Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Airlangga Sebut Peluang Resesi RI di Bawah 5 Persen

Airlangga Sebut Peluang Resesi RI di Bawah 5 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Kick Off PINISI di Gedung Bank Indonesia. (IDN Times/Triyan).
Intinya Sih
  • Airlangga Hartarto menyebut peluang resesi Indonesia di bawah 5 persen, lebih rendah dibanding negara maju meski ekonomi global masih diliputi ketidakpastian dan konflik geopolitik.
  • Fundamental ekonomi nasional dinilai kuat dengan pertumbuhan 5,11 persen tahun lalu dan target 5,4 persen tahun ini, didukung inflasi terkendali serta konsumsi rumah tangga yang stabil.
  • Lembaga internasional seperti IMF dan ADB memberi penilaian positif terhadap ekonomi Indonesia, sementara FTSE Russell mempertahankan status pasar modal RI di luar daftar pengawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan probabilitas resesi Indonesia tetap rendah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih dipengaruhi konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.

"Lembaga internasional memperkirakan peluang resesi Indonesia berada di bawah 5 persen, lebih rendah dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada," kata Airlangga dalam Kick Off PINISI di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026).

1. Fundamental ekonomi RI ditopang oleh faktor domestik

Airlangga Sebut Peluang Resesi RI di Bawah 5 Persen
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Menurutnya, fundamental ekonomi nasional masih kuat dan ditopang oleh faktor domestik, sehingga pertumbuhan ekonomi tahun lalu mencapai 5,11 persen. Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.

"Pada kuartal I, pertumbuhan bahkan diperkirakan dapat mencapai 5,5 persen atau lebih. Dari sisi stabilitas harga, inflasi berada di level 3,48 persen, meskipun dipengaruhi oleh basis rendah pada tahun sebelumnya akibat program diskon listrik," ujarnya.

2. Konsumsi rumah tangga masih jadi penopang utama ekonomi

Airlangga Sebut Peluang Resesi RI di Bawah 5 Persen
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Sementara itu, indeks keyakinan konsumen masih tinggi di angka 122,9, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Kinerja sektor eksternal juga menunjukkan ketahanan, dengan neraca perdagangan mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut.

"Di sisi domestik, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio perdagangan eksternal juga terjaga di kisaran 42 persen terhadap PDB," tuturnya.

Laju utang luar negeri Indonesia tercatat relatif rendah, yaitu 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) didominasi investor domestik sebesar 87,4 persen, sehingga ketergantungan terhadap investor asing tetap terbatas.

3. Lembaga internasional beri penilaian positif ekonomi Indonesia

Airlangga Sebut Peluang Resesi RI di Bawah 5 Persen
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Berbagai lembaga internasional turut memberikan penilaian positif. Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut Indonesia sebagai salah satu titik terang di Asia, sementara lembaga lain seperti ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen.

"FTSE Russell juga mempertahankan status pasar modal Indonesia di luar daftar pengawasan, sejajar dengan negara seperti China dan India," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More