5 Fakta Unik dan Menarik HP SONY, Tidak Dijual di Indonesia

- SONY tidak menjual HP-nya secara resmi di Indonesia karena faktor TKDN, harga tinggi, dan pasar yang dianggap kurang menguntungkan, sehingga pembelian hanya bisa lewat luar negeri atau jasa titip.
- Perusahaan ini hanya menawarkan dua seri smartphone, yaitu Xperia 1 sebagai flagship dan Xperia 10 untuk kelas menengah, tanpa varian entry level atau model khusus seperti gaming maupun foldable.
- HP SONY dikenal dengan desain unik: tetap mempertahankan fitur klasik seperti jack audio dan slot MicroSD, layar tanpa notch dengan bezel tebal, serta bodi memanjang beraspek rasio 21:9.
Sebagai salah satu perusahaan elektronik dan hiburan terbesar di dunia SONY tak mau ketinggalan masuk ke industri HP. Awalnya SONY hanya menjual HP konvensional pada era 1990 hingga 2000-an. Namun, pada era 2010-an perusahaan asal Jepang tersebut mulai masuk ke pasar smartphone yang sudah mulai dikuasai oleh Apple dan Samsung.
Menariknya, HP SONY punya berbagai keunikan yang membedakannya dengan merek lain. HP SONY punya identitas desain yang kuat, masih mempertahankan berbagai teknologi, dan punya bodi memanjang yang mudah digenggam. Kupas tuntas semuanya secara mendalam di artikel ini, yuk!
1. HP SONY tidak dijual secara resmi di Indonesia

Meski merupakan nama besar di industri HP, cakupan penjualan SONY cukup sempit. Salah satunya tercermin dari keputusan SONY untuk tidak menjual HP mereka di Indonesia. Dilansir berbagai sumber, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti HP SONY yang tidak memenuhi TKDN, harga HP SONY yang tinggi dan tak cocok dengan pasar Indonesia, SONY kalah saing dengan merek lain, serta SONY menganggap pasar Indonesia kurang menguntungkan. Jika ingin mendapatkan HP SONY kamu harus membelinya dari luar negeri atau menggunakan layanan jasa titip (jastip).
2. Hanya menjual dua seri HP

Tak seperti merek lain yang punya puluhan produk dan lini, SONY hanya berfokus pada dua seri HP, yaitu SONY Xperia 1 (flagship) dan SONY Xperia 10 (mid-range). SONY tidak menjual HP entry level, gaming, flagship murah, HP foldable, atau HP yang berfokus pada satu kegunaan tertentu. Dilansir laman resmi SONY, Xperia 1 dijual sekitar Rp30 jutaan sementara Xperia 10 dibanderol sekitar Rp9 jutaan. Karena serinya terbatas, konsumen tidak memiliki banyak pilihan serta dipaksa untuk merogoh kocek lebih dalam.
3. HP SONY masih mempertahankan banyak fitur kuno

Berbagai HP modern (khususnya flagship) sudah menghilangkan beberapa fitur "kuno" seperti jack audio 3.5 milimeter, slot MicroSD, hingga side mounted fingerprint atau fingerprint yang menyatu dengan tombol power. Menariknya, HP SONY tidak melakukan hal tersebut, lho! Dilansir PhoneArena, beberapa HP baru keluaran SONY seperti Xperia 1 VIII masih menghadirkan jack audio dan slot MicroSD.
Di saat HP flagship lain menggunakan in display fingerprint, SONY Xperia 1 VII yang dirilis pada 2025 masih mempertahankan side mounted fingerprint yang umumnya ada di HP Rp1 juta--2 jutaan. Bagi kebanyakan orang semua fitur tersebut sudah kuno dan tidak relevan. Namun, tak sedikit yang menganggap bahwa SONY berbaik hati karena masih menyediakan semua fitur tersebut.
4. HP SONY punya layar tanpa notch

Layar dengan potongan kamera atau notch sudah menjadi ciri khas dari HP modern. Ada notch yang besar dan melebar, notch water drop, punch hole, hingga berbentuk kapsul. Namun, laman NoteBookCheck dan Mashable menerangkan bahwa HP SONY tidak memiliki notch di layarnya. Sebaliknya, HP SONY punya layar full screen dan bezel tebal di bagian atas bawah.
Bezel tebal di bagian atas tersebut menjadi tempat bagi beberapa hal seperti kamera depan, speaker, hingga berbagai sensor. Hal tersebut memberikan tampilan yang unik dan membuat HP SONY semakin praktikal. Namun, jika tak terbiasa tampilan tersebut juga bisa memberikan kesan yang aneh.
5. HP SONY punya bodi memanjang

Kebanyakan HP modern memiliki aspek rasio 19.5:9 sehingga membuat bodinya panjang tapi tetap lebar. Dilansir GSMArena, HP SONY memiliki aspek rasio yang berbeda, yaitu 21:9, khususnya di HP flagship seperti SONY Xperia 1 VI dan Xperia 1 V. Aspek rasio tersebut membuat bodi HP SONY lebih panjang dan ramping. Bodi ramping membuat HP SONY lebih nyaman digenggam dengan satu tangan. Namun, bodi panjang membuat jari kamu sulit untuk menjangkau bagian ujung atau atas layar.
Semua keunikan tersebut membuat HP SONY tampil beda dari Samsung, Apple, atau Xiaomi. Bagi fans SONY, keunikan yang hadir memberikan identitas dan ciri khas tersendiri. Meski begitu, tak semua orang akan cocok dengan keunikan yang dihadirkan. Kebanyakan orang kurang familier dengan keunikan HP SONY dan lebih memilih untuk membeli HP lain yang lebih mainstream.



















