Bagaimana Konsep Good Guest Selaras dengan SDGs di MWC 2026?

- Konsep Good Guest di MWC 2026 menekankan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan dan sosial Barcelona, dengan fokus pada praktik keberlanjutan yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
- Lima area utama—energi dan air, produksi dan limbah, makanan dan hidrasi, logistik, serta perjalanan dan akomodasi—dijalankan untuk mengurangi emisi, limbah, serta mendorong konsumsi dan mobilitas berkelanjutan.
- Barcelona sebagai tuan rumah memperkuat implementasi konsep ini melalui infrastruktur ramah lingkungan bersertifikat internasional, menjadikannya contoh destinasi global yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Konsep Good Guest yang diusung dalam penyelenggaraan Mobile World Congress 2026 (MWC 2026) menekankan tanggung jawab kolektif terhadap Barcelona sebagai kota tuan rumah, baik dari sisi lingkungan maupun sosial. Prinsip ini berangkat dari gagasan bahwa setiap peserta, penyelenggara, dan mitra memiliki peran untuk meminimalisasi dampak terhadap infrastruktur, sumber daya, dan masyarakat lokal. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa praktik keberlanjutan acara global dapat diarahkan untuk mendukung target pembangunan yang lebih luas.
Kerangka Good Guest difokuskan pada lima area utama, yakni energi dan air, produksi dan limbah, makanan dan hidrasi, logistik, serta perjalanan dan akomodasi. Lima aspek ini dirancang selaras dengan enam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), yaitu energi bersih dan terjangkau (SDG 7), aksi iklim (SDG 13), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), tanpa kelaparan (SDG 2), pengurangan kesenjangan (SDG 10), maupun industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG 9). Berikut penjabaran masing-masing konsep Good Guest yang diselaraskan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) pada gelaran MWC 2026 di Barcelona.
1. Mendukung energi bersih dan aksi iklim (SDGs 7 dan 13)

Dalam aspek energi dan air, MWC 2026 bertransisi menuju penggunaan sumber energi terbarukan dan efisiensi konsumsi sumber daya. Seluruh kebutuhan listrik selama acara dipasok dari energi hijau dimana sebagian dihasilkan dari ladang angin lokal guna mengurangi kehilangan distribusi energi. Penggunaan teknologi efisiensi tinggi seperti sistem pencahayaan LED hemat energi, sensor otomatis, dan pemantauan konsumsi energi secara real-time turut memperkuat komitmen terhadap pengurangan emisi karbon.
Selain itu, efisiensi air juga menjadi perhatian melalui pemasangan timer pada keran dan fasilitas sanitasi yang dirancang untuk menekan penggunaan air. Kampanye kolektif untuk mematikan perangkat, pencahayaan, dan pendingin ruangan saat tidak digunakan menjadi bagian dari upaya perilaku berkelanjutan. Praktik ini secara langsung sejalan pada SDG 7 dan SDG 13 karena mendorong penggunaan energi bersih sekaligus mitigasi dampak perubahan iklim.
2. Implementasi konsumsi dan produksi bertanggung jawab (SDGs 12)

Konsep Good Guest juga tercermin dalam pengelolaan produksi dan limbah yang berorientasi pada prinsip guna ulang dan minim sampah. Elemen sementara acara dirancang agar dapat digunakan kembali, sementara banner diganti dengan versi ramah lingkungan bebas PVC untuk mengurangi dampak lingkungan. Sistem registrasi digital dan pameran berbasis QR code turut mengurangi penggunaan kertas secara signifikan.
MWC 2026 juga memperkuat pengelolaan limbah melalui material komposabel dan daur ulang, titik pemilahan sampah multialiran, patroli pemantauan selama proses pembangunan dan pembongkaran. Inisiatif seperti Donation Room yang berkolaborasi bersama pemerintah lokal memungkinkan material yang masih layak pakai disalurkan ke komunitas, sehingga mengurangi limbah sekaligus memberi manfaat sosial. Pendekatan ini mempertegas kontribusi terhadap SDG 12 melalui produksi yang lebih bertanggung jawab.
3. Logistik berkelanjutan dan inovasi infrastruktur (SDGs 9 dan 13)

