Nama XBOX Dipilih Mayoritas Gamer, Ada Potensi Rebranding?
- Polling Asha Sharma di media sosial menunjukkan 64,8% dari hampir 20 ribu gamer lebih memilih penulisan XBOX dengan huruf kapital penuh dibandingkan format klasik Xbox.
- Microsoft mulai menonjolkan identitas baru lewat logo bernuansa hijau terang, slogan 'We are Xbox', dan pembaruan akun resmi, menandakan arah rebranding yang lebih kuat untuk ekosistem gaming mereka.
- Asha Sharma mendapat respons positif karena dianggap dekat dengan komunitas gamer, sementara Microsoft berupaya memperbaiki layanan dan memperkuat posisi Xbox sebagai brand gaming utama.
Microsoft kembali memancing perhatian komunitas gamer setelah CEO Xbox, Asha Sharma, mengadakan polling sederhana di media sosial X pada 14 Mei 2026. Pertanyaannya terdengar simpel, yakni memilih antara penulisan Xbox atau XBOX. Namun, hasilnya justru mengejutkan. Mayoritas gamer ternyata lebih menyukai versi huruf kapital penuh. Polling tersebut kemudian ramai dibahas karena dianggap menjadi sinyal bahwa Microsoft tengah mempertimbangkan arah branding baru untuk Xbox.
Mengutip Windows Central, polling itu diikuti hampir 20 ribu pengguna dalam waktu 24 jam. Sebanyak 64,8 persen dari total 19.176 pemilih memilih XBOX dibandingkan format klasik Xbox yang selama ini digunakan Microsoft. Hasil tersebut membuat banyak gamer penasaran apakah perusahaan benar-benar akan mengubah tampilan resmi brand gaming mereka. Meski belum ada pengumuman final, perubahan kecil ini sudah memicu perbincangan besar di kalangan komunitas Xbox.
1. Mayoritas gamer pilih XBOX
Sejak pertama kali hadir bersama game legendaris Halo: Combat Evolved, nama Xbox memang sudah melekat kuat di industri gaming. Penulisan Xbox dianggap sederhana, mudah diingat, dan punya identitas khas yang berbeda dari kompetitor lain. Maka dari itu, banyak orang mengira format penamaan tersebut tidak akan pernah berubah. Nama Xbox bahkan sudah menjadi bagian penting dari sejarah konsol gaming modern selama lebih dari dua dekade.
Namun, polling yang dibuat Asha Sharma menunjukkan bahwa sebagian besar gamer ternyata tertarik pada tulisan XBOX yang memakai huruf kapital penuh. Menurut banyak pengguna, gaya tersebut lebih tegas, mencolok, dan lebih cocok untuk identitas gaming. Apalagi, beberapa logo konsol Xbox selama ini memang sering memakai gaya huruf kapital pada desain visualnya. Hal itu membuat penamaan XBOX terasa tidak sepenuhnya asing di mata penggemar lama.
Meski begitu, tidak semua pemain setuju terhadap perubahan tersebut. Sebagian gamer merasa penulisan XBOX terlihat terlalu agresif dan terkesan memaksa tampil keren. Ada juga yang menilai format klasik Xbox justru lebih nyaman dibaca dibandingkan versi kapital penuh.
2. Rebranding Xbox mulai terlihat

Perubahan ini sebenarnya bukan satu-satunya langkah rebranding yang dilakukan Microsoft. Belakangan, perusahaan semakin menonjolkan nama Xbox dibandingkan label “Microsoft Gaming”. Bahkan akun resmi Xbox di platform X sempat diperbarui memakai format XBOX setelah hasil polling diumumkan. Langkah tersebut membuat banyak orang percaya bahwa Microsoft memang sedang menguji respons publik terhadap identitas baru brand mereka.
Mengutip CBR, logo Xbox juga disebut mengalami penyegaran visual memakai nuansa hijau lebih terang dan efek kaca mengilap. Tampilan baru tersebut dianggap membawa nuansa nostalgia era Xbox generasi pertama yang dirilis pada 2001. Microsoft juga memperkenalkan slogan baru “We are Xbox” untuk memperkuat identitas brand gaming mereka. Strategi ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin menghadirkan citra Xbox yang lebih kuat dan mudah dikenali.
Rumor mengenai proyek konsol generasi berikutnya bernama Project Helix ikut memperkuat dugaan bahwa Xbox sedang memasuki era baru. Microsoft tampaknya ingin membuat ekosistem Xbox terasa lebih premium, lebih terintegrasi di Windows, dan lebih dekat ke komunitas gamer modern. Perusahaan juga mulai fokus membangun pengalaman lintas perangkat yang lebih konsisten bagi pemain.
3. Asha Sharma dinilai lebih dekat dengan komunitas gamer

