Jakarta, IDN Times - Bank Dunia memproyeksikan sebanyak 64,2 persen penduduk Indonesia belum mampu mencapai standar hidup layak untuk kategori negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle-income) pada 2026 mendatang.
Hal itu berdasarkan The Macro Poverty Outlook Bank Dunia Edisi April 2026. Angka tersebut mengacu pada ambang batas pengeluaran sebesar 8,30 dolar AS Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity/PPP) per hari.
Meski tidak mengindikasikan kemiskinan ekstrem, laporan itu memperlihatkan mayoritas masyarakat Indonesia, khususnya kelompok rentan dan kelas menengah masih membentang jarak yang cukup jauh untuk meraih ketahanan ekonomi yang benar-benar mapan.
