Rapor Juara Bertahan di Piala Dunia dalam 5 Edisi Terakhir per 2026

- Argentina menghadapi tantangan besar di Piala Dunia 2026 untuk mempertahankan gelar juara, setelah lima edisi terakhir menunjukkan tren negatif bagi juara bertahan.
- Dalam lima edisi terakhir, hanya Prancis yang mampu mencapai final kembali setelah menjadi juara pada 2018, sementara Jerman, Spanyol, Italia, dan Brasil gagal melangkah jauh.
- Sebagian besar juara bertahan tersingkir sejak fase grup atau babak awal, menegaskan bahwa status juara sebelumnya tidak menjamin kesuksesan di turnamen berikutnya.
Ujian konsistensi menanti Argentina sebagai juara bertahan di Piala Dunia 2026. Dengan skuad yang masih diisi pemain-pemain berkualitas, La Albiceleste dituntut untuk kembali tampil mengesankan hingga mampu mempertahankan gelar juara. Jika tidak, mereka berpotensi mengikuti jejak juara bertahan dalam lima edisi sebelumnya yang tak mampu kembali mengangkat trofi.
1. Setelah menjuarai Piala Dunia 2018, Prancis melaju ke final pada 2022
Prancis keluar sebagai juara di Piala Dunia 2018. Mereka mengunci gelar juara usai mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 di partai puncak. Dalam perjalanan menuju partai puncak, Les Bleus mengalahkan Belgia, Uruguay, dan Argentina pada fase gugur.
Di bawah arahan Didier Deschamps, Prancis sejatinya kembali mampu tampil begitu apik pada edisi 2022. Mereka sukses melaju ke final usai menyingkirkan Polandia, Inggris, serta Maroko dari babak 16 besar hingga semifinal. Sayangnya, lewat pertandingan yang begitu sengit, Kylian Mbappe dan kolega takluk dari Argentina lewat adu penalti di final.
2. Jerman tampil buruk hingga gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2018
Jerman berstatus sebagai juara bertahan di Piala Dunia 2018. Pada edisi sebelumnya (2014), mereka mengangkat trofi usai menang tipis 1-0 atas Argentina di final. Mario Goetze yang bermain sejak menit 88 menjadi pahlawan dengan gol penentu kemenangan pada menit 113.
Sayangnya, Der Panzer menjadi salah satu juara bertahan dengan performa paling mengecewakan dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir. Pada 2018, mereka gagal melewati fase grup. Bersaing dengan Swedia, Meksiko, dan Korea Selatan, Jerman finis sebagai juru kunci grup F.
3. Spanyol tak lolos dari fase grup pada 2014 karena finis di peringkat ketiga fase grup
Spanyol mengukir sejarah dengan menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 2010. Lewat duel sengit di FNIB-Stadium, mereka menang tipis 1-0 atas Belanda. Andres Iniesta muncul sebagai pahlawan kemenangan La Furia Roja dengan golnya pada menit 116.
Sebelum Jerman, ada Spanyol yang gagal menembus fase gugur sebagai juara bertahan. La Furia Roja finis di peringkat ketiga grup B pada 2014. Belanda lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup, ditemani Chile sebagai runner-up. Sementara itu, Australia berada di peringkat terakhir.
4. Italia hanya meraih dua poin pada fase grup Piala Dunia 2010
Italia meraih trofi Piala Dunia keempat pada 2006. Kepastian tersebut didapat usai mengalahkan Prancis di final lewat drama adu penalti. Selama waktu normal hingga tambahan waktu, kedua tim bermain imbang 1-1. Laga ini diwarnai dengan kartu merah yang diterima Zinedine Zidane pada menit 110.
Italia gagal memanfaatkan status sebagai juara bertahan pada 2010. Mereka bahkan finis di peringkat terbawah klasemen grup F, di bawah Paraguay, Slovakia, dan Selandia Baru. Gli Azzurri bahkan hanya meraih 2 poin dari 3 laga.
5. Langkah Brasil dihentikan Prancis pada 2006
Brasil mengalahkan Jerman pada partai puncak Piala Dunia 2002. Selecao menutup duel di Nissan Stadium dengan kemenangan dua gol tanpa balas. Ronaldo Nazario menjadi bintang dengan memborong dua gol sekaligus.
Langkah Selecao sebagai juara bertahan terhenti pada perempat final edisi 2006. Mereka tersingkir usai kalah tipis 0-1 dari Prancis. Sebelumnya, Selecao finis sebagai juara grup F dan menyingkirkan Ghana pada babak 16 besar.
Lima edisi terakhir menunjukkan bahwa status juara bertahan tidak menjamin kesuksesan pada Piala Dunia berikutnya. Sebagian besar juara bertahan justru gagal mengulangi pencapaian mereka, bahkan beberapa di antaranya tersingkir sejak fase grup. Argentina kini menghadapi tantangan besar untuk mematahkan tren tersebut sekaligus membuktikan bahwa mereka masih layak menyandang predikat sebagai tim terbaik dunia pada Piala Dunia 2026.
















