ilustrasi ekosistem Apple (pexels.com/Darina Belonogova)
Apple menjadwalkan penghentian dukungan penuh untuk emulator Rosetta 2 pada generasi sistem operasi mendatang. Perusahaan teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat, itu tetap menyediakan alat penerjemah instruksi ini sampai peluncuran macOS 27. Periode transisi itu memberikan waktu yang cukup bagi pengembang untuk memigrasikan perangkat lunak ke arsitektur berbasis ARM.
Sistem akan membatasi fungsionalitas proses penerjemahan mulai dari komputer yang menggunakan macOS 28. Pihak perusahaan hanya mempertahankan sebagian kecil fitur itu untuk mendukung judul game lama yang bergantung pada framework Intel. Pengguna tidak lagi bisa mengandalkan general-purpose tool itu untuk menjalankan aplikasi produktivitas umum pada masa depan.
Pengguna mesti mengganti perangkat lunak berbasis Intel dengan versi Universal atau Apple Silicon untuk mendapatkan performa optimal. Proses pemutakhiran itu mencakup berbagai plug-in dan ekstensi yang beroperasi di lingkungan aplikasi utama. Pengembang biasanya menyediakan informasi tentang versi terbaru lewat layanan App Store atau situs web resmi.
Mulai sekarang, pengguna bisa mulai mengganti seluruh aplikasi berbasis Intel dengan versi Universal atau Apple Silicon untuk menjamin stabilitas sistem jangka panjang. Mereka mesti memperbarui seluruh komponen pendukung, seperti ekstensi dan add-on, secara terpisah. Langkah antisipasi itu akan mempermudah masa transisi ke lingkungan kerja yang teroptimasi penuh tanpa bantuan Rosetta.