Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Schalke 04: Dulu Memikat, Sekarang Sekarat

Schalke 04: Dulu Memikat, Sekarang Sekarat
Schalke 04. (Twitter.com/s04_en)

Jakarta, IDN Times - Ada masa ketika Schalke 04 benar-benar jadi tim yang disegani di Bundesliga. Terakhir, masa itu terjadi saat Schalke ditangani Domenico Tedesco dalam kurun waktu 2017-2019.

Pada musim 2017/18, Schalke bahkan mampu menduduki posisi runner-up Bundesliga, di bawah Bayern Munich. Mereka juga sempat tampil di Liga Champions musim 2018/19. Namun, selepas hasil impresif ini, penampilan Schalke terjun bebas.

Sejak Januari 2020, Schalke bahkan tercatat masih nirkemenangan dalam melakoni 26 laga di Bundesliga. Alhasil, di musim 2020/21, Schalke masih bertengger di posisi juru kunci Bundesliga dengan torehan 3 poin saja.

Apa yang akhirnya membuat Schalke terjerembap seperti ini?

1. Kebijakan transfer Schalke yang tidak jalan

Schalke 04. (Twitter.com/s04_en)
Schalke 04. (Twitter.com/s04_en)

Sejatinya, Schalke sempat tampil apik pada paruh musim pertama 2019/20. Mereka bertengger di peringkat lima klasemen, sampai akhirnya 16 laga tanpa kemenangan di paruh musim kedua membuat Schalke terjerembap ke posisi 12 klasemen sementara.

Schalke pun punya peluang untuk membenahi itu. Bursa transfer musim panas 2020 memberikan mereka peluang untuk merekrut pemain berkelas. Namun, apa yang terjadi? Mereka justru kehilangan para pemain kunci.

Weston McKennie, Daniel Caligiuri, Guido Burgstaller, Sebastian Rudy, Alexander Neubel, serta Pablo Insua merupakan pemain-pemain yang memilih angkat kaki dari tim. Di sisi lain, Schalke cuma bisa merekrut Vedad Ibisevic dan Goncalo Paciencia. Alhasil, secara kualitas skuat, Schalke sudah kesulitan bersaing dengan tim lain.

2. Situasi keuangan klub yang jelek

Schalke 04. (Twitter.com/s04_en)
Schalke 04. (Twitter.com/s04_en)

Dilansir Bundesliga Fanatic, buruknya transfer yang dilakukan Schalke ini merupakan buah dari krisis finansial yang sedang mendera mereka. Bahkan, sebelum pandemi COVID-19 melanda dunia, Schalke sudah menderita kerugian sebesar 197 juta euro (setara Rp3,4 triliun).

Kerugian ini merupakan buah dari jarangnya fans datang ke stadion, yang tentunya semakin diperparah akibat pandemi COVID-19. Belum lagi, pemilik Schalke, Clemens Tonnies, juga mengalami kebangkrutan.

Mereka bahkan harus meminta dana jaminan ke Pemerintah Provinsi Nordrhein-Westfalen sebesar 40 juta euro (setara Rp686 miliar). Selain itu, klub tersebut juga harus meminjam dana sebesar 2,5 juta euro (setara 42 miliar) untuk salary cap pemain.

Ketiadaan dana inilah yang juga akhirnya berpengaruh buruk terhadap transfer Schalke. Lebih jauh, ketiadaan dana ini juga berefek kepada penampilan para pemainnya di atas lapangan.

3. Buruknya performa para pemain Schalke

Schalke 04. (Twitter.com/s04_en)
Schalke 04. (Twitter.com/s04_en)

Pemain-pemain Schalke yang masih ada di skuat musim ini gagal menunjukkan penampilan yang apik. Itu semua terangkum dalam catatan-catatan permainan Schalke yang ada di Whoscored maupun Understat.

Per Whoscored, Schalke jadi tim dengan torehan gol paling rendah di Bundesliga musim ini, yaitu enam gol. Mereka juga jadi tim dengan rataan tembakan per laga terendah keempat di Bundesliga, yaitu 11 kali.

Tidak cuma itu, angka xG (expected goals) Schalke jadi terendah kedua di Bundesliga, yakni 7,93. Mereka juga rawan kebobolan lawan karena angka xGA (expected goals against) mereka jadi yang tertinggi di Bundesliga, yakni 26,5.

Menilik semua catatan ini, Manuel Baum selaku pelatih Schalke punya pekerjaan rumah yang berat untuk membenahi skuat. Namun, pekerjaan rumah juga tidak jadi milik Baum saja, melainkan juga milik manajemen Schalke 04 itu sendiri.

Share
Topics
Editorial Team
Sandy Firdaus
EditorSandy Firdaus
Follow Us

Latest in Sport

See More

3 Pertandingan Menarik pada Pekan Ke-28 Bundesliga 2025/2026

03 Apr 2026, 08:34 WIBSport