Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Rangkaian KRL buatan PT INKA Masuk Bengkel

7 Rangkaian KRL buatan PT INKA Masuk Bengkel
KRL buatan PT INKA (Persero). (dok. KAI Commuter)
  • Tujuh rangkaian KRL buatan PT INKA menjalani perawatan intensif setelah insiden anjlok di jalur 9 Stasiun Jakarta Kota pada 4 September 2026.
  • Perawatan memicu pembatalan 17 perjalanan, sehingga layanan Commuter Line Jabodetabek berkurang dari 1.065 menjadi 1.048 perjalanan per hari.
  • Dari 16 rangkaian pesanan KCI, tujuh telah beroperasi dan sembilan masih dikirim; INKA mengerahkan tim untuk memeriksa bogie, propulsi, serta komponen keselamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebanyak tujuh rangkaian kereta rel listrik (KRL) buatan PT INKA (Persero) yang sebelumnya sudah dioperasikan KAI Commuter atau KCI harus melalui perawatan intensif. Perawatan itu dilakukan usai insiden anjloknya KRL buatan INKA di jalur 9 Stasiun Jakarta Kota pada Jumat, (4/9/2026) lalu.

“Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL yang ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dikutip Selasa (8/9/2026).

  1. 1. Sebanyak 17 perjalanan KRL dibatalkan

    7 Rangkaian KRL buatan PT INKA Masuk Bengkel
    KRL buatan PT INKA (Persero). (dok. KAI Commuter)

    Akibat perawatan itu, KCI harus membatalkan 17 perjalanan KRL Commuter Line. Totalnya, ada tujuh perjalanan dari Bogor/Cilebut/Depok menuju Manggarai/Jakarta Kota yang dibatalkan; dan lima perjalanan dari Jakarta Kota menuju Bogor pada pagi hari; serta terdapat dua perjalanan dari Manggarai menuju Bogor; dan tiga perjalanan dari Bogor pada sore hari.

    Dengan adanya penyesuaian jadwal keberangkatan tersebut, KAI Commuter mulai hari ini mengoperasikan sebanyak 1.048 perjalanan di seluruh lintas Commuter Line Jabodetabek, dari sebelumnya sebanyak 1.065 perjalanan per hari.

  2. 2. Masih ada 9 rangkaian KRL buatan PT INKA yang belum dioperasikan KCI

    7 Rangkaian KRL buatan PT INKA Masuk Bengkel
    KRL buatan PT INKA (Persero). (dok. KAI Commuter)

    Secara total, KCI memesan 16 rangkaian KRL dari PT INKA. Namun, baru tujuh rangkaian yang sudah dioperasikan, dan sembilan rangkaian lainnya belum beroperasi serta masih dalam proses pengiriman.

    Karina menuturkan, sarana KRL yang biasa digunakan pengguna setiap hari untuk mobilitas, harus dilakukan perawatan demi mengoptimalkan layanan, di samping juga sebagai komitmen KAI Commuter atas keselamatan dan keamanan perjalanan pengguna Commuter Line.

    “Kami memahami pasti akan ada ketidaknyamanan bagi para pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar Karina.

    Dia mengimbau kepada para pengguna untuk dapat kembali menyesuaikan jadwal perjalanannya karena penyesuaian perjalanan tersebut.

    ”KAI Commuter akan terus menginfokan secara berkala terkait jadwal dan operasional Commuter Line melalui pengumuman informasi di Stasiun, di atas kereta, aplikasi C-Access, maupun melalui kanal media sosial resmi KAI Commuter,” tutur Karina.

  3. 3. INKA kerahkan tim engineering

    PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan pemeliharaan 31 rangkain kereta (trainset) LRT Jabodebek. (dok. LRT Jabodebek)
    PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan pemeliharaan 31 rangkain kereta (trainset) LRT Jabodebek. (dok. LRT Jabodebek)

    Dalam kesempatan itu, Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA, Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan, pihaknya mulai melaksanakan General Check Up terhadap rangkaian KRL seri iE305.

    Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan seluruh komponen bekerja dengan baik, termasuk sistem bogie, sistem propulsi, serta seluruh komponen yang berkaitan dengan aspek keselamatan perjalanan.

    "Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah terjun langsung bersama tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfungsi optimal,” ucap Nanang.

    Nanang memastikan pihaknya bertanggung jawab untuk terus menjaga kualitas dan keandalan produk yang digunakan dalam layanan Commuter Line.

    "Bagi kami, ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai manufaktur dan sinergi dalam ekosistem perkeretaapian. Tentunya dengan tujuan meningkatkan kualitas produk demi kenyamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line," ujar Nanang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More