Comeback Berbuah Gelar, Chemistry Leo/Daniel Dinilai Lebih Matang

- Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin kembali dipasangkan pada 2026 dengan chemistry serta komunikasi yang jauh lebih solid dibanding sebelumnya, menurut asisten pelatih Chafidz Yusuf.
- Persiapan teknis mereka untuk Thailand Open 2026 dilakukan secara matang dan terstruktur, berhasil diterapkan di lapangan hingga membawa keduanya meraih gelar juara.
- Setelah kemenangan di Thailand Open, Leo/Daniel bersiap menghadapi Malaysia Masters 2026 sebagai ujian konsistensi performa di tengah jadwal turnamen yang padat.
Jakarta, IDN Times - Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, kembali menunjukkan performa solid setelah dipasangkan kembali pada tahun 2026. Asisten pelatih ganda putra Indonesia, Chafidz Yusuf, mengakui chemistry dan komunikasi pasangan ini meningkat signifikan setelah kembali dipasangkan, terutama dari sisi nonteknis seperti chemistry dan komunikasi di lapangan.
Sempat dipisahkan pada 2024, pasangan yang sudah berduet sejak 2016 ini kembali berpasangan dalam pertandingan Thailand Open 2026 pekan lalu. Comeback mereka langsung berbuah manis dengan performa meyakinkan di turnamen tersebut.
“Jadi kalau saya lihat kembalinya Leo dengan Daniel ini lebih banyak ke nonteknis secara chemistry, komunikasi itu jauh lebih baik daripada sebelumnya,” ujar Chafidz dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
1. Persiapan secara teknis sudah matang

Chafidz mengakui persiapan teknis Leo/Daniel jelang comeback di Thailand Open 2026 dilakukan secara lebih terstruktur dan matang.
Leo/Daniel juga dinilai mampu menerapkan dengan baik seluruh pola yang telah disiapkan di pertandingan.
“Kalau secara teknis memang kemarin sudah kami persiapkan pola-polanya yang harus disatukan seperti apa, jadi penguasaan depan, penguasaan tengah, penguasaan belakang, semua harus ada tekanan dan serangannya. Secara persiapan baik dan mereka juga bisa menerapkannya di pertandingan dengan baik,” ujar Chafidz.
2. Motivasi besar untuk kembali jadi juara

Chafidz menilai Leo/Daniel memiliki motivasi tinggi kembali meraih gelar juara. Selain itu, keduanya juga disebut membuat komitmen bersama yang melibatkan pelatih ganda putra utama pelatnas, Antonius Budi Ariantho.
“Menurut saya motivasi mereka berdua ya sangat besar untuk menjadi juara. Jadi sebelumnya saya dengan Antonius ada diskusi dan membuat satu komitmen dengan mereka. Alhamdulillah cukup terlihat di turnamen pertama ini, bagaimana mereka menjaga kondisi yang dilakukan dengan baik yang membuat mereka berhasil jadi juara,” kata Chafidz.
3. Malaysia Masters 2026: ujian konsistensi berikutnya

Gelar juara Thailand Open 2026 bukan akhir perjalanan Leo/Daniel. Sebaliknya, itu menjadi awal kebangkitan mereka di musim ini.
Pekan ini, Leo/Daniel akan kembali diturunkan pada Malaysia Masters 2026, turnamen BWF Super 500 yang memiliki tingkat persaingan lebih ketat.
Chafidz mengingatkan The Babies untuk menjaga konsistensi performa di tengah padatnya turnamen.
“Yang menjadi masalah kita semua saat ini adalah menjaga konsistensi. Ini juga akan berlaku untuk Leo/Daniel karena kejuaraan-kejuaraan berikutnya kadang lebih berat dan kami tidak mau melihat dari satu kejuaraan saja. Dari teknis pasti power, speed harus ditingkatkan tapi yang terpenting bagaimana bisa konsisten untuk selalu berprestasi,” ujar Chafidz.
















