Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Penyebab Tenda Basah dan Rembes saat Camping yang Harus Diwaspadai
ilustrasi camping (pexels.com/Minol Song)

Aktivitas camping di alam bebas memang bisa menawarkan berbagai pengalaman yang menyenangkan untuk dicoba. Namun, masalah bisa muncul pada saat tenda mendadak basah karena air yang merembes ke bagian dalam tenda, sehingga memicu ketidaknyamanan dalam beristirahat dan menurunkan suhu tubuh pendaki.

Banyak orang kerap menganggap bahwa masalah tenda basah selalu diakibatkan karena hujan deras yang mengguyur lokasi perkemahan, padahal sebetulnya tidak selalu demikian. Simaklah beberapa penyebab utama berikut ini dari tenda yang basah dan rembes saat camping, sehingga bisa diwaspadai sejak awal.

1. Penumpukan embun akibat kondensasi di dalam tenda

ilustrasi tenda (unsplash.com/Ali Kazal)

Kondensasi merupakan salah satu penyebab paling umum yang bisa membuat area dalam tenda menjadi basah, meski tidak terjadi hujan sama sekali. Fenomena ini bisa terjadi pada saat uap air dari napas dan suhu tubuh penghuni berinteraksi dengan udara luar yang cenderung sangat dingin.

Masalah ini bisa semakin diperparah jika ventilasi tenda ditutup rapat sepanjang malam karena alasan kedinginan. Tanpa adanya sirkulasi udara yang memadai, maka uap hangat yang ada rentan terperangkap di dalam tenda dan pada akhirnya mempercepat proses pengembunan.

2. Lapiran waterproof flysheet yang sudah rusak dan terkikis

ilustrasi tenda (pexels.com/Matheus Bertelli)

Lapisan waterproof yang terdapat pada kain flysheet ternyata memiliki masa pakai dan bisa terkikis seiring berjalannya waktu. Penggunaan yang berlangsung secara intensif, paparan sinar Matahari secara terus menerus, dan penyimpanan yang salah bisa membuat lapisan pelindungnya terkelupas hingga retak.

Kerusakan yang ada sering kali tidak terlihat secara kasat mata sebelum mengujinya secara langsung di bawah guyuran air hujan. Jika air hujannya mulai meresap dan tidak lagi membentuk butiran seperti di atas daun talas, maka ini berarti lapisan pelindungnya mulai bermasalah.

3. Kebocoran pada jahitan kain yang tidak tersegel sempurna

ilustrasi tenda (pexels.com/Robert Forever Ago)

Titik sambungan atau jahitan pada kain tenda merupakan area yang rentan menjadi jalur masuknya air hujan. Tanpa adanya lapisan pelindung yang tepat dan khusus seperti seam tape, maka air pun akan mudah merembus melalui celah-celah benang jahitan, sehingga menyebabkan munculnya tetesan air secara perlahan.

Seiring berjalannya waktu dan usia pemakaian, maka seam tape bawaan dari pabrik pun bisa mengelupas dan pada akhirnya pecah-pecah. Gesekan dan tarikan yang terlalu kencang saat mendirikan tenda pun bisa mempercepat risiko kerusakan pada segel jahitannya.

4. Kesalahan memilih lokasi dan cara mendirikan tenda

ilustrasi tenda (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Pemilihan area campsite yang tidak tepat bisa membuat bagian alas tendanya terendam air dri bawah tanah. Kamu disarankan untuk tidak mendirikan tenda di area cekungan atau jalur aliran air, sebab bisa membuat air hujan berkumpul dan pada akhirnya menekan alas tenda hingga basah.

Pemasangan pasak dan tali yang kurang kencang juga bisa membuat kain flysheet jadi menempel langsung pada lapisan yang ada di dalam tenda. Pada saat flysheet bersentuhan secara langsung pada dinding dalam, maka air hujan yang menempel dari luar pun akan meresap secara langsung ke bagian interiornya.

Memahami berbagai penyebab tenda basah dan rembes merupakan kunci penting untuk menjaga kenyamanan selama camping. Dengan perawatan dan perlengkapan yang tepat, maka bisa terhindar dari kedinginan akibat ruang tidur yang tergenang air.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article