Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Rosetta, Emulator Penting Pendukung Intel dari Apple
ilustrasi ekosistem Apple (pexels.com/Esmihel Muhammed)
  • Rosetta 2 menjadi emulator penting yang memungkinkan aplikasi berbasis Intel berjalan lancar di Mac dengan cip Apple Silicon tanpa konfigurasi manual, menjaga kompatibilitas dan performa tinggi bagi pengguna.
  • Pemasangan Rosetta 2 berlangsung otomatis saat sistem mendeteksi aplikasi Intel pertama kali dijalankan, cukup dengan koneksi internet stabil dan izin pengguna melalui jendela instalasi macOS.
  • Apple berencana menghentikan dukungan penuh Rosetta 2 pada macOS generasi mendatang, mendorong pengembang serta pengguna untuk beralih ke aplikasi versi Universal atau Apple Silicon demi performa optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apple Silicon menghadirkan lompatan performa yang sangat luar biasa pada jajaran perangkat Mac terbaru lewat emulator Rosetta. Chip M1 mengusung teknologi CPU 8-core yang menjanjikan kecepatan proses data sampai 3,5 kali lebih kencang. Kehadiran Rosetta sebagai penghubung cerdas memastikan stabilitas seluruh ekosistem aplikasi yang digunakan.

Teknologi integrasi yang sangat ketat adalah kunci utama kesuksesan transisi Apple dalam industri komputer. Pengguna merasakan pengalaman menjalankan berbagai program dengan kecepatan yang melampaui performa prosesor sebelumnya. Inovasi termutakhir itu memberikan fleksibilitas penuh bagi pengembang aplikasi untuk optimalisasi tanpa hambatan teknis berarti.

1. Rosetta 2 adalah emulator yang sangat berperan menjalankan aplikasi Intel

ilustrasi ekosistem Apple (pexels.com/Yugandhar Bonde)

Rosetta 2 adalah emulator cerdas yang menghubungkan transisi arsitektur dari prosesor Intel ke Apple Silicon. Komponen itu bekerja otomatis di latar belakang untuk menerjemahkan instruksi aplikasi agar bisa berjalan sempurna pada cip terbaru. Pengguna tidak mesti melakukan konfigurasi manual karena macOS akan langsung memproses seluruh data tiap kali sistem mendeteksi aplikasi berbasis Intel.

Sistem operasi biasanya memerlukan sekitar 20 detik untuk menyelesaikan konversi awal saat pengguna membuka aplikasi, seperti Microsoft Office. Integrasi perangkat lunak yang sangat matang pada level perangkat keras membuat performa aplikasi tertentu terasa lebih gegas dari versi aslinya. Keunggulan itu memberikan kenyamanan bagi pengguna profesional untuk tetap produktif tanpa mengkhawatirkan masalah kompatibilitas dengan aplikasi lama.

Rosetta dapat menangani beragam instruksi kompleks, termasuk program yang menggunakan fitur JIT compilers. Rosetta tetap memiliki batasan fungsionalitas karena tidak mendukung kernel extensions dan aplikasi Virtual Machine yang memvirtualisasikan platform x86_64. Keberadaan fitur transisi itu berperan krusial dalam membantu pengembang menyiapkan universal binary sebelum Apple menghentikan dukungan menyeluruh pada masa mendatang.

2. Ini langkah praktis memasang Rosetta 2 secara otomatis

ilustrasi ekosistem Apple (pexels.com/Stanislav Kondratiev)

Pengguna hanya mesti menghubungkan perangkat Mac ke jaringan internet stabil untuk memulai penggunaan Rosetta. Sistem operasi segera mendeteksi kebutuhan akan komponen tambahan saat mereka membuka aplikasi berbasis Intel pertama kali. Komputer secara otomatis menampilkan jendela pemberitahuan yang menanyakan kesediaan untuk memasang Rosetta.

Pengguna cukup memilih tombol instal pada jendela dialog yang muncul. Mereka kemudian memasukkan username dan kata sandi macOS untuk memberikan izin akses pemasangan. Sistem operasi selanjutnya memproses pengunduhan dan konfigurasi data secara mandiri tanpa intervensi tambahan.

Pengguna bisa langsung menggunakan seluruh aplikasi yang membutuhkan instruksi penerjemahan Rosetta seperti biasa. Komponen itu tetap memberikan dukungan bagi program lain yang memerlukan arsitektur x86_64 pada masa mendatang. Teknologi itu selalu bekerja secara senyap pada sistem latar belakang untuk menjaga kenyamanan.

3. Ini tahap mengetahui jenis aplikasi untuk menentukan penggunaan Rosetta 2

ilustrasi ekosistem Apple (pexels.com/Efrem Efre)

Pengguna komputer Mac dengan Apple Silicon biasanya memerlukan bantuan emulator untuk menjalankan perangkat lunak lama. Apple merancang Rosetta 2 sebagai transisi agar aplikasi berbasis prosesor Intel tetap berfungsi optimal. Pengguna mesti mengenali jenis aplikasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan alat penerjemah instruksi x86_64 itu.

Pengguna bisa memanfaatkan fitur Get Info lewat menu Finder untuk membedakan kategori arsitektur pada tiap ikon aplikasi. Langkah praktis itu melibatkan penekanan tombol Command + I bersamaan setelah memilih target perangkat lunak tertentu. Jendela informasi akan menampilkan kolom Kind sebagai petunjuk identitas teknis dari berkas executable itu.

Keterangan Application (Intel) menandakan bahwa aplikasi memerlukan dukungan Rosetta 2 untuk beroperasi pada sistem modern. Label Application (Universal) memberikan opsi tambahan untuk menjalankan instruksi Intel lewat pengaturan khusus secara manual. Pengguna tidak membutuhkan proses emulasi sama sekali jika sistem telah mendeteksi label Application (Apple Silicon) yang bersifat native.

4. Dukungan penuh Rosetta akan berakhir pada macOS terbaru

ilustrasi ekosistem Apple (pexels.com/Darina Belonogova)

Apple menjadwalkan penghentian dukungan penuh untuk emulator Rosetta 2 pada generasi sistem operasi mendatang. Perusahaan teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat, itu tetap menyediakan alat penerjemah instruksi ini sampai peluncuran macOS 27. Periode transisi itu memberikan waktu yang cukup bagi pengembang untuk memigrasikan perangkat lunak ke arsitektur berbasis ARM.

Sistem akan membatasi fungsionalitas proses penerjemahan mulai dari komputer yang menggunakan macOS 28. Pihak perusahaan hanya mempertahankan sebagian kecil fitur itu untuk mendukung judul game lama yang bergantung pada framework Intel. Pengguna tidak lagi bisa mengandalkan general-purpose tool itu untuk menjalankan aplikasi produktivitas umum pada masa depan.

Pengguna mesti mengganti perangkat lunak berbasis Intel dengan versi Universal atau Apple Silicon untuk mendapatkan performa optimal. Proses pemutakhiran itu mencakup berbagai plug-in dan ekstensi yang beroperasi di lingkungan aplikasi utama. Pengembang biasanya menyediakan informasi tentang versi terbaru lewat layanan App Store atau situs web resmi. 

Mulai sekarang, pengguna bisa mulai mengganti seluruh aplikasi berbasis Intel dengan versi Universal atau Apple Silicon untuk menjamin stabilitas sistem jangka panjang. Mereka mesti memperbarui seluruh komponen pendukung, seperti ekstensi dan add-on, secara terpisah. Langkah antisipasi itu akan mempermudah masa transisi ke lingkungan kerja yang teroptimasi penuh tanpa bantuan Rosetta.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team