ilustrasi pesawat terbang (unsplash.com/Artturi Jalli)
Bicara bahan bakar pesawat, satu nama yang sudah sangat familiar di telinga banyak orang adalah avtur. Jenis bahan bakar ini memang digunakan mayoritas pesawat komersial di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Buat yang belum tahu, avtur sendiri adalah singkatan dari Aviation Turbine Fuel. Jenis bahan bakar ini digunakan untuk pesawat dengan mesin turbin atau jet.
Pada sumbernya, avtur berasal dari hasil penyulingan minyak bumi yang dibuat menjadi produk bahan bakar. Setelah disuling, avtur diolah lagi bersama tambahan aditif seperti antioksidan dan bahan kimia lain untuk memenuhi standar kualitas dan keselamatan yang diperlukan.
Nah, avtur juga terbagi menjadi beberapa jenis yang umum digunakan di dunia penerbangan. Berikut di antaranya:
Jet A-1
Jet A-1 menjadi jenis avtur yang paling banyak digunakan secara global. Bahan bakar ini memiliki titik beku rendah mencapai -47°C. Karakteristik tersebut membuatnya cocok untuk penerbangan jarak jauh di ketinggian yang memiliki suhu ekstrem. Stabilitas dan tingkat keamanan yang dimiliki membuat jenis ini menjadi pilihan utama maskapai penerbangan komersial.
Jet A
Berikutnya ada Jet A. Karakteristiknya mirip dengan Jet A-1, namun titik bekunya sedikit lebih tinggi, yaitu sekitar -40°C. Penggunaannya lebih sering untuk pesawat latih atau pesawat yang tidak terbang terlalu tinggi.
Jet B
Lanjut, ada Jet B. Karakteristiknya lebih ringan, sehingga cocok dipakai di wilayah dengan suhu ekstrem. Kemudian, jenis ini juga memiliki flammability tinggi dan memerlukan penanganan yang ekstra dalam penyimpanan maupun distribusinya.
Avtur untuk militer
Selain penggunaan sipil atau komersial, avtur juga memiliki sub-jenis khusus untuk pesawat militer. Jenis ini biasanya memakai simbol JP (Jet Propellant). Contohnya seperti JP-4 dengan spesifikasi titik beku rendah, JP-5 berwarna kuning dengan titik beku -46°C hingga JP-8 yang menjadi varian paling umum di berbagai negara.