapa perubahan, mereka akhirnya kembali ke kasta teratas setelah finis sebagai juara LaLiga2 2021/2022. Perjuangan Cowboys bertahan di LaLiga 2022/2023 berakhir dramatis, finis di peringkat 17 dan hanya terpaut 1 poin dengan Real Valladolid yang harus terdegradasi setelah berakhir di posisi 18.
8. Almeria hanya meraih tiga kemenangan dan harus turun kasta pada akhir 2023/2024
Musim 2023/2024 menjadi terakhir kalinya Almeria bersaing di kasta teratas Spanyol sebelum 2026. Sebab, mereka gagal tampil kompetitif dan menjadi salah satu tim yang terdegradasi pada musim tersebut. Cowboys menjadi satu-satunya tim yang tak merasakan lebih dari tiga kemenangan. Kemenangan pertama mereka bahkan baru terjadi pada pekan 29.
Beberapa fakta menarik membersamai perjalanan Almeria di LaLiga. Dari yang awalnya tampil mengejutkan sebagai tim debutan, mereka berubah menjadi tim yang tak mampu bertahan lama. Namun, kiprah mereka di sepak bola Spanyol pada musim-musim berikutnya cukup menarik seiring dengan kedatangan Cristiano Ronaldo sebagai salah satu pemilik.


















