Juara M-Series dari Masa Ke Masa, Didominasi Filipina

- EVOS Legends juara pertama M-Series, mengalahkan RRQ Hoshi di M1
- Bren Esports memulai dominasi Filipina dengan kemenangan di M2 dan AP.Bren menang di M5
- Blacklist International dan ECHO juga meraih kemenangan di turnamen M3 dan M4
Turnamen kasta tertinggi Mobile Legends Bang Bang (MLBB) kembali digelar, kali ini berlangsung di Jakarta sejak 3 Januari 2026. Ajang ini akan berlangsung hingga 25 Januari mendatang. Kompetisi bernama M7 World Championship tersebut menjadi edisi ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2019. Setiap edisinya selalu menghadirkan pertarungan sengit antara tim-tim terbaik dari berbagai negara berebut gelar juara dunia.
Kejuaraan ini adalah ajang pembuktian dominasi bagi berbagai tim kuat seperti Indonesia dan Filipina. Seiring berjalannya waktu, peta kekuatan terus berubah. Strategi permainan juga semakin berkembang dengan pesat. Mari telusuri kembali perjalanan para juara dunia yang berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah turnamen MLBB paling bergengsi ini!
1. EVOS Legends berjaya di M1 yang digelar di Malaysia

EVOS Legends berhasil mencatatkan nama mereka sebagai juara pertama dalam sejarah M-Series, setelah memenangkan laga. EVOS menunjukkan performa luar biasa dalam laga All Indonesian Final melawan rival abadi mereka, RRQ Hoshi. Kemenangan ini menjadi momen ikonik yang membawa Indonesia berada di puncak dunia pada awal mula ekosistem kompetitif internasional Mobile Legends.
2. Bren Esports memulai dominasi Filipina di ajang M2

Bren Esports menjadi tim asal Filipina pertama yang berhasil membawa pulang trofi juara dunia pada gelaran M2 di Singapura. Mereka menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa dengan bangkit dari lower bracket hingga mencapai babak Grand Final yang sangat menegangkan. Keberhasilan Bren Esports ini sekaligus menjadi titik awal dimulainya era dominasi panjang Filipina dalam skena kompetitif Mobile Legends global.
3. Blacklist International mengalahkan sesama tim Filipina di final M3

Blacklist International tampil sangat mendominasi pada M3 World Championship dengan memperkenalkan strategi ultimate bonding experience yang sangat sulit ditembus. Melalui kepemimpinan kapten OhMyV33NUS, mereka berhasil mengalahkan ONIC PH dengan skor telak di partai puncak. Kemenangan ini mengukuhkan status Blacklist International sebagai salah satu tim dengan pemahaman taktis paling jenius yang pernah ada dalam sejarah MLBB.
4. ECHO mengalahkan juara bertahan di partai puncak M4

ECHO berhasil mengejutkan dunia pada M4 World Championship setelah sukses menumbangkan juara bertahan Blacklist International dengan skor sempurna 4-0. Tim yang dijuluki sebagai Orca ini menampilkan permainan sangat agresif dengan mekanik individu di setiap lini. Keberhasilan ECHO membuktikan bahwa regenerasi pemain di Filipina berjalan baik dan selalu mampu menghadirkan strategi permainan baru.
5. AP.Bren menuntaskan perlawanan sengit ONIC di M5

AP.Bren mengukir sejarah baru sebagai tim pertama yang berhasil meraih gelar juara dunia MLBB sebanyak dua kali setelah memenangkan M5. Mereka tampil sangat konsisten di hadapan publik sendiri dengan berhasil meredam perlawanan sengit ONIC dari Indonesia. Kemenangan ini menegaskan bahwa fondasi tim yang kuat dan kedisiplinan tinggi menjadi kunci utama dalam mempertahankan performa di level tertinggi. Pertandingan final M5 merupakan salah satu final terseru dalam sejarah turnamen internasional MLBB.
6. Fnatic ONIC PH kandaskan mimpi Tim Liquid ID di babak penentuan M6

Fnatic ONIC PH berhasil mengunci gelar juara dunia M6 setelah melewati kompetisi yang sangat ketat melawan tim-tim terbaik dari seluruh penjuru dunia. Mereka menunjukkan konsistensi permainan luar biasa sepanjang turnamen. Pencapaian ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan tim asal Filipina yang tetap tak tergoyahkan sebagai kekuatan utama dalam peta persaingan global saat ini.
Dominasi yang ditunjukkan oleh para pemain Filipina memberikan motivasi besar bagi tim asal Indonesia untuk membawa kembali gelar juara dunia yang telah lama hilang. Pertanyaannya, mampukah ONIC Esports dan Alter Ego mengulang kesuksesan EVOS Legends di M7 World Championship?


















