Namun, biaya bandara yang melejit tersebut telah memicu kritik dari beberapa pengamat. Salah satunya, Samart Ratchapolsitte, mantan wakil gubernur Bangkok, yang memperingatkan bahwa biaya penumpang di Bandara Suvarnabhumi akan menjadi lebih tinggi daripada di beberapa bandara internasional utama seperti Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan dan Bandara Haneda di Jepang, meski standar layanan menurutnya belum sesuai dengan bandara-bandara tersebut.
Thailand Naikkan Biaya Bandara 50 Persen Mulai Juni 2026

- Pemerintah Thailand melalui Airports of Thailand (AOT) akan menaikkan biaya bandara internasional sebesar 50 persen mulai 20 Juni 2026 di enam bandara utama negara tersebut.
- Pendapatan tambahan dari kenaikan biaya ini akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur, perluasan terminal, sistem pemrosesan otomatis, serta peningkatan teknologi keselamatan di bandara.
- Kebijakan ini menuai kritik dari mantan wakil gubernur Bangkok yang menilai tarif baru terlalu tinggi dibanding beberapa bandara besar Asia dan berpotensi memberatkan wisatawan beranggaran terbatas.
Siapa yang berencana traveling ke Thailand bulan depan, nih? Baru-baru ini, otoritas Negeri Gajah Putih itu secara resmi mengumumkan akan menaikkan airport fee atau biaya bandara sebesar 50 persen mulai 20 Juni 2026.
Dilansir Bangkok Post, Airports of Thailand (AOT) akan mengalokasikan pendapatan tambahan ini untuk meningkatkan infrastruktur dan pembangunan di sejumlah bandara di Thailand. Siapa saja yang harus membayar?
1. Thailand akan naikkan biaya bandara 50 persen mulai 20 Juni 2026

Bukan sekadar wacana belaka, Airports of Thailand (AOT) resmi akan menaikkan biaya bandara mulai 20 Juni 2026. Layanan penumpang internasional tersebut akan meningkat sebesar 50 persen, dari yang awalnya 730 baht Thailand (Rp395 ribuan) menjadi 1.120 baht Thailand (Rp606 ribuan).
Namun, biaya bandara yang lebih tinggi ini hanya akan berlaku untuk penumpang internasional yang melakukan perjalanan melalui 6 bandara, yakni Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Mae Fah Luang Chiang Rai, Phuket, dan Hat Yai.
2. Biaya akan dialokasikan untuk meningkatkan infrastruktur bandara

Dilansir Bangkok Post, Presiden Airports of Thailand (AOT), Paweena Jariyathitipong, mengatakan bahwa keputusan untuk menaikkan biaya bandara itu bukan tanpa alasan. Pendapatan tambahan tersebut akan digunakan untuk mendanai pengembangan bandara, termasuk perluasan terminal penumpang, Common Use Passenger Processing Systems (CUPPS) otomatis, dan peningkatan teknologi keselamatan.
Selain itu, Paweena Jariyathitipong pun memastikan kenaikan tersebut kemungkinan tidak akan memengaruhi permintaan perjalanan ke Thailand. Tarif yang direvisi oleh Airports of Thailand (AOT) akan tetap kompetitif dibandingkan dengan negara-negara lain, termasuk Singapura, di mana penumpang internasional diharuskan membayar biaya bandara yang lebih tinggi.
3. Biaya bandara yang semakin melejit dikritik wakil gubernur Bangkok

Presiden Airports of Thailand (AOT), Paweena Jariyathitipong, kemudian menekankan bahwa biaya bandara bukanlah pajak, tetapi sumber pendanaan untuk operasional bandara dan investasi infrastruktur jangka panjang. Jariyathitipong juga menambahkan bahwa kenaikan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengimbangi penurunan pendapatan bebas bea.
Samart Ratchapolsitte juga mengatakan bahwa para pelancong asing dengan anggaran terbatas kemungkinan akan merasakan dampak terberat dari kebijakan ini. Kenaikan biaya bandara yang hampir 400 baht Thailand (Rp216 ribuan) dapat mendorong harga tiket pesawat ke Thailand ikut meroket menjadi antara 4.000 dan 5.000 baht Thailand (Rp2,1 jutaan—Rp2,7 jutaan), yang mewakili kenaikan 7—10 persen.



















