Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daya Tahan Exynos vs Snapdragon di Galaxy S26, Beda Hampir 3 Jam

Daya Tahan Exynos vs Snapdragon di Galaxy S26, Beda Hampir 3 Jam
Hasil pengujian antar kedua chipset memiliki selisih daya tahan baterai hampir 3 jam (youtube.com/Android Addicts)
Intinya Sih
  • Samsung memperkenalkan Exynos 2600 dengan fabrikasi 2nm di Galaxy S26, sementara Snapdragon 8 Elite Gen 5 memakai proses 3nm dan hanya tersedia di AS serta Cina.
  • Pengujian dua unit Galaxy S26 identik menunjukkan hasil berbeda signifikan, dengan varian Exynos bertahan sekitar 6 jam 48 menit dan Snapdragon mencapai 9 jam 26 menit.
  • Hasil ini menegaskan efisiensi daya tidak hanya ditentukan ukuran fabrikasi; desain arsitektur dan optimalisasi software membuat Snapdragon tetap unggul dibanding Exynos dalam penggunaan harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perbandingan antara varian chipset dalam satu seri flagship selalu menarik perhatian, terutama ketika menyangkut efisiensi daya. Samsung sendiri membawa perubahan besar lewat chipset Exynos 2600 yang sudah menggunakan fabrikasi 2nm, sementara chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih mengandalkan proses 3nm dari TSMC. Menariknya, varian Snapdragon hanya tersedia di AS dan Cina, sementara pasar global menggunakan Exynos.

Perbedaan ini seharusnya tidak terlalu kentara karena keduanya dirancang untuk performa kelas atas. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan cerita yang berbeda. Banyak pengguna awalnya berharap bahwa tahun ini akan menjadi titik balik bagi Exynos. Apalagi, ekspektasi terhadap efisiensi daya meningkat drastis dibanding generasi sebelumnya karena peralihan ke teknologi fabrikasi 2nm.

Berbagai bocoran sempat menunjukkan peningkatan yang menjanjikan. Sayangnya, hasil pengujian terbaru justru memperlihatkan bahwa gap daya tahan baterai antara kedua varian ini masih sangat signifikan. Penasaran sama hasilnya? Berikut pengujiannya!

1. Ekspektasi terhadap proses fabrikasi 2nm semakin tinggi dan memengaruhi performa chipset Exynos 2600

Exynos 2600
Exynos 2600 (semiconductor.samsung.com)

Peralihan ke proses manufaktur 2nm menjadi salah satu langkah paling ambisius yang dilakukan Samsung melalui Exynos 2600. Teknologi ini secara teoritis memungkinkan konsumsi daya yang lebih rendah sekaligus peningkatan performa yang lebih stabil. Dalam konteks flagship seperti Samsung Galaxy S26, hal ini tentu menjadi nilai jual utama. Tidak sedikit yang berharap Exynos akhirnya bisa keluar dari bayang-bayang efisiensi Snapdragon.

Selain itu, rekam jejak Exynos sebelumnya yang sering dikritik karena boros daya membuat ekspektasi terhadap generasi baru ini semakin tinggi. Samsung tampak berusaha menjawab kritik tersebut dengan inovasi besar di sisi fabrikasi. Bocoran awal pun memperkuat optimisme bahwa Exynos 2600 mampu memberikan efisiensi yang jauh lebih baik dibanding pendahulunya. Hal ini membuat banyak pengguna percaya bahwa perbedaan dengan Snapdragon semakin tipis.

2. Pengujian dilakukan pada dua unit Samsung Galaxy S26 yang spesifikasinya identik

Samsung Galaxy S26+
Samsung Galaxy S26+ (samsung.com)

Ekspektasi tersebut kemudian diuji melalui pengujian penggunaan harian oleh kanal YouTube AndroidAddicts yang diunggah pada 27 Maret 2026. Pengujian ini dirancang untuk mencerminkan aktivitas sehari-hari, seperti melakukan panggilan telepon, merekam video, menggunakan navigasi Google Maps, hingga mengakses media sosial dan YouTube. Pendekatan ini penting karena memberikan gambaran yang lebih realistis dibanding sekadar benchmark sintetis.

Menariknya, pengujian ini dilakukan pada dua unit Galaxy S26 dengan spesifikasi yang hampir sepenuhnya identik. Perbedaan utamanya hanya terletak pada chipset yang digunakan, sehingga hasilnya lebih objektif dalam mengukur efisiensi daya. Pada kondisi setara, seharusnya hasil yang didapatkan juga tidak berbeda jauh. Namun, hasil akhir justru menunjukkan adanya perbedaan yang cukup mencolok.

3. Selisih daya tahan baterai antar kedua chipset hampir 3 jam

Exynos 2600 dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Exynos 2600 (kiri) (semiconductor.samsung.com) | Snapdragon 8 Elite Gen 5 (kanan) (qualcomm.com)

Dalam pengujian tersebut, varian Exynos mencatatkan daya tahan baterai sekitar 6 jam 48 menit. Sementara itu, varian Snapdragon mampu bertahan hingga 9 jam 26 menit dalam skenario penggunaan yang sama. Selisih hampir 3 jam ini menjadi angka yang sangat signifikan, terutama untuk perangkat di kelas flagship. Perbedaan ini sangat terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Dampaknya pun cukup besar bagi pengalaman pengguna. Melalui selisih tersebut, pengguna varian Exynos kemungkinan harus lebih sering mengisi daya dibandingkan pengguna varian Snapdragon. Hal ini semakin diperkuat oleh pengujian lain yang menunjukkan konsumsi daya Exynos lebih tinggi dibanding perangkat seperti OnePlus 15.

Padahal, perangkat tersebut memiliki baterai lebih besar dan optimalisasi yang berbeda. Temuan ini juga sejalan dengan pengujian sebelumnya, di mana Galaxy S26 dengan Exynos 2600 tercatat mengonsumsi daya hingga 40 persen lebih besar dibandingkan OnePlus 15 yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan dibekali baterai lebih besar.

4. Efisiensi daya tidak hanya bergantung pada ukuran fabrikasi yang dimiliki suatu chipset

Snapdragon 8 Elite Gen 5
Snapdragon 8 Elite Gen 5 (qualcomm.com)

Perbedaan ini menegaskan bahwa efisiensi daya tidak hanya bergantung pada ukuran fabrikasi semata. Meskipun Exynos 2600 sudah menggunakan teknologi 2nm yang lebih maju, faktor lain seperti desain arsitektur chipset dan optimalisasi software juga memainkan peran penting. Dalam hal ini, Qualcomm masih terlihat lebih unggul dalam mengelola konsumsi daya. Sementara itu, Samsung perlu meningkatkan integrasi antara hardware dan software pada lini Exynos agar mampu bersaing lebih konsisten.

Perbedaan daya tahan baterai antara dua varian Galaxy S26 ini jelas bukan hal sepele. Selisih hampir 3 jam menunjukkan bahwa pilihan chipset masih sangat memengaruhi pengalaman penggunaan secara keseluruhan. Bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai, varian Snapdragon menjadi pilihan yang lebih unggul saat ini.

Di sisi lain, hasil ini juga menjadi catatan penting bagi Samsung bahwa inovasi seperti fabrikasi 2nm perlu diimbangi dengan optimalisasi menyeluruh. Jika gap seperti ini masih terjadi, Exynos masih punya pekerjaan rumah besar untuk benar-benar menyaingi Snapdragon di kelas smartphone flagship. Pada akhirnya, konsumen yang akan menentukan apakah perbedaan ini masih bisa ditoleransi atau tidak dalam penggunaan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More