Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Impresi Nyetir Mazda CX-3 Pro AutoExe: Performa Galak dan Menggoda

Impresi Nyetir Mazda CX-3 Pro AutoExe: Performa Galak dan Menggoda
Mazda CX-3 Pro AutoExe diposisikan sebagai varian paling berorientasi performa di lininya. (IDN Times/Ilyas Mujib)
Intinya Sih

  • Mazda CX-3 Pro AutoExe diperkenalkan sebagai varian paling berorientasi performa, dengan sentuhan tuner AutoExe yang memperkuat karakter fun-to-drive khas Mazda.

  • Mesin 2.0L Skyactiv-G bertenaga 149 hp dan torsi 195 Nm dipadukan transmisi otomatis enam percepatan, menghasilkan respons spontan serta sensasi berkendara presisi dan agresif.

  • Interior driver-oriented dengan fitur premium seperti Head-Up Display, sistem audio JBL, dan Radar Cruise Control menegaskan kenyamanan sekaligus filosofi fun-to-drive Mazda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Mazda tak pernah benar-benar meninggalkan DNA fun-to-drive yang menjadi identitasnya. Lewat CX-3 Pro AutoExe, karakter tersebut justru terasa semakin kuat. Bukan sekadar tampil beda, mobil bermesin 2.0L Skyactiv-G ini menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih tajam, presisi, dan emosional.

Diperkenalkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2025), SUV compact ini diposisikan sebagai varian paling berorientasi performa di lini CX-3. Sentuhan tuner resmi Mazda, AutoExe, yang dikenal lewat filosofi A New Driving Sensation, membuat model ini bukan sekadar kosmetik belaka.

Bahasa desain Kodo khas pabrikan asal Jepang ini tetap menjadi fondasi. Namun, pada Mazda CX-3 Pro AutoExe, garis elegan tersebut dipertegas lewat bodykit khusus yang memberi aura lebih sporty dan agresif.

Grille honeycomb beraksen merah menjadi penegas identitas. Sentuhan krom pada bumper, spoiler atap, serta knalpot ganda membangun kesan agresif, tanpa meninggalkan aura elegan.

Pelek aluminium 18 inci berwarna gunmetal memperkuat kesan kokoh, sekaligus menunjang stabilitas saat melahap tikungan. Proporsinya pas, tidak berlebihan, tetapi cukup untuk menegaskan ini bukan CX-3 standar.

Perubahan paling signifikan justru tersembunyi di balik tampilan luar. AutoExe menyematkan sejumlah komponen performa, mulai dari optimalisasi sistem asupan udara hingga penyempurnaan saluran buang.

“Untuk mendongkrak performa mesin, ada beberapa sentuhan pada air filter dan bagian exhaust. Ubahan ini membuat mesin terasa lebih ringan dan memiliki karakter,” ujar Executive Managing Director AutoExe Inc, Yuichiro Ohtomi, saat ditemui di GIIAS 2025.

Penyempurnaan tersebut menghasilkan respons mesin lebih spontan, dengan karakter suara yang terdengar semakin padat dan berisi. Terlebih, varian ini mengusung mesin 2.0 liter [kapasitas terbesar di lini CX-3] yang mampu memuntahkan tenaga 149 hp pada 6.000 rpm dan torsi puncak 195 Nm di 2.800 rpm.

Dipadukan dengan transmisi otomatis enam percepatan lengkap dengan paddle shift, karakter mesin terasa semakin hidup, terutama ketika mode Sport diaktifkan. Namun pada akhirnya, angka performa hanyalah representasi di atas kertas. Esensi sesungguhnya terletak pada rasa yang muncul di balik kemudi.

1. Pengalaman berkendara dengan sasis lebih kaku dan handling lebih tajam

Screenshot 2026-02-25 at 12.40.57.png
Mazda CX-3 Pro AutoExe diposisikan sebagai varian paling berorientasi performa di lininya. (IDN Times/Ilyas Mujib)

Perjalanan Jakarta–Bandung–Jakarta melalui Tol Layang MBZ hingga Cipularang menjadi panggung ideal mengeksplorasi karakter Mazda CX-3 Pro AutoExe.

Saat mulai dinyalakan, raungan mesin Skyactiv-G terdengar padat, tapi tidak kasar. Pada putaran idle, suara knalpotnya memiliki karakter garang, cukup memberi isyarat mobil ini punya napas lebih panjang dari versi standar.

Transmisi diposisikan ke D. Perjalanan menuju Bandung dimulai dari pelataran parkir IDN HQ, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan melalui Tol Dalam Kota.

Di mode Normal, Mazda CX-3 Pro AutoExe menunjukkan sisi santunnya. Akselerasi terasa halus saat melewati Jalan Tol Layang MBZ. perpindahan gigi nyaris tak terasa, distribusi tenaga linear, bantingan suspensi masih dalam taraf nyaman, dan kabin tetap senyap. Ini sisi rasionalnya, cukup nyaman untuk digunakan harian.

Memasuki Tol Cipularang, kontur jalan mulai berubah. Tanjakan panjang, turunan, dan sedikit tikungan cepat, jadi panggung berikutnya. Mode Sport kemudian diaktifkan.

Karakter aslinya muncul saat mode ini dipilih. Transmisi menahan gigi lebih lama, jarum rpm naik lebih agresif, dan respons pedal gas menjadi lebih sigap. Yang tentu paling terasa, saat pedal diinjak lebih dalam untuk menyalip truk di jalur kanan, mobil melesat tanpa jeda berarti.

