Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

TikTok Go Resmi Hadir, Cari Kuliner Kini Bisa Langsung Booking!

TikTok Go Resmi Hadir, Cari Kuliner Kini Bisa Langsung Booking!
ilustrasi akun tiktok (unsplash.com/@collabstr)
Intinya Sih
  • TikTok resmi meluncurkan TikTok Go by Tokopedia di Indonesia pada April 2026, menghadirkan fitur pencarian kuliner yang memungkinkan pengguna langsung membeli voucher dan berkunjung ke lokasi dari video.
  • Layanan ini membuka peluang cuan baru bagi kreator lewat sistem komisi dari penjualan voucher yang terjadi melalui konten kuliner dengan tag lokasi merchant tertentu di video mereka.
  • TikTok Go membantu merchant dine-in meningkatkan kunjungan hingga 20 kali lipat, didukung promosi berbasis konten, kolaborasi kreator, serta fitur refund otomatis untuk kenyamanan pengguna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lagi enak scrolling TikTok, tiba-tiba muncul video makanan yang bikin lapar. Seketika langsung penasaran dan bertanya, "Ini tempatnya di mana, ya?" Pengalaman seperti ini mungkin sering dialami banyak pengguna saat mencari rekomendasi kuliner di media sosial. Kini, proses mencari tempat makan jadi lebih praktis lewat layanan baru bernama TikTok Go by Tokopedia.

TikTok resmi memperkenalkan TikTok Go by Tokopedia di Indonesia pada 29 April 2026 melalui acara Partner Summit pertamanya. Acara tersebut mempertemukan pelaku bisnis dine-in, kreator, dan berbagai mitra untuk melihat langsung cara kerja layanan terbaru ini. TikTok Go hadir sebagai layanan yang menghubungkan konten digital dengan pengalaman nyata di dunia offline. Melalui sistem ini, pengguna bisa menemukan tempat makan dari video, membeli voucher, lalu datang langsung ke lokasi untuk melakukan redeem.

1. TikTok kini berubah jadi katalog rasa

Seseorang memegang ponsel yang menampilkan aplikasi TikTok di layar, dengan latar meja kayu dan suasana santai di rumah.
ilustrasi media sosial TikTok (pexels.com/cottonbro studio)

TikTok Go by Tokopedia pada dasarnya mengubah TikTok menjadi semacam “katalog rasa” digital yang memudahkan pengguna mencari referensi kuliner. Saat melihat video makanan atau tempat nongkrong, pengguna kini dapat langsung mengakses detail lokasi, ulasan, daftar menu, hingga promo voucher tanpa perlu keluar dari aplikasi. Proses pencarian yang sebelumnya hanya berhenti di konten kini dibuat lebih praktis.

Alur penggunaannya juga dibuat sederhana agar mudah dipahami berbagai kalangan. Pengguna cukup menonton video kuliner, lalu mengklik tag lokasi yang terhubung ke merchant tertentu. Setelah itu, pengguna akan diarahkan ke halaman khusus berisi berbagai informasi lengkap mengenai tempat tersebut. Jika tertarik, pengguna bisa langsung membeli voucher dan datang ke lokasi untuk memakai promo yang sudah dibeli sebelumnya.

Meski sebenarnya sudah mulai muncul sejak akhir 2024, TikTok Go baru diperkenalkan secara resmi lewat integrasi yang lebih matang bersama Tokopedia pada April 2026. Integrasi ini menjadi langkah penting karena menggabungkan kekuatan konten video pendek dan sistem transaksi digital dalam satu ekosistem. TikTok melihat kebiasaan pengguna yang kini semakin sering mencari rekomendasi kuliner melalui media sosial. Karena itu, TikTok Go hadir untuk menjembatani proses dari inspirasi menjadi aksi nyata.

Selain memudahkan pengguna, layanan ini juga dinilai mampu memperkuat tren discovery berbasis konten di Indonesia. Pengguna tidak lagi hanya menonton video untuk hiburan, tetapi juga menjadikannya referensi sebelum memutuskan mengunjungi suatu tempat. Pengalaman mencari tempat makan pun terasa lebih cepat karena semua kebutuhan tersedia dalam satu platform. Hal ini membuat TikTok Go punya posisi berbeda dibanding layanan pencarian kuliner biasa.

2. Kreator kini bisa dapat cuan dari konten kuliner

Seorang barista menuangkan minuman ke dalam gelas plastik di atas meja kayu dengan tiga jenis minuman kafe berwarna berbeda.
ilustrasi minuman di kafe (unsplash.com/tommao wang)

Bagi kreator, TikTok Go membuka peluang monetisasi baru yang sebelumnya belum banyak tersedia di konten kuliner. Melalui menu TikTok Studio, kreator dapat membuat konten review restoran, kafe, jajanan, hingga tempat hiburan keluarga sambil menambahkan tag lokasi merchant tertentu. Konten yang dibuat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan atau rekomendasi, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan tambahan.

