Tradisi Souji Suporter Jepang yang Kembali Viral di Piala Dunia 2026

- Suporter Jepang kembali viral di Piala Dunia 2026 karena aksi bersih-bersih usai laga kontra Belanda di Dallas Stadium, melanjutkan tradisi yang sudah dikenal sejak Piala Dunia 1998.
- Tradisi Souji, yang berakar dari ajaran Shinto dan Zen Buddha, diajarkan sejak sekolah dan menjadi bentuk penghormatan bagi pemain, penggemar, serta stadion tempat pertandingan berlangsung.
- Para suporter menegaskan aksi bersih-bersih dilakukan sebagai wujud rasa hormat terhadap tuan rumah dan untuk menjaga momen kebersamaan tetap positif selama Piala Dunia 2026.
Jakarta, IDN Times - Suporter Jepang kembali mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Sama seperti edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya, suporter Jepang melakukan aksi bersih-bersih di stadion usai laga kontra Belanda di Dallas Stadium, Senin dini hari WIB (15/6/2026).
Terlihat dari sejumlah video yang beredar di berbagai platform media sosial, suporter Jepang sudah menyiapkan plastik biru untuk dijadikan tempat sampah. Mereka bekerja sama untuk membereskan tribune yang ditempati saat menonton agar kembali bersih seperti semula.
1. Tradisi di setiap event

Aksi suporter Jepang sebenarnya mulai menarik perhatian publik sejak Piala Dunia 1998. Kala itu, mereka melakukan gestur serupa dan menjadi perbincangan di media-media sezaman.
Tindakan ini seperti tradisi yang terus dijalankan dan dihormati suporter Jepang. Tak cuma suporter, pemain Jepang juga melakukannya dengan membersihkan ruang ganti yang dipakainya.
2. Sebuah tradisi yang dipupuk sejak kecil
Bersih-bersih merupakan sebuah tradisi di Jepang yang berakar dari agama Shinto dan Zen Buddha. Tradisi ini dikenal dengan istilah Souji, yang sudah dipupuk sejak bangku sekolah.
Hal tersebut diakui oleh salah seorang penggemar lewat video yang diunggah FIFA lewat akun Instagram-nya. Menurutnya, aksi bersih-bersih memang sudah merupakan tradisi sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh pihak.
"Bukan cuma tradisi, tapi juga bentuk penghormatan untuk semuanya. Penghormatan untuk para pemain, para penggemar, dan stadion," ujar penggemar Jepang tersebut.
3. Gak mau merusak momen
Suporter tersebut menegaskan, tak mau merusak momen kegembiraan dalam Piala Dunia 2026. Menurutnya, seluruh tempat yang disambangi harus dihormati karena sudah menjamu Jepang dengan baik.
"Kami merasa terhormat berada di sini, jadi kami tidak ingin membuatnya berantakan dan meninggalkannya begitu saja. Itulah alasan kami melakukannya," ujar dia.