Respons komunitas terhadap Asha Sharma juga cukup positif. Banyak pemain memuji pendekatan Sharma yang dinilai mau mendengarkan masukan gamer secara langsung. Di media sosial, sejumlah pengguna bahkan membuat gambar AI yang menampilkan Sharma memakai mahkota bertema XBOX dan menyebutnya sebagai “XBOX Queen”. Hal tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Sharma mulai diterima baik oleh sebagian komunitas Xbox.
Tidak sedikit pula gamer yang memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan harapan lain kepada Xbox. Beberapa meminta fitur avatar lama dihidupkan kembali, sementara yang lain berharap lebih banyak game eksklusif dan peningkatan pengalaman pengguna di konsol maupun PC. Banyak pemain juga berharap Xbox bisa menghadirkan sistem antarmuka yang lebih sederhana dan mudah digunakan. Respons aktif dari komunitas ini memperlihatkan bahwa gamer ingin dilibatkan dalam perkembangan platform favorit mereka.
Dalam memo internal perusahaan, Sharma juga mengakui bahwa banyak pemain mulai frustrasi terhadap beberapa aspek layanan Xbox. Ia menyebut fitur baru di konsol terasa kurang cepat hadir, pengalaman pengguna masih terfragmentasi, dan harga layanan gaming semakin sulit dijangkau sebagian pemain. Selain itu, developer dan publisher disebut menginginkan dukungan tools dan sistem distribusi yang lebih baik dari Xbox. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Microsoft sadar masih ada banyak hal yang perlu dibenahi.
4. Xbox ingin jadi brand gaming nomor satu

Microsoft tampaknya ingin menjadikan Xbox sebagai identitas utama di seluruh ekosistem gaming mereka. Selain perubahan branding, perusahaan juga mulai melakukan penyesuaian harga layanan Game Pass agar lebih terjangkau bagi pemain. Langkah itu dinilai sebagai cara untuk memperluas jumlah pengguna Xbox di berbagai platform. Microsoft juga ingin membuat layanan gaming mereka terasa lebih inklusif untuk gamer baru.
Fokus lainnya adalah memperkuat pengalaman pengguna melalui sistem pencarian, personalisasi, fitur sosial, hingga dukungan lebih baik bagi developer dan publisher game. Microsoft melihat bahwa generasi gamer saat ini tidak hanya ingin bermain, tetapi juga membuat konten dan berinteraksi secara online. Karena itu, Xbox ingin menghadirkan platform yang bisa menjadi pusat aktivitas digital pemain. Strategi tersebut dianggap penting untuk bersaing melawan ekosistem gaming lain yang terus berkembang.
Untuk saat ini, belum ada kepastian apakah Microsoft benar-benar akan mengganti penulisan resmi Xbox menjadi “XBOX”. Namun, polling besar yang dilakukan Asha Sharma menunjukkan bahwa ide tersebut mendapat dukungan cukup kuat dari komunitas gamer. Jika strategi ini dianggap mampu memperkuat brand Xbox di masa depan, bukan tidak mungkin jika nama “XBOX” benar-benar menjadi identitas baru konsol gaming milik Microsoft tersebut.


















![[QUIZ] Dari Kepribadianmu, Kamu Mirip Pendiri Perusahaan Teknologi Siapa?](https://image.idntimes.com/post/20250601/pexels-chinmay-singh-251922-819635-051168c531cac2e4e36a32f59533acc4-c64d21b3d5976b508eddd2c3f5dd5025.jpg)
