Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Produk Unggulan Ekspor Indonesia ke Venezuela: Kendaraan hingga Tisu

10 Produk Unggulan Ekspor Indonesia ke Venezuela: Kendaraan hingga Tisu
ilustrasi ekspor dan impor (pexels.com/Tom Fisk)
Intinya sih...
  • Hubungan dagang Indonesia dan Venezuela masih mencatat surplus perdagangan sebesar 54,6 juta dolar AS atau sekitar Rp916 miliar.
  • Ketidakpastian politik Venezuela dinilai berdampak terbatas pada ekspor RI karena produk unggulan Indonesia ke Venezuela sebagian besar merupakan barang kebutuhan dan produk industri.
  • Produk unggulan ekspor Indonesia ke Venezuela didominasi oleh kendaraan bermotor, sabun, benang poliester, dan produk tekstil dengan nilai tambah cukup tinggi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Venezuela masih menjadi salah satu mitra dagang Indonesia di kawasan Amerika Latin, meski situasi politik dan keamanan negara tersebut tengah memanas. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melakukan operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada awal Januari 2026. Peristiwa ini memicu kekhawatiran global terkait stabilitas ekonomi Venezuela dan dampaknya terhadap arus perdagangan internasional.

Bagi Indonesia, Venezuela tetap memiliki arti strategis sebagai pasar ekspor nontradisional. Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan, nilai ekspor Indonesia ke Venezuela sepanjang 2025 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus perdagangan yang cukup besar. Kondisi ini menandakan produk unggulan ekspor Indonesia ke Venezuela masih memiliki daya saing, meski dibayangi ketidakpastian geopolitik.

1. Hubungan dagang Indonesia dan Venezuela masih mencatat surplus

10 Produk Unggulan Ekspor Indonesia ke Venezuela: Kendaraan hingga Tisu
ilustrasi ekspor dan impor (pexels.com/Aan Amrin)

Di tengah dinamika politik global, hubungan perdagangan Indonesia dan Venezuela masih menunjukkan kinerja positif dalam angka. Sepanjang 2025, nilai ekspor Indonesia ke Venezuela tercatat mencapai 66,6 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp1,1 triliun. Capaian tersebut meningkat lebih dari 40,59 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan 2024, menandakan permintaan terhadap produk Indonesia masih relatif terjaga.

Sementara itu, nilai impor Indonesia dari Venezuela berada di level yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 14 juta dolar AS atau sekitar Rp234,6 miliar. Selisih antara ekspor dan impor tersebut membuat Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 54,6 juta dolar AS atau sekitar Rp916 miliar. Surplus ini melonjak hampir 91,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan dagang bilateral.

2. Ketidakpastian politik dinilai berdampak terbatas pada ekspor RI

10 Produk Unggulan Ekspor Indonesia ke Venezuela: Kendaraan hingga Tisu
ilustrasi ekspor dan impor (pexels.com/Thomas Parker)

Situasi politik Venezuela yang bergejolak memunculkan kekhawatiran akan melemahnya permintaan impor dalam jangka pendek. Tekanan inflasi dan kondisi sosial yang belum stabil berpotensi menekan daya beli masyarakat serta aktivitas industri. Kondisi ini membuat negara mitra dagang, termasuk Indonesia, perlu mencermati risiko lanjutan.

Meski demikian, para pengamat menilai dampaknya terhadap ekspor Indonesia tidak akan bersifat drastis. Produk unggulan ekspor Indonesia ke Venezuela sebagian besar merupakan barang kebutuhan, produk industri, dan manufaktur bernilai tambah yang telah memiliki pasar tersendiri. Selama gejolak tidak berkepanjangan, ekspor Indonesia diperkirakan tetap berjalan meski pertumbuhannya lebih moderat.

3. Sepuluh produk unggulan ekspor Indonesia ke Venezuela

10 Produk Unggulan Ekspor Indonesia ke Venezuela: Kendaraan hingga Tisu
ilustrasi ekspor dan impor (pexels.com/freestocks.org)

Produk Unggulan Ekspor Indonesia ke Venezuela didominasi oleh barang manufaktur dan hasil industri pengolahan dengan nilai tambah cukup tinggi. Berdasarkan data Kemendag sepanjang Januari–November 2025, sejumlah komoditas Indonesia masih menjadi andalan di pasar Venezuela meski kondisi ekonomi dan politik negara tersebut tengah bergejolak.

Keberagaman produk ini menunjukkan daya saing Indonesia yang tidak hanya bergantung pada satu sektor. Berikut 10 produk unggulan ekspor Indonesia ke Venezuela berdasarkan nilai ekspor:

  1. Kendaraan bermotor bensin berkapasitas 1.000–1.500 cc dengan nilai ekspor sekitar 52,3 juta dolar AS atau sekitar Rp877,3 miliar
  2. Sabun dan produk aktif permukaan organik untuk mandi, termasuk produk medis, senilai 8,06 juta dolar AS atau sekitar Rp135,1 miliar
  3. Benang dari serat stapel poliester campuran kapas dengan nilai 3,7 juta dolar AS atau sekitar Rp62 miliar
  4. Sabun dan produk pembersih nonmandi senilai sekitar 3,1 juta dolar AS atau sekitar Rp52 miliar
  5. Tisu dan produk sanitasi berbahan serat selulosa dengan nilai ekspor 1,9 juta dolar AS atau sekitar Rp31,9 miliar
  6. Kaos, singlet, dan rompi rajut dari katun senilai sekitar 777 ribu dolar AS atau sekitar Rp13 miliar
  7. Kertas tahan minyak (greaseproof paper) dengan nilai 417 ribu dolar AS atau sekitar Rp7 miliar
  8. Insektisida siap pakai senilai 387 ribu dolar AS atau sekitar Rp6,5 miliar
  9. Bagian dan komponen baterai listrik (aki) dengan nilai 367 ribu dolar AS atau sekitar Rp6,1 miliar
  10. Produk campuran lemak dan minyak yang dapat dimakan senilai sekitar 361 ribu dolar AS atau sekitar Rp6 miliar

Melihat komposisi tersebut, sektor otomotif masih menjadi tulang punggung utama ekspor Indonesia ke Venezuela. Namun, kontribusi produk tekstil, kertas, dan barang konsumsi juga memperlihatkan potensi diversifikasi pasar. Hal ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga kesinambungan perdagangan di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, kinerja produk unggulan ekspor Indonesia ke Venezuela akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi dan politik negara tersebut. Meski berpotensi menghadapi tekanan permintaan, posisi Indonesia masih relatif kuat berkat dominasi produk bernilai tambah dan surplus perdagangan yang besar. Dengan strategi diversifikasi pasar dan penguatan industri pengolahan, ekspor Indonesia ke Venezuela tetap memiliki peluang untuk bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Orang Terkaya Afrika Peringatkan Harga BBM di Nigeria Akan Melonjak

11 Jan 2026, 00:30 WIBBusiness