Ubisoft Batalkan Beberapa Game, Termasuk Prince of Persia Remake

- Ubisoft mengumumkan restrukturisasi besar yang mencakup pembatalan sejumlah proyek game besar, penutupan studio, dan perubahan drastis dalam strategi perusahaan.
- Pembatalan termasuk Prince of Persia: The Sands of Time Remake dan beberapa judul lain yang tidak lagi sesuai dengan standar kualitas baru yang ditetapkan oleh Ubisoft.
- Restrukturisasi juga melibatkan penutupan dua studio pengembangan global di Halifax, Kanada dan Stockholm, Swedia sebagai bagian dari reorganisasi untuk mengurangi biaya dan menyederhanakan operasional.
Tahun 2026 dimulai dengan kabar tidak menyenangkan dari dunia game global. Ubisoft yang merupakan salah satu nama besar di industri game,mengumumkan restrukturisasi besar yang mengejutkan komunitas gamer dunia. Langkah ini mencakup pembatalan sejumlah proyek game besar, penutupan studio, dan perubahan drastis dalam strategi perusahaan.
Keputusan tersebut secara resmi diumumkan oleh Ubisoft pada Januari 2026 sebagai bagian dari upaya "reset" internal untuk mengembalikan stabilitas dan fokus kreatif perusahaan dalam jangka panjang. Restrukturisasi ini bahkan membawa dampak besar pada saham Ubisoft di pasar modal, yang jatuh tajam setelah pengumuman.
Prince of Persia Remake Batal Rilis

Bagian paling kontroversial dari pengumuman Ubisoft adalah pembatalan enam game yang tengah dikembangkan, termasuk salah satu yang paling dinanti yaitu Prince of Persia: The Sands of Time Remake. Proyek remake yang sudah dikembangkan selama bertahun-tahun akhirnya dihentikan, memicu kekecewaan besar di antara gamer yang telah menunggu sejak awal pengumumannya.
Selain Prince of Persia, pembatalan ini mencakup beberapa judul lain yang menurut Ubisoft tidak lagi sesuai dengan standar kualitas baru yang mereka tetapkan. Ubisoft juga mengumumkan penundaan tujuh judul lainnya, sembari memberikan waktu tambahan pengembangan agar memenuhi ekspektasi yang lebih tinggi.
Bagi banyak penggemar, langkah ini terasa pahit. Namun Ubisoft menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memfokuskan sumber daya pada waralaba utama dan proyek yang diprediksi memiliki potensi komersial lebih kuat, daripada menyebar ke terlalu banyak arah sekaligus.
Tutup Dua Studio
Restrukturisasi ini tidak hanya berdampak pada proyek game. Ubisoft juga mengumumkan penutupan dua studio pengembangan global, termasuk yang berada di Halifax, Kanada dan Stockholm, Swedia. Penutupan ini merupakan bagian dari reorganisasi yang lebih luas untuk mengurangi biaya dan menyederhanakan operasional.
Langkah seperti ini bukan pertama kali terjadi di industri game, tetapi skala yang diambil Ubisoft terbilang besar mengingat reputasi dan portofolio panjangnya. Restrukturisasi besar-besaran ini mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan setelah beberapa tahun mengalami hasil peluncuran game yang kurang memuaskan dan tekanan finansial yang meningkat.
Bikin Kecewa Komunitas

Reaksi dari komunitas gamer pun beragam. Di satu sisi ada rasa kecewa karena proyek yang sudah dinanti batal begitu saja, terutama Prince of Persia yang punya basis penggemar kuat. Di sisi lain, sebagian menganggap Ubisoft perlu mengambil langkah drastis agar tidak terus terjebak dalam proyek yang justru menguras sumber daya.
Analis pasar juga melihat bahwa langkah ini mungkin berkaitan dengan kebutuhan Ubisoft untuk memperbaiki performa keuangan dan arah kreatif jangka panjang, termasuk fokus pada waralaba besar, pengalaman multiplatform, serta game live-service. Ini juga diperkuat oleh langkah Ubisoft yang membagi struktur kreatifnya menjadi beberapa divisi khusus genre-untuk menyederhanakan proses pengembangan dan memperjelas arah strategis perusahaan.
Restrukturisasi Ubisoft menjadi salah satu berita paling penting di dunia gaming awal 2026. Bagi gamer, ini berarti beberapa judul yang telah lama dinanti mungkin tidak akan pernah dirilis. Namun bagi Ubisoft, langkah ini dipandang sebagai upaya untuk memperkuat fokus kreatif dan menata ulang portofolio demi masa depan yang lebih matang.


















