Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Game Terbaik Square Enix yang Tidak Punya Game Lanjutan

5 Game Terbaik Square Enix yang Tidak Punya Game Lanjutan
The Last Remnant (dok. Square Enix)
Intinya Sih
  • Square Enix dikenal lewat seri besar seperti Final Fantasy dan Dragon Quest, namun beberapa game berkualitas tinggi mereka tidak pernah mendapat sekuel meski punya potensi besar.
  • Lima judul yang disorot adalah Vagrant Story, Brave Fencer Musashi, Xenogears, The Last Remnant, dan Terranigma—masing-masing punya inovasi gameplay serta cerita kuat di masanya.
  • Artikel menyoroti keunikan tiap game dan rasa heran penggemar karena Square Enix belum melanjutkan kisah atau mengembangkan sekuel dari deretan game legendaris tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Square Enix sudah lama dikenal piawai dalam melahirkan banyak seri game yang mendunia dan bahkan sanggup masuk jajaran seri game terpopuler sepanjang masa. Seri seperti Final Fantasy dan Dragon Quest menjadi beberapa contoh sukses namun di balik itu semua, ada beberapa game yang semakin tenggelam sejak Square dan Enix melebur menjadi satu. Kualitasnya masih jauh dari kata buruk sehingga banyak heran mengapa hingga saat ini, Square Enix belum pernah melanjutkan game-game itu lewat sekuel baru. Berikut beberapa di antaranya.

1. Vagrant Story

Vagrant Story merupakan salah satu game klasik Square yang sering dianggap nenek moyang game RPG modern. Pada game ini, pemain bermain sebagai Ashley Riot, seorang Riskbreaker dari Knights of Peace di Valendia, yang terseret rangkaian kejadian di luar dugaan sampai dituduh berkhianat di tengah konspirasi yang melibatkan Sydney Losstarot, bangsawan yang memimpin kultus dan mengancam kedamaian kerajaan. Ceritanya disajikan lewat cutscene dan potongan lore singkat yang muncul ketika Ashley memburu Sydney dan komplotannya di kota Leá Monde. Pada masanya, Vagrant Story cukup revolusioner dalam hal mekanisme gameplay dan maka dari itu, game ini layak mendapatkan sekuel.

2. Brave Fencer Musashi

Brave Fencer Musashi lahir dari ide Yoichi Yoshimoto ketika Square sedang naik daun lagi berkat kesuksesan besar Final Fantasy VII. Ketika mayoritas game mereka identik dengan RPG berbasis giliran, tim terpisah justru membuat game petualangan platformer dengan sistem combat real-time. Cerita game ini sederhana di mana karakter utama bernama Musashi terlempar ke dunia fantasi yang dulu pernah diselamatkan leluhurnya dan berbekal pedang yang kuat, ia ditugaskan merebut pedang legendaris bernama Lumina sebelum direbut Kekaisaran Thirstquencher. Square Enix sempat membuat suksesor spiritual berjudul Musashi Samurai Legend, namun game tersebut sayangnya kurang begitu disukai.

3. Xenogears

Banyak pemain tahu bahwa akar seri Xeno sebenarnya bermula dari Xenogears, sebuah game yang tidak satu semesta dengan game-game Xeno modern, tapi berbagi benang merah yang sama kuatnya dari sisi ide dan ambisi. Game ini sempat direncanakan sebagai cerita sampingan Final Fantasy VII dan bahkan pernah diarahkan menjadi semacam sekuel Chrono Trigger, namun rencana itu berubah di tengah jalan sampai akhirnya Xenogears berdiri dengan identitasnya sendiri. Game ini kemudian menginspirasi lahirnya Xenosaga (yang pada akhirnya berhenti di tengah jalan) dan bertahun-tahun setelahnya, muncul seri baru yang dulu sempat bernama Monado dan resmi dimulai lewat Xenoblade Chronicles.

4. The Last Remnant

The Last Remnant sering disebut sebagai salah satu game terbaik sekaligus paling kontroversial yang pernah diterbitkan Square Enix. Hampir semua elemen JRPG standar ada di game ini, tapi dibawa ke level yang baru. Ada yang menilai game ini seharusnya bisa lebih rapi dari sisi teknis dan penceritaan, sementara yang lain melihatnya sebagai mahakarya. Meski pendapat pemain berbeda-beda, kebanyakan pemain sepakat bahwa game ini pantas dapat sekuel, entah untuk menyempurnakan potensinya atau meneruskan idenya yang unik. Di sisi lain, The Last Remnant juga jadi bukti bahwa tim pengembang yang relatif kecil bisa membuat sesuatu yang besar, terutama lewat sistem combat yang mendalam.

5. Terranigma

Terranigma merupakan game JRPG klasik untuk SNES yang kini agak terlupakan. Game ini dikembangkan Quintet dan diterbitkan Enix, tapi punya identitas yang berbeda dari game sejenisnya. Salah satu daya tarik utamanya datang dari sisi presentasi di mana cover art, book art hingga desain visualnya digarap Kamui Fujiwara, nama besar di dunia manga yang juga dikenal lewat seri manga Dragon Quest. Di balik tampilannya yang sederhana, mekanisme gameplay-nya cukup mendalam dan lahir di masa ketika budaya JRPG sedang tumbuh pesat. Dunianya seolah punya dua wajah alias tampak cerah di permukaan, tapi menyimpan sisi busuk dan korup di dalam. 

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game terbaik Square Enix yang tidak punya game lanjutan. Pernah memainkan game-game di atas?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More