6 Pesepak Bola Slovenia yang Merumput di Serie A 2021/2022

Pamor pesepak bola asal Slovenia memang tidak setenar pesepak bola dari negara-negara unggulan seperti Jerman, Brasil ataupun Argentina. Namun, pesepak bola Slovenia selalu memiliki tempat dan dibutuhkan oleh banyak tim di liga top Eropa, salah satunya ialah Serie A.
Pada musim 2021/2022 terdapat enam pesepak bola berkebangsaan Slovenia yang merumput di Serie A. Bahkan beberapa di antaranya merupakan nama besar dan tulang punggung timnas Slovenia. Lantas, siapa saja keenam nama tersebut? Berikut ini daftar dan ulasannya!
1. Samir Handanovic

Samir Handanovic menjadi pesepak bola Slovenia paling senior sekaligus paling lama berkarier di Serie A Italia. Kiper berusia 37 tahun ini datang ke Serie A pada tahun 2004 untuk bergabung dengan Udinese dari tim Slovenia, bernama NK Domzale.
Selama menjadi bagian dari klub tersebut Handanovic pernah menjalani masa peminjaman ke tiga tim berbeda, yakni Treviso, Lazio dan Rimini. Barulah pada tahun 2012, Handanovic pindah ke Inter Milan secara permanen dan masih menjadi bagian dari I Nerrazurri hingga musim ini.
Meski tak lagi muda, Handanovic masih dipercaya untuk menjadi pemain inti, bahkan dinobatkan sebagai kapten tim. Ia telah memainkan 434 laga untuk Inter Milan dari total 547 pertandingannya di Serie A.
2. Josip Ilicic

Ujung tombak andalan timnas Slovenia, Josip Ilicic juga merupakan pemain yang telah lama berada di Serie A. Ilicic telah bermain di Serie A sejak tahun 2010, saat ia bergabung dengan US Palermo. Ilicic juga pernah bermain untuk Fiorentina dari tahun 2013 hingga 2017.
Barulah pada jendela transfer musim panas 2017, Ilicic bergabung dengan Atalanta Bergamo. Ilici menjadi salah satu kekuatan utama Atalanta dalam kebangkitan mereka beberapa tahun mereka. Pemain berusia 34 tahun ini telah mencetak 96 gol dan 66 assists dari 338 laga yang ia mainkan di Serie A.
3. Ved Belec

Ved Belec merupakan kiper asal Slovenia yang menimba ilmu di akademi Inter Milan. Sejak promosi ke tim utama pada 2009, Belec pernah merasakan bermain di beberapa klub Italia. Tim-tim tersebut ialah Inter Milan, Carpi, Benevento, Sampdoria dan Salernitana, klub yang ia bela sekarang.
Pada musim 2021/2022, Ved Belec telah memainkan 21 laga untuk Salernitana. Penampilannya tersebut tidak terlalu membantu performa Salernitana pada musim ini. Pasalnya, klub berlogo kuda laut tersebut masih berada di jurang klasemen Serie A Italia hingga pekan ke-33.
4. Leo Stulac

Diboyong dari FC Koper pada 2016, tahun ini merupakan musim keenam bagi Leo Stulac untuk membela tim Italia. Pada awal kedatangannya, Stulac pernah membela Venezia selama dua musim. Setelah itu, ia sempat membela Parma selama setahun pada musim 2018/2019.
Sejak tahun 2019 hingga kini, gelandang bertahan berusia 27 tahun ini telah menjadi bagian dari tim Empoli. Pada musim ini, Stulac telah bermain dalam 19 laga dan membawa Empoli bertengger di posisi ke-14 hingga giornata ke-33 Serie A.
5. Petar Stojanovic

Sama seperti Leo Stulac, Petar Stojanovic juga bermain untuk Empoli pada musim 2021/2022. Bedanya, Stojanovic bermain sebagai pemain pinjaman di tim yang bermarkas di stadion Carlo Castellani tersebut. Pemain yang berposisi sebagai bek kanan ini dipinjam dari tim Kroasia, Dinamo Zagreb.
Melihat performanya musim ini, Stojanovic berpeluang untuk dipermanenkan pada akhir musim. Pasalnya, ia menjadi salah satu pemain andalan dan telah bermain dalam 29 laga bersama Empoli di kompetisi Serie A musim ini.
6. Domen Crnigoj

Nama yang terakhir ialah Domen Crnigoj yang pada musim ini bermain untuk Venezia. Sama seperti Petar Stojanovic, Domen juga merupakan pendatang baru di Italia. Ia baru saja bergabung dengan Venezia pada awal musim lalu dari tim Swiss, FC Lugano.
Dilihat dari catatan statistik yang ada, Domen bermain cukup baik dan sering kali dimainkan. Domen telah bermain dalam 28 pertandingan dengan kontribusi 2 gol dan 1 assist dalam 32 pertandingan yang telah dilakoni Venezia.
Jika dibandingkan dengan negara pecahan Yugoslavia lain, Slovenia bisa dibilang masih kurang tenar dalam urusan sepak bola. Kendati demikian, Slovenia selalu jadi kejutan di Eropa sebagai tim kuda hitam.



















