Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sektor Industri Jerman Kehilangan Hampir 500 Ribu Pekerja Sejak 2019

3 min read
Sektor Industri Jerman Kehilangan Hampir 500 Ribu Pekerja Sejak 2019
bendera Jerman (unsplash.com/Maheshkumar Painam)
  • Sektor industri Jerman kehilangan 496 ribu pekerja wajib jaminan sosial atau 7,1 persen pada akhir 2018–2025, sementara sektor jasa menambah lebih dari 2,2 juta pekerjaan.
  • Pemangkasan terbesar terjadi di otomotif, produk logam, dan teknik mesin; jika tenaga kerja temporer dihitung, total posisi industri yang hilang mencapai sekitar 628 ribu.
  • Sektor kesehatan, sosial, administrasi publik, dan teknologi informasi menyerap pekerja baru, tetapi penurunan industri melanda hampir semua negara bagian, terutama Jerman timur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sektor industri di Jerman kehilangan hampir setengah juta pekerja wajib jaminan sosial dalam kurun tujuh tahun antara akhir 2018 hingga akhir 2025. Hasil kajian lembaga riset ekonomi Jerman, ifo Dresden, yang dirilis pada Senin (19/10/2026) mencatat penurunan lapangan kerja industri sebesar 7,1 persen atau setara 496 ribu orang.

Dilansir Anadolu Agency, penurunan di sektor manufaktur tersebut berlangsung bersamaan dengan penambahan lebih dari 2,2 juta lapangan kerja di sektor jasa. Kondisi ini memperlihatkan pergeseran struktural perekonomian Jerman yang kian terakselerasi dari basis produksi industri ke sektor pelayanan.

  1. 1. Industri otomotif dan produk logam catat pemangkasan kerja terbanyak

    ilustrasi pabrik perakitan mobil
    ilustrasi pabrik perakitan mobil (pexels.com/Hyundai Motor Group)

    Tiga sektor manufaktur inti Jerman menyumbang sekitar 60 persen dari total penurunan lapangan kerja industri. Industri otomotif beserta pemasoknya memangkas 123.500 posisi atau merosot sebesar 13 persen. Sementara itu, produsen produk logam mengurangi 115.600 posisi dan sektor teknik mesin memangkas 64.500 posisi kerja.

    Sektor ketenagakerjaan temporer juga kehilangan 243 ribu pekerja yang banyak di antaranya bekerja di bidang manufaktur. Jika kelompok tenaga kerja temporer ini diperhitungkan ke dalam kalkulasi, industri Jerman sesungguhnya kehilangan sekitar 628 ribu posisi kerja.

    "Penyerapan tenaga kerja menyusut di hampir semua sektor industri, yang kemungkinan merupakan akibat dari penurunan daya saing, terutama terhadap China," kata Direktur Pengelola ifo Dresden, Joachim Ragnitz. Dia menyatakan bahwa sektor-sektor inti tradisional seperti otomotif dan teknik mesin terkena dampak paling parah.

  2. 2. Sektor jasa dan bidang teknologi catat lonjakan pekerja baru

    ilustrasi petugas kesehatan
    ilustrasi petugas kesehatan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Berbeda dari sektor industri, sektor jasa di Jerman mencatatkan penyerapan tenaga kerja yang tinggi berkat faktor demografi. Bidang layanan kesehatan menyerap 391 ribu posisi baru, sementara bidang pelayanan sosial termasuk fasilitas panti jompo menambah 357 ribu pekerja. Penuaan populasi penduduk Jerman menjadi penyebab utama peningkatan kebutuhan tenaga kerja di kedua sektor layanan tersebut.

    Jumlah pekerja wajib jaminan sosial di sektor administrasi publik bertambah 329 ribu orang, sebagian disebabkan posisi pegawai negeri yang pensiun dialihkan kepada karyawan biasa. Di lingkup penyedia jasa swasta, perusahaan teknologi informasi mencatatkan pertumbuhan ketenagakerjaan paling pesat.

    Pergeseran ini turut mengubah komposisi keahlian, saat pekerja dengan kualifikasi pelatihan vokasi turun 252 ribu orang dan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi bertambah 1,8 juta orang. Kondisi ini menyoroti risiko ketidakcocokan kualifikasi dan kebutuhan regional antara pasokan dengan permintaan tenaga kerja. "Pekerjaan-pekerjaan baru sebagian besar tidak tercipta di sektor tempat Jerman sangat produktif dan inovatif. Hal itu dapat memperlambat potensi pertumbuhan kita di masa depan," ujar Ragnitz.

  3. 3. Penurunan industri melanda hampir seluruh negara bagian

    ilustrasi pabrik perakitan mobil
    ilustrasi pabrik perakitan mobil (unsplash.com/carlos aranda)

    Dampak penyusutan industri dirasakan oleh seluruh negara bagian di Jerman, dengan Hamburg sebagai satu-satunya wilayah pengecualian. Penurunan di Jerman timur tercatat lebih curam hingga 8,4 persen dibandingkan wilayah barat yang mencatat penurunan 6,8 persen. Di wilayah timur, penambahan tenaga kerja di industri otomotif hanya terjadi di Brandenburg berkat kehadiran pabrik Tesla di Grünheide.

    Wilayah Thuringia dan Saxony-Anhalt bahkan mencatat penurunan pada jumlah penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan. Riset ifo Dresden ini mengolah data statistik Badan Ketenagakerjaan Federal Jerman yang menghitung seluruh pekerja terdaftar jaminan sosial per 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2025. Penghitungan ini tidak mencakup kelompok pekerja mandiri, pegawai negeri sipil, serta pekerja berpenghasilan rendah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More