Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Pesepak Bola Top Italia yang Dianggap Gagal Memaksimalkan Potensinya

5 Pesepak Bola Top Italia yang Dianggap Gagal Memaksimalkan Potensinya
Antonio Cassano bersama Sampdoria (sempreinter.com)

Italia dikenal sebagai salah satu negara yang terkenal dengan sepak bolanya. Selain dikenal karena prestasinya di level internasional, kompetisi liga di Italia, Serie A, juga diketahui sangat kompetitif. 

Selain itu, banyak sekali para bintang sepak bola yang lahir di Italia. Walau begitu, sejauh ini terdapat beberapa nama top yang dipercaya gagal memaksimalkan potensinya saat masih muda. Kira-kira siapa saja mereka? Berikut penjelasannya. 

1. Mario Balotelli

Mario Balotelli bersama Manchester City (skysports.com)
Mario Balotelli bersama Manchester City (skysports.com)

Nama Mario Balotelli sempat bersinar ketika masih membela Manchester City pada 2010 hingga 2013. Penampilan apiknya membuat AC Milan merekrutnya pada 2013 walaupun pada akhirnya dia kesulitan untuk tampil apik. Alhasil, dia dipinjamkan ke Liverpool selama semusim.

Sejak itu, Balotelli kesulitan untuk menemukan klub yang cocok baginya. Bahkan, dia tersingkir dari skuad Italia walau dirinya sudah memberikan penampilan sebanyak 36 kali dan mencetak 14 gol.

2. Sebastian Giovinco

Sebastian Giovinco bersama Juventus (juvefc.com)
Sebastian Giovinco bersama Juventus (juvefc.com)

Sebastian Giovinco merupakan lulusan akademi Juventus yang sempat digadang-gadang sebagai second striker bintang. Bahkan, dia sempat dipercaya menjadi penyerang andalan Timnas Italia dengan memberikan penampilan sebanyak 23 kali.

Saat ini, Giovinco merupakan pemain Sampdoria setelah didatangkan secara bebas transfer. Dia sempat tidak memiliki klub selama enam bulan setelah kontraknya habis bersama Al-Hilal Riyadh dari Arab Saudi.

3. Giuseppe Rossi

Giuseppe Rossi bersama Manchester United (manutd.com)
Giuseppe Rossi bersama Manchester United (manutd.com)

Pada awal 2000-an, Giuseppe Rossi digadang-gadang akan menjadi suksesor Del Piero. Apalagi statusnya sebagai lulusan akademi Manchester United dan juga pemain internasional Italia muda kala itu. Dia juga sempat membela Timnas Italia senior sebanyak 30 kali sejak 2008.

Kariernya mulai menurun saat bergabung ke Fiorentina pada 2013 lalu. Dia bahkan sempat dipinjamkan ke Celta de Vigo sebelum akhirnya berstatus bebas transfer. Saat ini, Rossi merupakan pemain SPAL yang bermain di Serie B Italia.

4. Antonio Cassano

Antonio Cassano (asroma.com)
Antonio Cassano (asroma.com)

Antonio Cassano sempat bersinar pada era 2000-an. Dia sempat membela beberapa klub top seperti AS Roma, Real Madrid, AC Milan, hingga Inter Milan. Dalam sejarah kariernya, setidaknya sudah meraih satu trofi LaLiga bersama Real Madrid dan Serie A bersama AC Milan.

Sayangnya, kariernya perlahan-lahan menurun sejak gagal bersinar di Inter Milan sehingga dia harus dilepaskan ke Parma. Dia memutuskan pensiun dari dunia sepak bola pada 2018 setelah tak memiliki klub selama 14 bulan.

5. Alberto Paloschi

Alberto Paloschi (skysports.com)
Alberto Paloschi (skysports.com)

Alberto Paloschi merupakan lulusan akademi AC Milan yang sempat bersinar bersama Chievo Verona pada 2013. Saat masih muda, dia merupakan pemain yang kerap dipanggil Timnas Italia U-21. Walau begitu, masa keemasannya harus berakhir ketika dirinya memutuskan untuk pindah ke Swansea City.

Bersama klub tersebut, Alberto Paloschi hanya bertahan selama enam bulan saja sebelum dirinya dijual ke Atalanta. Di Atalanta, dia tak mampu memenuhi ekspektasi pelatihnya sehingga harus dipinjamkan ke SPAL. Saat ini, Alberto Paloschi bermain untuk Siena di kompetisi Serie B.

 

Kelima pemain di atas dianggap tak mampu memaksimalkan potensinya saat masih muda. Mereka sempat digadang-gadang menjadi masa depan Timnas Italia saat ini. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Albin Sayyid Agnar
EditorAlbin Sayyid Agnar
Follow Us

Related Articles

See More

Cerita Daniel Marthin, Tanpa Ekspektasi di Laga Comeback

12 Mei 2026, 23:00 WIBSport