Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Kunci Menemukan Peluang Bisnis di Daerah

4 Kunci Menemukan Peluang Bisnis di Daerah
Corporate Strategy StickEarn Group, Rea Qinthara dalam sesi Unlocking Growth in Second-Tier Cities through Market Strategy and Local Demands pada Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Shera Amalia)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Rea Qinthara menekankan pentingnya menghapus asumsi saat membangun bisnis di kota tier dua karena setiap daerah punya karakter dan kebutuhan berbeda.
  • Ia menyarankan untuk memahami komunitas lokal terlebih dahulu agar inisiatif yang dibangun sesuai dengan ekosistem yang sudah ada.
  • Rea juga menyoroti perlunya menguji ide serta menemukan keseimbangan antara kemampuan diri dan kebutuhan lokal guna membuka peluang baru tanpa bersaing di pasar padat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Corporate Strategy StickEarn Group, Rea Qinthara, mengungkapkan empat hal yang perlu diperhatikan sebelum membangun bisnis, komunitas, maupun inisiatif lainnya di kota tier dua.

Dalam sesi Unlocking Growth in Second-Tier Cities through Market Strategy and Local Demands pada Indonesia Summit 2026, Rea mengatakan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghilangkan asumsi terhadap daerah yang menjadi tujuan.

"Yang pertama, tentunya kita gak boleh berasumsi," kata Rea, Rabu (17/6/2026).

Menurut Rea, banyak orang datang ke daerah dengan membawa pengalaman dan sudut pandang dari kota besar, sehingga menganggap pendekatan yang sama dapat diterapkan di wilayah lain. Padahal, setiap daerah memiliki karakteristik, kebutuhan, dan tantangan yang berbeda.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah menemukan komunitas yang tepat. Rea menilai seseorang perlu memahami orang-orang dan ekosistem yang telah berkembang di daerah tersebut sebelum membangun sesuatu.

"Dan yang kedua adalah community, jadi dengan finding the right community, ini community dulu, bukan community jadi dulu ya, orang-orang yang tepat, the right person untuk ketemu," ujarnya.

Selain itu, Rea menekankan pentingnya menguji ide atau hipotesis sebelum menjalankan suatu inisiatif. Menurutnya, seseorang tidak boleh terburu-buru menawarkan solusi tanpa memastikan kebutuhan yang ada di lapangan.

"Jadi jangan jump into solution," katanya.

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah memahami kebutuhan lokal yang belum terpenuhi. Rea mengatakan seseorang perlu menemukan titik temu antara kemampuan yang dimiliki dengan kebutuhan masyarakat setempat.

"Kita harus temuin sweet spot between our strength, our capabilities and also the unmet local needs, jadi kita gak bertempur dalam market yang udah terlalu banyak pemainnya juga," ujarnya.

Menurut Rea, pendekatan tersebut dapat membantu menemukan peluang baru di kota tier dua, tanpa harus bersaing di pasar yang sudah terlalu padat. Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan di setiap daerah bisa berbeda, sehingga riset menjadi langkah penting sebelum memulai suatu inisiatif.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More