Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
UEFA dan CONCACAF Godok Kompetisi Tandingan FIFA, AFC Mau Ikut
ilustrasi bola UEFA Champions League (pixabay.com/legentheri)
  • UEFA dan CONCACAF menjajaki turnamen internasional tandingan FIFA bergaya Nations League, melibatkan 96 anggota, digelar dua tahunan, dan ditargetkan mulai 2028.
  • Kompetisi ini akan membagi peserta berdasarkan kasta liga; League A mempertemukan tim besar Eropa dan Amerika Utara, dengan fase grup September-November serta final Juni.
  • Turnamen berpotensi menghasilkan pendapatan komersial besar yang dibagi kepada peserta. AFC tertarik bergabung, tetapi keterlibatan PSSI belum pasti karena mendukung Gianni Infantino.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - UEFA dan CONCACAF menunjukkan keseriusannya dalam menentang rentetan kontroversi FIFA di bawah kepimpinan Gianni Infantino. Kini, kedua konfederasi tersebut dilaporkan mulai menggodok kompetisi tandingan FIFA.

The Guardian melansir, UEFA dan CONCACAF sedang menjajaki pembicaraan serius untuk membentuk sebuah turnamen internasional. AFC, konfederasi yang menaungi PSSI, juga dilaporkan tertarik untuk bergabung.

1. Pertemukan raksasa Eropa dan Amerika Utara di League A

Kompetisi yang digodok macam Nations League milik UEFA. Bedanya, skala kompetisi yang direncanakan jauh lebih besar, dengan mempertemukan 96 negara anggota dari Eropa dan Amerika Utara.

Format yang diadopsi juga sama dengan Nations League, namun akan digelar dua tahun sekali. Kompetisi tersebut ditargetkan bisa mulai bergulir pada tahun 2028 mendatang.

Nantinya, negara-negara peserta akan dibagi ke dalam sejumlah kasta liga, berdasarkan peringkat kekuatan. Daya tarik utama tentu League A, yang akan dihuni negara-negara besar kedua konfederasi tersebut.

Fase grup rencananya akan dimainkan pada kalender jeda internasional periode September, Oktober, dan November. Fase gugur digelar Maret, lalu partai puncak dihelat Juni.

2. Bawa potensi komersial raksasa untuk negara kecil

Wacana penggabungan ini bukan sekadar upaya politik untuk menentang Infantino, tetapi juga memiliki potensi memutar roda ekonomi yang besar. Pertandingan kompetitif antara anggota UEFA dan CONCACAF diyakini dapat mendulang nilai komersial selangit.

Pendapatan dari turnamen tersebut nantinya akan dikumpulkan dan dibagikan kepada seluruh peserta. Skema ini berpotensi memberikan tambahan pemasukan signifikan bagi negara-negara dengan kekuatan sepak bola yang lebih kecil.

Format tersebut juga bisa menjadi solusi bagi Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF), yang selama ini frustrasi dengan keterbatasan finansial di CONCACAF. Kesempatan menghadapi tim-tim top Eropa secara reguler bisa membuat Meksiko mempertimbangkan kembali rencana untuk bergabung dengan CONMEBOL.

3. AFC tertarik gabung, PSSI ikut atau tetap di gebong Infantino?

Masih dari laporan yang sama, AFC telah menyatakan minatnya untuk bergabung dalam turnamen gabungan tersebut di masa depan. Jika memang terealisasi, Timnas Indonesia mendapat panggung tambahan untuk unjuk gigi.

Hanya saja, belum ada jaminan apakah PSSI akan ikut serta dalam rencana tersebut. Federasi pimpinan Erick Thohir itu berada di gerbong Infantino, bahkan sudah blak-blakan memberikan dukungan kepada Infantino untuk kembali memimpin di periode 2027-2031.

Curated For You

Editorial Team

Related Article