iPhone 6 (support.apple.com)
Saat memperkenalkan iPhone 6 dan 6 Plus bersamaan dengan Apple Watch generasi pertama, Apple sebenarnya telah menggunakan aluminium seri 6000 sebagai material utama. Namun, hal tersebut tidak dijadikan sorotan utama dalam komunikasi produk mereka saat itu. Baru pada generasi berikutnya, Apple secara eksplisit menegaskan peningkatan material melalui iPhone 6s dan 6s Plus yang menggunakan aluminium seri 7000. Langkah ini menjadi respons atas kontroversi “bendgate” yang sempat menimpa iPhone 6 Plus. Melalui material yang lebih kuat, Apple ingin memastikan sekaligus membuktikan bahwa desain barunya jauh lebih kokoh dan tahan tekanan.
Sejak saat itu, Apple kembali mengangkat istilah “aerospace-grade aluminum” sebagai bagian dari narasi produknya. Pendekatan ini tidak hanya menekankan kekuatan material, tetapi juga membangun persepsi bahwa aluminium yang digunakan Apple berada di level berbeda dibandingkan dengan produk lain di pasaran. Strategi ini terus berlanjut hingga lini flagship terbaru, termasuk iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max yang kembali mengandalkan desain unibody berbahan aluminium.
Namun, kekuatan Apple tidak berhenti pada aspek teknis semata. Keputusan perusahaan untuk bertaruh pada aluminium sejak lebih dari dua dekade lalu juga membawa dampak signifikan terhadap isu keberlanjutan. Aluminium dikenal sebagai material yang sangat mudah didaur ulang, dan Apple sudah mulai menekankan keunggulan ini sejak era iMac 2007.
Kini, banyak produk Apple dibuat menggunakan 100 persen aluminium daur ulang. Perusahaan bahkan membangun sistem rantai pasok yang memungkinkan material tersebut terus digunakan kembali secara efisien. Pendekatan ini menjadi salah satu keunggulan operasional yang erat kaitannya dengan kepemimpinan Tim Cook, yang dikenal memiliki keahlian dalam mengelola efisiensi produksi dan logistik global.
Jika melihat ke belakang, langkah Apple menyulap bahan murah jadi ikon mewah bisa dibilang melampaui sekadar keputusan desain. Mereka berhasil mengangkat material yang sebelumnya identik dalam kehidupan sehari-hari menjadi elemen utama dalam perangkat premium. Transformasi ini bahkan mungkin melampaui ekspektasi awal Steve Jobs saat pertama kali memperkenalkannya pada awal 2000-an.
Lebih dari dua dekade kemudian, aluminium telah menjadi identitas visual Apple yang begitu kuat. Finishing khasnya bahkan bisa dikenali tanpa perlu logo. Konsistensi desain yang memadukan inovasi teknologi dan strategi branding menjadikan aluminium sebagai simbol presisi dan kemewahan. Inilah bukti bahwa Apple tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga mengubah cara pandang dunia terhadap sesuatu yang sebelumnya dianggap biasa.