Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Gunung di Halmahera yang Wajib Masuk Bucket List Pendaki

5 Gunung di Halmahera yang Wajib Masuk Bucket List Pendaki
Gunung Gamkonora, Halmahera (instagram.com/pendaki_mountain)
Intinya Sih
  • Halmahera di Maluku Utara menawarkan lima gunung menawan—Gamkonora, Dukono, Karianga, Ibu, dan Jailolo—dengan ketinggian di bawah 2.000 mdpl namun menyimpan pesona alam yang luar biasa.
  • Beberapa gunung seperti Gamkonora, Dukono, dan Ibu merupakan gunung api aktif sehingga pendaki perlu memperhatikan status aktivitas vulkanik serta kondisi cuaca sebelum melakukan pendakian.
  • Setiap jalur pendakian memiliki karakter unik, mulai dari lembah berbatu hingga kaldera dan sumber air panas, menjadikan pengalaman mendaki di Halmahera penuh tantangan sekaligus memukau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Halmahera termasuk pulau terbesar di Provinsi Maluku Utara yang menyuguhkan keindahan alam berupa laut dan pegunungan. Ada banyak daftar tempat yang bisa dijelajahi. Saat bosan sepanjang hari di pantai, kamu bisa mendaki gunung dengan titik tertinggi kurang dari 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Meski tak setinggi deretan gunung di Sumatra maupun Jawa, pendaki tetap harus waspada. Perlu diingat bahwa sebagian di antaranya merupakan gunung api aktif yang sering kali berstatus awas atau waspada. Buat kamu yang penasaran dengan keindahannya, berikut beberapa gunung di Halmahera yang wajib masuk bucket list para pendaki.

1. Gunung Gamkonora

Gunung Gamkonora, Halmahera
Gunung Gamkonora, Halmahera (commons.wikimedia.org/A. Solihin)

Gunung Gamkonora punya ketinggian 1.635 mdpl yang menjadikannya sebagai puncak tertinggi di Pulau Halmahera. Gunung berapi aktif ini terletak di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat. Letusan pertamanya tercatat pada abad ke-16, sedangkan yang terbesar dalam sejarah terjadi pada 1673, disertai tsunami yang menggenangi desa di sekitarnya.

Pendakian dari Pos Vulkanologi sampai puncak membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam dengan panjang rute sekitar 8 km. Kamu akan melewati lembah berbentuk U di antara dua tebing batu di sisi timur dan barat. Pada ketinggian 1.330 mdpl, terdapat pemandangan danau kecil, sedangkan puncaknya menawarkan pemandangan 360 derajat menghadap pantai barat Halmahera.

2. Gunung Dukono

Gunung Dukono, Halmahera
Gunung Dukono, Halmahera (instagram.com/arihusain19)

Pilihan berikutnya, yang sedikit lebih rendah, yakni Gunung Dukono di sebelah barat daya Kota Tobelo, Halmahera Utara, dengan puncaknya berada pada ketinggian 1.335 mdpl. Gunung ini dikenal memiliki aktivitas vulkanik yang cukup tinggi dan sering mengalami erupsi. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui kapan pendakian dibuka atau ditutup, serta jarak aman pendakian.

Jika gunung dalam kondisi bersahabat dan boleh didaki, kamu bisa memulai perjalanan dari Desa Mamuya atau Desa Ruko dengan naik motor menuju ketinggian 190–200 mdpl. Kemudian, pendakian dimulai dengan durasi sekitar 5 jam hingga mendekati kawah. Perlu kamu tahu, gunung ini punya beberapa kawah hasil erupsi, yaitu Kawah Tanah Lapang, Dilekene, Gogodom, Telori, dan Malumpang Warirang.

3. Gunung Karianga

Gunung Karianga, Halmahera
Gunung Karianga, Halmahera (instagram.com/arihusain19)

Sebagian pendaki menganggap Gunung Karianga punya pemandangan yang memukau setelah Gamkonora. Puncaknya berada pada ketinggian 1.228 mdpl dengan waktu tempuh 6–7 jam. Jalur pendakiannya relatif landai, tetapi berpotensi angin kencang saat hujan.

Gunung ini masih satu kompleks dengan Dukono, bahkan sebagian pendaki sering menjadikannya tujuan dalam sekali perjalanan. Namun, diperlukan persiapan dan pertimbangan yang matang terhadap kondisi alam. Sebab, Gunung Dukono sangat aktif dan material erupsi seperti abu vulkanik dapat mengarah ke Gunung Karianga.

4. Gunung Ibu

Gunung Ibu, Halmahera
Gunung Ibu, Halmahera (instagram.com/infovar_id)

Kembali ke Halmahera Barat, terdapat Gunung Ibu setinggi 1.325 mdpl yang memiliki kawah vulkanik dengan kedalaman 400 meter. Lebar sisi dalamnya 1 km dan bagian luarnya mencapai 1,2 km. Meski berstatus sebagai gunung api aktif, pendaki masih sering menjadikannya tujuan saat situasi aman.

Jalur pendakiannya dapat melalui Desa Duono dan Desa Goin pada ketinggian mulai 100 mdpl. Durasi pendakian sekitar 5–6 jam untuk sampai ke puncak dan 3–4 jam untuk turun gunung. Kamu akan disuguhi perkebunan kelapa, pala, dan cengkih sebelum sampai di hutan pada ketinggian 600 mdpl, kemudian akan melalui area berpasir hitam, berbatu, serta pemandangan kawah saat mencapai 1.250 mdpl.

5. Gunung Jailolo

Gunung Jailolo, Halmahera
Gunung Jailolo, Halmahera (instagram.com/anak_timoer)

Gunung Jailolo punya ketinggian 1.030 mdpl dengan puncaknya berbentuk kerucut hampir sempurna, kecuali di sisi barat daya. Kamu dapat menjumpai Kaldera Idamdehe yang merupakan sisa Gunung Jailolo yang tua. Di sepanjang pantai barat laut kaldera tersebut terdapat sumber air panas yang menjadi daya tarik tersendiri.

Desa Lolori dan Idamdehe menjadi pilihan jalur pendakian sepanjang 10 km. Waktu tempuhnya sekitar 4–5 jam untuk sampai puncak dan 3 jam untuk turun. Uniknya, puncak gunung ini berupa area berumput terbuka, terdapat sebuah kuburan leluhur, dan menyuguhkan pemandangan menghadap laut.

Kelima gunung di Halmahera tersebut memang tidak terlalu tinggi, tetapi tetap harus waspada serta memerlukan persiapan yang matang. Status gunung api aktif, jalur yang bisa saja hilang saat berganti musim, menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, disarankan menggunakan jasa pemandu lokal dan memantau kondisi gunung sebelum mendaki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More