Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kabar Buruk Bagi Industri HP pada 2026, ASUS Minggat?
ilustrasi HP (unsplash.com/Andrey Matveev)
  • Kelangkaan dan kenaikan harga RAM menaikkan biaya produksi hingga 30 persen; harga HP baru, bekas, dan refurbished disebut naik sampai 50 persen pada 2026.
  • ASUS resmi tidak memproduksi HP baru mulai 2026, tetapi tetap menyediakan layanan perangkat lama; perusahaan beralih fokus ke PC, robotik, dan AI.
  • realme keluar dari pasar China demi pasar global, sementara Samsung dikabarkan dapat menghentikan Galaxy Z Flip dan Nothing merestrukturisasi strategi penjualan regional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, 2026 menjadi tahun yang cukup kelam bagi industri HP. Bukannya peningkatan dan inovasi, industri HP justru terasa mundur. Berbagai produsen tampak kewalahan, bahkan produk terbarunya sering dibandingkan dengan produk lama yang dianggap lebih worth it.

Beberapa kabar buruk industri HP pada 2026 yang santer berhembus mulai dari kenaikan harga, beberapa merek yang mengubah strategi penjualan, hingga dihentikannya beberapa seri HP. Tak hanya berefek bagi pemasukan produsen, semua hal tersebut juga berdampak ke konsumen. Mau tahu apa saja dampaknya?

1. Harga HP terus mengalami kenaikan

ilustrasi HP (unsplash.com/Vựa Táo)

Kabar buruk pertama yang efeknya paling terasa adalah kenaikan harga HP. Penyebab kenaikan harga tersebut adalah kelangkaan dan kenaikan harga chip memori (RAM). Karena kenaikan harga chip dan kelangkaannya, biaya produksi HP naik hingga 30 persen dan harga jualnya ikut meningkat. Kenaikan harga HP terjadi di semua model, mulai dari flagship, mid-range, hingga entry level.

Dilansir Techradar, harga HP naik hingga 50 persen pada 2026 dan industri HP diprediksi akan anjlok hingga 15 persen. Kenaikan harga tak hanya terjadi pada HP baru, tapi juga terlihat pada HP bekas hingga HP refurbished. Untuk mengatasi kenaikan harga tersebut, produsen HP juga mulai membatasi produksi dan distribusi HP. Jadi, kenaikan harga tak hanya berefek pada konsumen, tetapi juga berefek produsen itu sendiri.

2. ASUS meninggalkan industri HP

ROG phone (unsplash.com/Reg Chien)

Laman Smartprix menjelaskan bahwa ASUS menyatakan secara resmi tak akan memroduksi HP baru pada 2026 dan seterusnya. Pernyataan yang disampaikan oleh Chairman Jonney selaku Chairman ASUS tersebut secara langsung mengonfirmasi bahwa mereka keluar dari industri HP. Namun, layanan after sales, servis, dan update software bagi perangkat yang sudah dijual masih akan terus berlangsung,

ASUS juga menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil akibat kenaikan harga RAM dan meningkatnya biaya produksi. ASUS juga menganggap bahwa industri HP sudah tidak cocok dengan perusahaan sehingga memutuskan untuk fokus ke industri lain, seperti PC, robotik, dan AI. Jika melihat ke belakang, penjualan ROG Phone dan Zenfone juga tak terlalu baik sehingga keputusan ASUS untuk minggat dari industri HP cukup masuk akal.

3. realme minggat dari pasar China dan fokus ke pasar global

ilustrasi HP realme (unsplash.com/Amanz)

Dilansir 9to5Google, realme (yang merupakan perusahaan asal China) secara resmi keluar dari pasar China pada Juni 2026. Mereka memutuskan fokus beroperasi di pasar global. Secara spesifik, OPPO selaku "atasan" dari realme akan memfokuskan merek tersebut untuk berjualan di wilayah Eropa, seperti di Denmark, Finlandia, dan Norwegia. Di pasar China sendiri peran realme akan digantikan oleh OnePlus yang justru menghentikan penjualan mereka di pasar global. Strategi tersebut merupakan bagian dari rencana OPPO agar tetap bisa bertahan di tren buruk industri HP akibat kenaikan harga dan krsisis RAM.

4. Samsung akan menghentikan produksi Galaxy Z Flip

ilustrasi Samsung Galaxy Z Flip (unsplash.com/Amanz)

Kabar buruk juga datang dari Samsung yang merupakan penguasa pasar HP lipat. Laman SamMobile menerangkan bahwa beredar berita bahwa Samsung akan menghentikan seri Samsung Galaxy Z Flip. Rumor tersebut menyatakan bahwa biaya produksi Galaxy Z Flip terus meningkat, permintaan konsumen kian menurun, dan sudah tak ada ruang untuk mengembangkan seri tersebut. Samsung memang belum memberikan pernyataan resmi. Tapi, jika rumor ini benar, lini HP lipat Samsung hanya akan menyisakan Galaxy Fold. Pasar HP flip juga akan makin sempit karena sekarang hanya ada dua pemain utama, yaitu Samsung dengan Galaxy Z Flip dan Motorola dengan Motorola Razr.

5. Nothing berhenti berjualan di beberapa daerah

ilustrasi Nothing Phone (unsplash.com/Shawn Rain)

Laporan dari digit.in menyatakan bahwa Nothing berhenti berjualan di 12 kawasan, mulai Jepang, Timur Tengah, dan beberapa wilayah Eropa. Menariknya, rumor tersebut sempat dibantah oleh Akis Evangelidis selaku Head of Marketing dari Nothing. Nothing tak akan berhenti berjualan di beberapa daerah, tapi akan mengubah strategi penjualannya untuk mengikuti tren pasar yang terus berubah pada 2026 dan seterusnya. Salah satu strateginya adalah melakukan reorganisasi tim, mengubah sistem bisnis, dan mulai berfokus pada AI, mirip dengan produsen HP yang lain.

Sederet kabar buruk industri HP pada 2026 ini memang terbilang mengecewakan. Beberapa memang masih berbentuk rumor. Namun, jika rumornya terbukti benar, industri HP akan berubah dan mengalami pergeseran. Semua kabar tersebut juga memberikan efek yang besar, entah itu bagi produsen, penjual, konsumen, bahkan bagi industri teknologi secara garis besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article