Di waktu yang sama, suara knalpot dari premier muffler terdengar lebih berisi, cukup membangkitkan adrenalin, namun tetap dalam batas elegan.

Paddle shift menambah sensasi kontrol, memungkinkan perpindahan gigi tanpa melepas tangan dari kemudi. Ini ternyata membantu menjaga putaran mesin tetap optimal selama berjalan di tol. Rasanya mekanikal dan intim, bak bermain video game.

Saat deselerasi di turunan curam hingga sedikit menikung, pengereman terasa stabil. Sistem G-Vectoring Control Plus bekerja halus mendistribusikan bobot. roda depan mobil tetap memiliki traksi optimal, bahkan saat manuver mendadak kembali dilakukan.

Suspensi MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang cenderung firm, terutama di jalan beton bergelombang. Karakter ini terasa rigid, tapi mendukung pengendalian yang presisi. Stabilitas ini memberi rasa percaya diri lebih saat kecepatan meningkat.

Ground clearance 160 mm masih cukup aman untuk melewati jalur Jakarta sampai Bandung. Dimensi panjang 4.275 mm menjadikan Mazda CX-3 Pro AutoExe juga lincah bermanuver, baik di jalanan bebas hambatan maupun lalu lintas padat kota.

2. Menikmati interior yang driver-oriented dan berkualitas

Screenshot 2026-02-25 at 12.52.51.png
Mazda CX-3 Pro AutoExe diposisikan sebagai varian paling berorientasi performa di lininya. (IDN Times/Ilyas Mujib)

Selepas menempuh perjalanan cukup panjang, tubuh tak cepat menyerah. Posisi duduk rendah dengan jok ergonomis membuat punggung serta paha tertopang dengan baik, sehingga rasa lelah tak mudah datang meski mobil dipacu ratusan kilometer.

Atmosfer kabinnya terasa intim dengan interior driver-oriented khas Mazda. Mobil ini menghadirkan sensasi sporty tanpa harus berteriak lewat desain yang berlebihan.

Kemudi dengan pengaturan tilt dan telescopic memudahkan menemukan posisi berkendara paling pas. Begitu posisi ideal didapat, visibilitas ke depan tetap bisa fokus.

Head-Up Display menampilkan informasi penting tepat di garis pandang, sehingga perhatian tetap terjaga di jalan. Sementara, Radar Cruise Control dan Lane Keep Assist bekerja dengan pendekatan yang halus, membantu tanpa terasa menggurui.

Sistem hiburan yang terintegrasi dalam Mazda Connect tampil melalui layar 8 inci dan dikendalikan lewat Command Dial di konsol tengah. Awalnya mungkin terasa berbeda dibanding layar sentuh konvensional, tetapi setelah beberapa waktu, pengoperasiannya terasa intuitif dan minim distraksi saat mobil melaju.

Untuk urusan audio, sistem premium JBL menyuguhkan karakter suara bersih dan detail. Denting instrumen dan vokal terdengar terpisah dengan baik, ditopang peredaman kabin yang efektif mereduksi suara luar. Hasilnya, suasana di dalam mobil tetap nyaman, baik saat berbincang maupun menikmati musik favorit.

Kelengkapan fitur turut mempertegas statusnya sebagai SUV premium. Sunroof elektrik memberi tambahan rasa lapang, automatic climate control AC menjaga suhu kabin tetap stabil, sementara electronic parking brake dengan auto hold memudahkan saat menghadapi kemacetan atau tanjakan.

Power liftgate pun menjadi sentuhan praktis yang terasa relevan dalam penggunaan sehari-hari. Semua berpadu menghadirkan kenyamanan yang tidak berlebihan, tetapi terasa matang dan fungsional untuk SUV di kelas Rp500 jutaan ini.

3. Konsumsi BBM dan filosofi fun-to-drive Mazda

Screenshot 2026-02-25 at 12.50.32.png
Mazda CX-3 Pro AutoExe diposisikan sebagai varian paling berorientasi performa di lininya. (IDN Times/Ilyas Mujib)

Setelah melahap rute Jakarta–Bandung–Jakarta dengan kombinasi tol dan jalan kota, konsumsi bahan bakar berada di kisaran 9–12 km/liter. Angka tersebut memang bukan yang paling irit di kelasnya, namun sepadan dengan performa dan karakter berkendara yang ditawarkan.

CX-3 Pro AutoExe ternyata bukan sekadar SUV compact premium dengan bodykit tambahan semata. Lebih dari itu, terasa seperti epilog yang menyenangkan—mobil ini tidak hanya cepat, tetapi juga konsisten menjaga karakter.

Pengalaman di balik kemudi menginterpretasikan lebih tajam dari filosofi fun-to-drive Mazda dengan profil jelas: elegan, sporty, dan sangat berorientasi pada pengemudi.

Bagi pencinta SUV kompak premium yang mendambakan sensasi berkendara otentik, Mazda CX-3 Pro AutoExe menawarkan sesuatu yang spesial: Koneksi nyata antara mobil dan pengemudi.

Di situlah letak daya pikat utamanya. Bukan semata soal fitur atau angka performa, melainkan pengalaman menyeluruh yang membuat pengemudi merasa benar-benar menjadi bagian dari mobil. Dengan karakter seperti itu, SUV di kelas Rp500 jutaan ini jelas bukan pilihan yang mudah untuk diabaikan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Automotive

See More