Kisah Souttar Bersaudara yang Bela Beda Negara di Piala Dunia 2026

- John dan Harry Souttar, dua bek tengah asal Skotlandia, tampil di Piala Dunia 2026 dengan membela negara berbeda: John untuk Skotlandia dan Harry untuk Australia.
- Harry lebih dulu mencicipi Piala Dunia 2022 bersama Australia dan kini menjadi kapten di edisi 2026, sementara John baru debut di turnamen besar bersama Skotlandia.
- Piala Dunia 2026 menjadi ajang penghormatan bagi mendiang kakak mereka, Aaron Souttar, yang wafat pada 2022 dan menjadi inspirasi utama perjalanan karier keduanya.
John dan Harry Souttar hadir di Piala Dunia 2026. Namun, adik kakak yang sama-sama berposisi sebagai bek tengah ini bermain untuk negara yang berbeda. John membela Skotlandia, sedangkan Harry memperkuat Australia.
1. Harry Souttar memilih membela Australia yang merupakan negara sang ibu
John dan Harry Souttar lahir di Aberdeen, Skotlandia. John pada 25 September 1996 dan Harry pada 22 Oktober 1998. Mereka memulai perjalanan sepak bolanya di akademi Brechin City, klub di mana sang ayah, Jack, bertugas sebagai salah satu pelatih dan merupakan mantan pemain. John bertahan sampai 2006 sebelum pindah ke Dundee United. Sementara, Harry sempat menghuni Celtic sampai akhirnya menyusul John ke Dundee 2011. Pada Februari 2016, John meninggalkan Dundee dengan menyeberang ke Hearts. Tujuh bulan berselang, Harry mengikuti jejak sang kakak. Ia mengambil langkah lebih berani dengan hengkang ke luar negeri usai menerima tawaran dari Stoke City.
Keduanya terbilang talenta yang istimewa. Itu terlihat dari aktivitas mereka yang rutin memperkuat Skotlandia. John akhirnya mendapat debut di level senior pada 7 September 2018. Ia tampil penuh saat kalah 0-4 dari Belgia dalam laga uji coba. Setahun berselang, tepatnya pada 10 Oktober 2019, Harry kembali membuat keputusan mengejutkan. Ia memilih untuk membela Australia yang merupakan negara sang ibu, Heather. Harry membuat ketetapan tersebut karena terkesan dengan rencana yang dibeberkan federasi untuknya. Debutnya bersama Australia berakhir dengan kemenangan 5-0 atas Nepal di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Ia mencetak brace dan tidak tergantikan.
2. John debut di Piala Dunia pada 2026, sedangkan Harry Souttar sudah merasakannya pada 2022
John Souttar mungkin lebih dulu debut bersama tim nasional senior dibanding Harry. Namun, karier internasional adiknya lebih sukses. Piala Dunia 2026 merupakan keikutsertaan kedua pilar setinggi 1,98 meter itu di ajang terbesar ini. Harry tidak tergantikan dalam empat pertandingan yang dilalui Australia di Piala Dunia 2022. Di Piala Dunia 2026, Harry bahkan memimpin Socceroos sebagai kapten ketika menang 2-0 atas Turki pada laga pembuka.
Sementara, John hanya duduk di bangku cadangan ketika Skotlandia mengalahkan Haiti 1-0 pada partai perdana Piala Dunia 2026. Ini bahkan merupakan keterlibatan pertamanya di kompetisi besar. Personel dengan tinggi 1,86 meter itu gagal menembus skuad The Tartan Army di EURO 2020 dan 2024. Ia tidak hadir di Piala Dunia 2022 karena Skotlandia yang memang tidak lolos. Total, John sudah mengoleksi 24 caps per 15 Juni 2026, 15 angka lebih sedikit dari Harry.
3. Piala Dunia 20226 menjadi momen penghormatan John dan Harry untuk mendiang sang kakak, Aaron
John dan Harry Souttar mempunyai dua saudara perempuan, Mhiran dan Ailsa. Mereka juga memiliki satu kakak laki-laki. Sayangnya, Aaron meninggal dunia pada Juli 2022 akibat motor neurone desease. Andai masih hidup, Piala Dunia 2026 jelas bakal menjadi salah satu cara John dan Harry untuk mengucapkan terima kasih kepada Aaron yang memang merupakan penggemar fanatik sepak bola.
Dilansir BBC, John dan Harry menegaskan, saat masih kecil, mereka memang begitu terinspirasi oleh sang kakak yang lahir pada 21 Maret 1980. John dan Harry bahkan menyebut, Aaron menjadi semacam sosok ayah kedua. Arti besar Aaron untuk John dan Harry salah satunya terlihat dari keduanya yang sama-sama memiliki tato bergambar kakaknya di tangannya.
Piala Dunia 2026 akan lebih spesial bagi keluarga Souttar andai John dan Harry saling bertarung. Ini memang tidak mungkin terjadi pada fase grup mengingat Skotlandia dan Australia yang berbeda tempat. Namun, jika pada akhirnya momen tersebut gagal terlaksana, mereka tentu tidak akan menyesalinya sama sekali. Pencapaian yang dibuat John dan Harry jelas sudah cukup membuat Jack, Heather, Mhiran, Ailsa, dan Aaron bangga.


















