ilustrasi belanja online (pexels.com/cottonbro studio)
Standar penampilan di media sosial dapat berubah dengan sangat cepat. Produk yang dulu dipuji sebagai kunci kulit glowing bisa tergeser oleh tren bahan aktif lain, sementara tren makeup atau bentuk alis yang populer beberapa bulan lalu mulai dianggap ketinggalan zaman. Brand dapat mengikuti perubahan ini melalui peluncuran produk, campaign tren terbaru, atau konten yang menonjolkan hal-hal yang sedang hype. Bagi konsumen yang merasa harus selalu mengikuti perkembangan zaman, pergantian tren bisa menciptakan kesan bahwa barang yang dimiliki sudah tidak lagi relevan meskipun masih berfungsi dan masih disukai.
Seseorang membeli produk untuk mengikuti tren tertentu, kemudian menemukan tren lain yang membuat hasil belanjaan sebelumnya terlihat kurang menarik. Ia kembali mengeluarkan uang bukan karena produk lama sudah habis atau tidak cocok, melainkan karena takut penampilannya dianggap out of date. Tentu tidak ada salahnya mencoba gaya baru jika memang tertarik. Namun, ketika setiap tren baru membuat seseorang merasa penampilannya ketinggalan zaman, brand tidak lagi sekadar menawarkan pilihan; perubahan standar itu ikut menciptakan alasan baru untuk konsumen berbelanja.
Membeli produk perawatan, berdandan, atau mengikuti tren bukan berarti seseorang pasti terjebak dalam pemasaran yang mengeksploitasi rasa insecure. Cari tahu manfaat dan keterbatasannya, lalu pertimbangkan apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu tetap bisa merawat diri dan bereksperimen dengan penampilan tanpa harus menganggap setiap noda kulit, bentuk tubuh, atau gaya yang berbeda sebagai kekurangan.