5 Game Mengecewakan yang Tidak Layak Mendapat Sekuel

- Artikel menyoroti lima game yang dianggap mengecewakan namun tetap mendapat sekuel, seperti Hello Neighbor, Red Steel, Killzone, Two Worlds, dan Dead Island.
- Sebagian besar game tersebut sukses secara penjualan berkat hype atau strategi marketing, meski kualitas gameplay dan teknisnya banyak dikritik pemain.
- Beberapa sekuel berhasil memperbaiki reputasi seri aslinya, sementara lainnya tetap gagal menarik minat karena kekecewaan dari rilis pertama.
Industri game semakin keras, dan para publisher pun semakin rajin mengandalkan seri-seri game andalan yang bisa diperah lewat game baru yang lahir tiap beberapa tahun sekali. Namun terkadang yang membuat banyak pemain heran adalah ketika game yang jelas-jelas buruk ternyata tetap mendapat game lanjutan atau sekuel, sementara game yang secara kualitas bagus namun kurang dilirik malah terkubur karena penjualannya kurang memuaskan. Beberapa game mengecewakan itu memang mendapat sekuel yang jauh lebih baik, namun tidak sedikit pula yang kembali mengecewakan. Berikut beberapa diantaranya.
1. Hello Neighbor
Hello Neighbor merupakan contoh nyata dari bagaimana kekuatan viral bisa mengalahkan kualitas. Game horor stealth di mana pemain mencoba menyelinap masuk ke rumah tetangga misterius ini dikritik habis-habisan ketika rilis karena gameplay-nya yang membosankan, elemen puzzle yang biasa-biasa saja dan segudang bug yang mengganggu. Akan tetapi, strategi marketing viralnya terbukti ampuh mendongkrak penjualan, hingga lahirlah beberapa game spin-off dan sekuel di 2022. Sekuelnya sedikit lebih baik, namun tetap jauh dari kata memuaskan. Kini, berkat dukungan para streamer game yang tak pernah surut, serinya terus bertahan dan bahkan Hello Neighbor 3 sudah dalam tahap pengerjaan.
2. Red Steel
Red Steel merupakan salah satu game launch-title Nintendo Wii yang dirancang sebagai game FPS untuk memamerkan kontrol gerakan konsol tersebut. Sayangnya, game ini lebih terasa seperti eksperimen setengah jadi. Ceritanya biasa dan kontrol geraknya kaku sekaligus tidak responsif, sehingga pertarungan dengan senjata maupun pedang sama-sama tidak seru. Namun terlepas dari itu, game ini tetap laku keras berkat hype seputar fitur kontrol geraknya. Empat tahun kemudian, Ubisoft merilis Red Steel 2 yang jauh lebih baik. Sayangnya, game itu sepi peminat karena pemain sudah terlanjut kecewa dengan game pertamanya sehingga Ubisoft pun akhirnya membatalkan rencana game ketiga.
3. Killzone
Selanjutnya adalah Killzone, game yang menunjukkan bahwa hype berlebihan bisa menghancurkan reputasi sebuah game. Dijuluki sebagai calon kompetitor Halo, game besutan Guerrilla Games ini ternyata mengecewakan. Kontrolnya berat dan menyiksa, gameplay-nya tidak istimewa, AI musuhnya buruk dan dipenuhi bug. Namun, penjualannya cukup baik sehingga Sony merestui pengembangan sekuelnya. Killzone 2 sempat membuat heboh ketika trailer-nya dipamerkan di E3 2005 dan ketika akhirnya rilis di 2009, game itu menuai pujian karena peningkatan visual dan gameplay yang jauh lebih solid. Kesuksesannya berlanjut ke dua game lanjutan, sebelum akhirnya "dipensiunkan" karena Guerrilla beralih fokus ke seri Horizon.
4. Two Worlds
Two Worlds merupakan game aksi RPG yang lebih terkenal karena kekurangannya daripada kelebihannya. Ketika rilis pada 2007, visualnya dianggap ketinggalan zaman, UI-nya menyebalkan dan yang paling parah, kualitas pengisi suara karakternya sangat buruk karena sebagian besar dilakukan oleh staf internal studionya, alih-alih voice-actor profesional. Meskipun begitu, game ini tetap laku keras karena memang ketertarikan pemain terhadap genre RPG pada masa itu susah dibendung dan akhirnya lahirlah sekuel berjudul Two Worlds II pada 2010. Untungnya, game tersebut jauh lebih baik dari segala sisi. Two Worlds III sebenarnya sempat diumumkan lebih dari satu dekade lalu, tapi hingga kini nasib pengembangannya masih belum jelas.
5. Dead Island
Dead Island menjadi contoh game yang "dikhianati" oleh trailer-nya sendiri. Trailer sinematiknya yang memukau menciptakan ekspektasi akan sebuah game yang emosional dan penuh kedalaman. Kenyataannya? game ini malah berakhir menjadi game zombie kelas B yang ceritanya tipis, penuh bug parah ketika dirilis dan visualnya pun tidak sedap dipandang, sekalipun untuk ukuran game keluaran 2011. Ironisnya, game ini tetap laku keras hingga melahirkan DLC, game spin-off dan sekuel resmi pada 2023. Yang cukup mengejutkan, meski sempat terkatung-katung dalam proses pengembangan selama hampir satu dekade, Dead Island 2 malah tampil jauh lebih solid dan berkarakter dibanding pendahulunya.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game mengecewakan yang tidak layak mendapatkan sekuel. Pernah memainkan game-game di atas?


















