Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Cara Developer Membuat Roguelike Begitu Adiktif?
Risk of Rain 2, salah satu game roguelike (dok. Gearbox Software/Risk of Rain 2)
  • Roguelike modern mengandalkan procedural generation yang menyusun level, musuh, hadiah, dan bos secara berbeda tiap permainan, sambil tetap dikontrol agar tingkat tantangannya adil.
  • Developer merancang banyak kombinasi item, senjata, dan kemampuan, lalu mengujinya berulang untuk menjaga keseimbangan strategi serta membangun kurva kesulitan yang meningkat bertahap.
  • Meta progression dan beragam konten seperti karakter, jalur alternatif, bos rahasia, serta tantangan mingguan membuat setiap percobaan bernilai dan mendorong replayability jangka panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Genre roguelike berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Game modern seperti Hades, Dead Cells, Balatro, Slay the Spire, dan The Binding of Isaac berhasil menarik jutaan pemain berkat gameplay yang mampu menghadirkan pengalaman berbeda pada setiap permainan. Popularitasnya membuat semakin banyak studio mencoba menggabungkan elemen roguelike ke dalam berbagai genre lain.

Di balik keseruannya, pengembangan game roguelike modern ternyata tidak sesederhana membuat level secara acak. Pengembang harus merancang berbagai sistem yang saling terhubung agar permainan tetap adil, menantang, dan menarik untuk dimainkan berulang kali. Karena itulah banyak roguelike membutuhkan proses pengujian yang panjang sebelum meluncur ke publik. Berikut lima elemen penting yang biasanya digunakan dalam pengembangan game roguelike modern.

1. Menggunakan sistem procedural generation

Rogue, pionir game roguelike (dok. Pixel Games UK/Rogue)

Sebagian besar roguelike modern memanfaatkan procedural generation untuk membentuk dunia permainan secara otomatis. Sistem ini menyusun ruangan, jalur, musuh, hadiah, dan lokasi bos berdasarkan aturan yang telah dirancang sebelumnya oleh pengembang. Metode tersebut memungkinkan pemain menemukan tata letak yang berbeda setiap kali memulai permainan baru. Meski terlihat acak, pengembang tetap mengontrol berbagai parameter agar level yang dihasilkan tidak terlalu mudah maupun terlalu sulit.

2. Merancang ratusan kombinasi item dan kemampuan

ilustrasi developer membuat game di laptop (unsplash.com/@christinhumephoto)

Variasi gameplay menjadi salah satu kekuatan utama genre roguelike. Pengembang biasanya menciptakan puluhan hingga ratusan item, senjata, kartu, relik, atau kemampuan yang dapat saling berinteraksi. Proses penyeimbangan menjadi tantangan besar karena setiap kombinasi harus tetap menarik untuk digunakan. Tim pengembang biasanya melakukan pengujian berulang kali untuk memastikan tidak ada satu strategi yang selalu menjadi pilihan terbaik dalam setiap permainan.

3. Menyeimbangkan tingkat kesulitan

ilustrasi main game (pexels.com/@tima-miroshnichenko)

Kesulitan merupakan identitas penting dalam roguelike. Namun, pengembang tidak hanya memperkuat musuh atau menambah jumlah lawan untuk menciptakan tantangan. Sebaliknya, mereka merancang kurva kesulitan yang meningkat secara bertahap. Pemain akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring bertambahnya kemampuan dan pemahaman terhadap mekanisme permainan. Sistem ini dibuat agar menjaga keseimbangan antara tantangan dan pencapaian.

4. Menambahkan progres permanen

ilustrasi main game (pexels.com/@pixabay)

Roguelike klasik biasanya menghapus seluruh progres ketika karakter kalah. Sebagian roguelike modern mengadaptasi sistem meta progression yang memungkinkan pemain membuka karakter baru, kemampuan tambahan, senjata, atau peningkatan tertentu yang tetap tersimpan setelah permainan berakhir. Sistem tersebut memberikan rasa kemajuan meskipun pemain belum berhasil menyelesaikan game. Tiap percobaan tetap memiliki nilai karena pemain memperoleh sesuatu yang dapat membantu perjalanan berikutnya.

5. Mengutamakan replayability

ilustrasi main video game (unsplash.com/@sorakhan)

Tujuan utama pengembang roguelike tidak hanya membuat pemain menyelesaikan permainan satu kali. Mereka berusaha menciptakan pengalaman yang tetap menarik setelah puluhan, bahkan ratusan jam bermain. Karena alasan ini, tak sedikit game roguelike menghadirkan karakter berbeda, jalur alternatif, bos rahasia, tingkat kesulitan tambahan, dan tantangan mingguan. Variasi tersebut mendorong pemain untuk terus bereksperimen dan menemukan strategi baru yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Pengembangan game roguelike era sekarang tampaknya lebih berfokus pada penciptaan sistem yang mampu menghasilkan pengalaman unik secara berulang daripada merancang setiap level secara manual. Menariknya, genre game ini terus berevolusi dan mulai muncul dalam berbagai bentuk. Artinya, konsep roguelike masih memiliki ruang besar untuk berkembang pada masa mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article