3 Destinasi untuk Naik Kereta Heritage di Indonesia

Liburan naik kereta api selalu menawarkan pengalaman unik tersendiri, apalagi jika menggunakan rangkaian kereta heritage yang kental dengan nuansa klasik. Interior bergaya vintage, kursi kayu, hingga suasana perjalanan yang berbeda dari biasanya bikin pengalaman ini jadi makin seru. Cocok banget buat kamu yang ingin menikmati perjalanan santai sekaligus bernostalgia.
Di Indonesia sendiri, ada beberapa rute kereta heritage yang menawarkan pemandangan indah sepanjang perjalanan. Mulai dari hamparan sawah hijau, pegunungan, hingga pusat kota, semuanya bisa dinikmati langsung dari jendela kereta.
Jika kamu tertarik mencoba sensasi naik kereta heritage, ada beberapa destinasi atau rute menarik yang wajib masuk ke dalam bucket list. Berikut IDN Times berikan rekomendasi destinasi untuk naik kereta heritage di Indonesia untukmu. Simak sampai habis, ya!
1. Solo

Kalau kamu liburan ke Solo, jangan lewatkan kesempatan untuk naik Kereta Uap Jaladara atau nama lainnya Sepur Kluthuk Jaladara. Kereta ini merupakan kereta wisata hasil kerja sama antara PT Kerata Api Indonesia (KAI) dengan Pemerintah Kota Surakarta.
Rangkaian Kereta Uap Jaladara dijalankan dengan lokomotif uap C1218 atau lokomotif uap D1410 buatan Jerman tahun 1896, serta dua buah gerbong penumpang dari kayu jati asli buatan dibuat tahun 1920. Kapasitasnya sekitar 72 orang dengan rute perjalanan Stasiun Purwosari-Stasiun Solo Kota dan jarak tempuhnya sekitar 6 kilometer. Rute tersebut melintasi rel yang berada di tengah kota Solo, sehingga penumpang dapat menikmati pemandangan kota dari sisi yang berbeda.
Sepanjang perjalanan, tour guide akan bercerita tentang sejarah kereta dan berhenti di beberapa tempat bersejarah, seperti Loji Gandrung dan Gedung Djoeang 45. Di sana, penumpang bisa turun untuk berfoto dan membeli jajan atau streetfood khas Solo.
Kereta Uap Jaladara ini tidak memiliki jadwal reguler atau jadwal tetap. Untuk bisa menaikinya, kamu dapat menyewa satu rangkaian kereta untuk sekali perjalanan selama 3,5 jam dengan biaya mulai dari Rp3,5 juta per rangkaian. Pemesanannya bisa dilakukan langsung ke Dinas Perhubungan Kota Solo.
Jika ingin lebih hemat, kamu bisa ikut open trip dari beberapa operator tur terpercaya dan komunitas lokal. Seperti Soerakarta Walking Tour (@soerakartawalkingtour) dan dan Javatrain Indonesia (@javatrain.id). Harganya bervariasi antara Rp130 ribu-Rp175 ribu per orang, tergantung oeprator dan fasilitas yang ditawarkan.
2. Museum Kereta Api Ambarawa

Selain di Solo, kamu juga bisa naik kereta heritage di Museum Kereta Api Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Museum ini dulunya merupakan sebuah stasiun bernama Stasiun Willem I yang dibangun Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (KAI-nya Belanda) yang diresmikan pada 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas Kedungjati-Ambarawa.
Setelah dinonaktifkan pada 1976, Stasiun Ambarawa dialihfungsikan sebagai Museum Kereta Api oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Supardjo Rustam. Di dalamnya terdapat perekeretaapian dari pada masa Hindia Belanda hingga sebelum Kemerdekaan RI, seperti 26 Lokomotif Uap, 4 Lokomotif Diesel, 5 Kereta, dan 6 Gerbong dari berbagai daerah.
Pengunjung juga bisa naik kereta heritage yang beroperasi dari museum ini menuju Stasiun Tuntang PP dengan durasi perjalanan 60 menit. Kereta ini menggunakan lokomotif uap dan kereta diesel vintage. Selama perjalanan, kamu akan diajak melintasi rel dengan pemandangan sawah, gunung, dan Rawa Pening yang indah.
Jadwal operasional kereta ini menyesuaikan tanggal liburan dan berubah-ubah setiap bulannya. Hal ini dapat dicek langsung di Instagram resmi @wisata.museumkeretaapiambarawa. Harga tiketnya berkisar Rp80 ribu-Rp250 ribu per orang, tergantung hari dan kelas keretanya. Tiket tersebut dapat dibeli langsung di loket museum, tetapi harganya belum termasuk tiket masuk museum.
3. Museum Kereta Api Sawahlunto

Kamu yang tinggal di wilayah Sumatra juga bisa naik kereta heritage bernama Mak Itam. Kereta berlokmotif uap dengan seri E1060 ini beroperasi dari Museum Kereta Api Sawahlunto menuju Stasiun Muarakalaban PP. Museum Kereta Api Sawahlunto terletak di Jalan Ahmad Yani, Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.
Saat naik Kereta Wisata Mak Itam, kamu akan diajak bernostalgia dan menyusuri jalur rel bersejarah peninggalan kolonial Belanda, termasuk area tambang, jembatan, dan terowongan tua. Suasana klasiknya bikin siapa pun seperti kembali ke masa lalu.
Kereta Wisata Mak Itam tidak memiliki jadwal reguler yang pasti, tergantung momentum liburan. Kamu dapat memantau jadwalnya melalui akun Instagram resmi Museum Kereta Api Sawahlunto, yakni @museumkeretaapi, atau akun Railfans Sumatra Barat @kpkd2sb. Harga tiketnya mulai dari Rp50 ribu per orang dan belum termasuk tiket masuk museum.
Nah, itu dia rekomendasi destinasi untuk naik kereta heritage di Indonesia sebagai ide liburanmu selanjutnya. Jadi, mau ke mana dulu, nih?
















![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok Liburan ke Kota Modern atau Alam yang Tenang?](https://image.idntimes.com/post/20240725/pexels-summerstock-371804-1-bb283fead267e58e98e2840b17468315-d838afbd80ec0cdce0204f2374a3cc80.jpg)
![[QUIZ] Destinasi Wisata yang Cocok untukmu Berdasarkan Pelabuhan Pilihanmu](https://image.idntimes.com/post/20250329/compress-20250330-000845-5501-18866743b6e2c71b3ac50bddddf568b8.jpg)
![[QUIZ] Cari Tahu Destinasi Musim Semi yang Paling Seru untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20210527/hwanggujicheon-6a5b383b7d6fa29619ceea2b9cfae8c7-1c3ed337a36224afa6da1472363702d4.jpg)