Dalam aspek logistik, MWC 2026 mendorong sistem transportasi barang yang lebih efisien dan rendah emisi. Produksi lokal menjadi prioritas untuk meminimalisasi jejak karbon dari distribusi, sekaligus mendukung tenaga kerja lokal. Di sisi operasional, kolaborasi bersama operator logistik dilakukan untuk menghindari mesin kendaraan menyala tanpa kebutuhan dan mendorong transisi ke kendaraan listrik.
Proses logistik berkelanjutan juga didukung oleh kontrak ramah lingkungan, sistem tanpa kertas, dan penggunaan material bersama antar peserta pameran. Strategi ini menunjukkan keterkaitan pada poin SDG 9 terkait inovasi dan infrastruktur, sekaligus berkontribusi pada SDG 13 melalui pengurangan emisi dari rantai pasok acara.
4. Mendukung zero hunger dan konsumsi berkelanjutan (SDGs 2 dan 12)

Aspek makanan dan hidrasi dirancang untuk mengurangi limbah sekaligus mendukung sistem pangan berkelanjutan. Perhitungan produksi makanan dilakukan secara presisi untuk mencegah kelebihan pasokan, sementara makanan berlebih disalurkan melalui skema donasi lokal. Praktik ini berkontribusi secara langsung pada SDG 2 terkait pengurangan kelaparan.
Selain itu, penggunaan bahan lokal, penyediaan opsi vegetarian dan vegan, serta komitmen katering terhadap sumber organik dan musiman memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan. Penyediaan stasiun isi ulang air di berbagai titik juga menjadi langkah konkret untuk menekan konsumsi plastik sekali pakai, sekaligus mendorong gaya hidup ramah lingkungan bagi para peserta event MWC.
5. Mobilitas rendah emisi dan pengurangan kesenjangan (SDGs 10 dan 13)

Keselarasan antara konsep Good Guest dan SDGs juga terlihat dalam pengaturan perjalanan dan akomodasi peserta. Penyelenggara mendorong penggunaan transportasi umum, menyediakan pass gratis, dan menyarankan perjalanan kereta untuk rute jarak menengah guna mengurangi emisi penerbangan. Pilihan maskapai dengan program offset karbon juga menjadi bagian dari strategi mobilitas berkelanjutan.
Di sisi akomodasi, kerja sama terhadap mitra seperti bNetwork menyoroti hotel bersertifikasi lingkungan yang menerapkan efisiensi energi, konservasi air, dan pengelolaan limbah. Selain itu, dorongan untuk merekrut staf lokal membantu menekan emisi perjalanan sekaligus mendukung ekonomi setempat, yang berkontribusi pada pengurangan kesenjangan (SDG 10).
6. Barcelona sebagai destinasi kelas dunia sesuai standar Global Sustainable Tourism Council

Penyelenggaraan MWC di Barcelona turut memperkuat relevansi konsep Good Guest, mengingat kota tersebut telah mengantongi penghargaan sebagai destinasi kelas dunia biosphere (Biosphere World Class Destination) sejak 2011 sesuai standar internasional. Sejak 2011, kota ini memegang sertifikat pariwisata bertanggung jawab Biosphere sesuai kriteria internasional dari Global Sustainable Tourism Council. Status ini mencerminkan kesiapan kota dalam mendukung acara berskala global yang berorientasi pada keberlanjutan, baik dari sisi infrastruktur maupun kebijakan lingkungan.
Secara keseluruhan, konsep Good Guest di MWC 2026 adalah kerangka operasional yang selaras dengan target SDGs. Masing-masing diimplementasikan melalui energi hijau, pengelolaan limbah, logistik rendah emisi, hingga konsumsi pangan berkelanjutan, seluruh inisiatif dirancang untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi kota tuan rumah dan ekosistem global. Hal ini menunjukkan bahwa event teknologi berskala internasional ternyata bisa berjalan seiring dengan agenda pembangunan berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas pengalaman peserta.






![[QUIZ] Tebak Logo Merek HP, Buktikan Kamu Beneran Tech Geek!](https://image.idntimes.com/post/20240306/kuis-tebak-merek-hp-4c2a87306ee081fd96bf82ddf8690732.jpg)