Saat penonton mengklik tag lokasi di video tersebut, mereka akan diarahkan ke halaman merchant yang menampilkan alamat, menu, ulasan, hingga voucher yang tersedia. Di sinilah peluang monetisasi muncul. Jika pengguna membeli voucher melalui video tersebut, kreator akan memperoleh komisi dari transaksi yang terjadi. Sistem ini membuat hubungan antara kreator dan merchant menjadi lebih langsung karena konten bisa berdampak pada penjualan nyata.

Namun, tidak semua akun bisa langsung mengikuti program ini. TikTok menetapkan sejumlah syarat bagi kreator yang ingin bergabung, seperti memiliki akun profesional atau bisnis, berusia minimal 18 tahun, memiliki setidaknya 1.000 pengikut, dan tidak pernah melanggar pedoman komunitas TikTok. Setelah memenuhi syarat, kreator bisa mengakses katalog merchant yang tersedia di platform.

Katalog tersebut berisi berbagai jenis merchant, mulai dari restoran, minuman, jajanan, hingga tempat hiburan keluarga. Kreator juga dapat melihat estimasi komisi sebelum memilih lokasi yang ingin dipromosikan. Selanjutnya, mereka tinggal membuat konten seperti biasa berdasarkan pengalaman saat mengunjungi lokasi tersebut. Semakin menarik dan relevan kontennya, semakin besar peluang pengguna membeli voucher dari video yang diunggah.

3. TikTok Go bantu merchant untuk mendapatkan pengunjung baru

ilustrasi dinner di restoran dengan menu pasta dan salad
ilustrasi dinner di restoran dengan menu pasta dan salad (magnific.com/KamranAydinov)

TikTok Go tidak hanya menguntungkan kreator, tetapi juga memberi peluang besar bagi bisnis dine-in untuk memperoleh pelanggan baru. Lewat sistem berbasis konten, merchant dapat memanfaatkan video kreator sebagai media promosi yang terasa lebih natural dan dekat dengan keseharian pengguna. Konten autentik seperti review makanan atau pengalaman nongkrong dinilai lebih mudah menarik perhatian dibanding iklan konvensional.

TikTok mencatat bahwa pesanan harian merchant dine-in di ekosistem TikTok Go tumbuh lebih dari 20 kali lipat sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa integrasi antara konten dan transaksi digital mampu mendorong peningkatan kunjungan ke toko offline. Merchant tidak hanya memperoleh eksposur tambahan, tetapi juga peluang konversi yang lebih nyata dari konten yang beredar di platform.

Selain itu, merchant yang bergabung juga mendapat berbagai dukungan dari TikTok Go by Tokopedia. Dukungan tersebut mencakup subsidi produk, peningkatan visibilitas di platform, hingga kolaborasi bersama kreator untuk memproduksi konten langsung di lokasi usaha mereka. Pendekatan ini membantu bisnis membangun kredibilitas lebih cepat sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas.

TikTok juga menghadirkan fitur baru bernama “Buy with Ease, Refund Anytime” untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Lewat fitur ini, voucher yang tidak digunakan dapat dikembalikan secara otomatis tanpa proses rumit. Kehadiran fitur tersebut diharapkan bisa meningkatkan rasa aman pengguna saat membeli voucher kuliner melalui platform.

4. TikTok Go targetkan puluhan ribu bisnis dine-in

ilustrasi deretan kafe/restoran yang mirip dalam satu area
ilustrasi deretan kafe/restoran yang mirip dalam satu area (freepik.com/freepik)

TikTok Go by Tokopedia menargetkan dapat memberdayakan puluhan ribu bisnis dine-in di Indonesia sepanjang 2026. Target tersebut akan didukung lewat berbagai program seperti pelatihan digital, kebijakan intensif, hingga dukungan promosi bagi merchant lokal. TikTok ingin membantu lebih banyak bisnis memanfaatkan kekuatan konten digital untuk menjangkau konsumen baru.

Mengutip keterangan resmi TikTok di situs Newsroom, William Panjaitan selaku Lead of Key Dine-in Merchant TikTok Go by Tokopedia mengatakan bahwa pihaknya ingin menjadikan TikTok Go sebagai wadah terpercaya bagi pengguna sekaligus pendorong pertumbuhan bisnis lokal. Melalui hubungan antara kreator, merchant, dan komunitas dalam satu ekosistem, TikTok percaya dampak ekonomi yang tercipta bisa lebih luas dan berkelanjutan.

Melihat perkembangan tren konten kuliner di media sosial, TikTok Go berpotensi menjadi salah satu layanan yang semakin sering digunakan masyarakat Indonesia. Banyak pengguna kini tidak hanya mencari hiburan di TikTok, tetapi juga menjadikan platform tersebut sebagai sumber rekomendasi tempat makan dan nongkrong. TikTok melihat perubahan perilaku ini sebagai peluang besar untuk membangun layanan discovery yang lebih terintegrasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More