8.389 Orang Kena PHK di Kuartal I-2026, Jabar Sumbang Angka Terbanyak

- Kemnaker mencatat 8.389 pekerja terkena PHK sepanjang Januari–Maret 2026, dengan tren penurunan kasus dari 4.590 di Januari menjadi 526 di Maret.
- Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi mencapai 1.721 kasus atau sekitar 20,51 persen dari total nasional.
- Lima provinsi dengan PHK terbanyak adalah Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Banten, dan Jawa Timur yang bersama-sama menyumbang ribuan kasus di kuartal I-2026.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 8.389 pekerja menderita pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang periode Januari hingga Maret 2026 atau kuarta I tahun ini.
Mengutip data Kemnaker, dari jumlah tersebut, Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi. Provinsi ini menyumbang sekitar 20,51 persen dari total kasus yang tercatat.
1. Perkembangan kasus PHK dari Januari hingga Maret

Pada Januari, tercatat sebanyak 4.590 kasus PHK terjadi. Angka tersebut kemudian menurun pada Februari menjadi 3.273 kasus.
Tren penurunan terus berlanjut pada Maret dengan jumlah sebanyak 526 kasus.
2. Provinsi dengan kasus PHK terbanyak di Indonesia

Data terbaru menunjukkan lima provinsi dengan kasus PHK terbanyak selama periode Januari hingga Maret 2026. Jawa Barat menempati posisi teratas dengan 1.721 kasus.
Provinsi Kalimantan Selatan berada di urutan kedua dengan 1.071 kasus, disusul oleh Kalimantan Timur dengan 915 kasus. Kemudian Banten melaporkan 707 kasus, dan Jawa Timur melengkapi lima besar dengan 649 kasus.
3. Sebaran kasus PHK di 34 provinsi sejak Januari-Maret 2026

PHK terjadi di 34 provinsi di Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
1. Aceh: 28 kasus
2. Bali: 40 kasus
3. Banten: 707 kasus
4. Bengkulu: 18 kasus
5. D.I Yogyakara: 90 kasus
6. DKI Jakarta: 554 kasus
7. Gorontalo: 2 kasus
8. Jambi: 158 kasus
9. Jawa Barat: 1.721 kasus
10. Jawa Tengah: 558 kasus
11. Jawa Timur: 649 kasus
12. Kalimantan Barat: 124 kasus
13. Kalimantan Selatan: 1.071 kasus
14. Kalimantan Tengah: 99 kasus
15. Kalimantan Timur: 915 kasus
16. Kalimantan Utara: 101 kasus
17. Kepulauan Bangka Belitung: 38 kasus
18. Kepulauan Riau: 66 kasus
19. Lampung: 43 kasus
20. Maluku: 6 kasus
21. Maluku Utara: 5 kasus
22. Nusa Tenggara Barat: 23 kasus
23. Nusa Tenggara Timur: 14 kasus
24. Papua: 18 kasus
25. Papua Barat: 6 kasus
26. Riau: 152 kasus
27. Sulawesi Barat: 12 kasus
28. Sulawesi Selatan: 187 kasus
29. Sulawesi Tengah: 125 kasus
30. Sulawesi Tenggara: 113 kasus
31. Sulawesi Utara: 19 kasus
32. Sumatra Barat: 64 kasus
33. Sumatra Selatan: 495 kasus
34. Sumatra Utara: 168 kasus


















