Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Pelatih Asing yang Bawa Bayern Munich Juara Bundesliga Beruntun

3 Pelatih Asing yang Bawa Bayern Munich Juara Bundesliga Beruntun
Allianz Arena (unsplash.com/Josip Ivankovic)
Intinya Sih
  • Vincent Kompany sukses membawa Bayern Munich juara Bundesliga 2 musim beruntun sejak 2024, menjawab keraguan publik atas kemampuannya setelah gagal bertahan di Premier League bersama Burnley.

  • Sepanjang sejarah klub, hanya tiga pelatih asing yang mampu meraih gelar Bundesliga beruntun untuk Bayern: Pal Csernai asal Hungaria, Pep Guardiola asal Spanyol, dan kini Vincent Kompany asal Belgia.

  • Di bawah Kompany, Bayern tampil dominan dengan torehan 82 poin pada musim 2024/2025 dan 89 poin pada musim 2025/2026, unggul jauh dari pesaing seperti Leverkusen dan Borussia Dortmund.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Vincent Kompany melewati 2 musim pertamanya sebagai pelatih Bayern Munich dengan gelar juara Bundesliga Jerman. Pencapaian itu sekaligus menjawab keraguan beberapa pihak terhadapnya saat pertama kali datang pada musim panas 2024. Apalagi, tak banyak pelatih asing yang mampu mempersembahkan trofi Bundesliga beruntun untuk Die Roten. Sepanjang sejarah klub, Kompany yang berasal dari Belgia menjadi sosok ketiga yang mampu melakukannya per 19 Mei 2026.

1. Pal Csernai (Hungaria) membawa Bayern Munich juara pada 1979/1980 dan 1980/1981

Pal Csernai tercatat sebagai pelatih asing pertama yang mempersembahkan trofi Bundesliga untuk Bayern Munich dalam 2 musim beruntun. Itu terjadi ketika ia menangani tim mulai akhir 1978 hingga 1983. Juru taktik asal Hungaria itu membawa Die Roten mengangkat trofi pada 1979/1980 dan 1980/1981.

Saat keluar sebagai juara pada 1979/1980, Die Roten sukses mengungguli Hamburger SV yang berstatus sebagai juara bertahan. Tim besutan Screnai mengumpulkan 50:18 poin, sementara Hamburg memiliki 48:20 poin di peringkat kedua. Situasi yang sama kembali terjadi pada musim berikutnya. Bayern merengkuh gelar juara, sementara Hamburg finis sebagai runner-up.

2. Pep Guardiola (Spanyol) juara Bundesliga bersama Bayern Munich dalam 3 musim beruntun

Pep Guardiola melewati periode apik ketika menangani Bayern Munich pada 2013–2016. Selama 3 musim tersebut, ia selalu mampu mempersembahkan trofi Bundesliga. Juru taktik asal Spanyol itu lantas meninggalkan Die Roten untuk melatih Manchester City pada musim panas 2016.

Di bawah kendali Guardiola, Die Roten tampil begitu dominan di Bundesliga 2013/2014. Mereka mengangkat trofi dengan torehan 90 poin, unggul 19 poin dari Borussia Dortmund sebagai runner-up. Bayern mendapat poin yang lebih sedikit pada musim berikutnya (79 poin). Namun, mereka masih mampu menutup musim dengan gelar juara dan mengungguli Wolfsburg di peringkat kedua. Guardiola lantas menjalani musim terakhirnya di Bundesliga pada 2015/2016. Pada periode ini, Die Roten merebut gelar juara dengan torehan 88 poin, terpaut 10 poin dari Borussia Dortmund di peringkat kedua.

3. Vincent Kompany (Belgia) bawa Bayern Munich juara Bundesliga pada 2024–2026

Vincent Kompany datang ke Bayern Munich dengan situasi yang tak ideal pada musim panas 2024. Sebab, ia baru saja gagal membawa Burnley bertahan di English Premier League. Namun, ini justru menjadi awal dari pembuktian Kompany sebagai pelatih berkelas.

Pada musim debutnya, Kompany sukses membawa Die Roten bangkit dan kembali meraih gelar juara Bundesliga usai dominasi mereka diputus Bayer Leverkusen pada musim sebelumnya. Manuel Neuer dan kolega finis sebagai pemuncak klasemen Bundesliga 2024/2025 dengan torehan 82 poin. Mereka unggul 13 poin dari Bayer Leverkusen sebagai juara bertahan di peringkat kedua.

Di bawah kendali pelatih asal Belgia tersebut, Bayern kembali finis sebagai kampiun pada 2025/2026. Pada penghujung musim, Die Roten mengumpulkan 89 poin. Mereka unggul 13 poin dari Borussia Dortmund di peringkat kedua.

Keberhasilan Vincent Kompany membawa Bayern Munich menjuarai Bundesliga beruntun membuat namanya kini sejajar dengan Pal Csernai dan Pep Guardiola. Pencapaian tersebut menjadi bukti Kompany mampu menjawab keraguan sejak awal kedatangannya ke Allianz Arena. Jika mampu menjaga konsistensi, pelatih asal Belgia itu berpeluang menorehkan prestasi yang lebih besar bersama Die Roten pada masa mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More