Bantah Resesi, Purbaya Lapor Prabowo Banyak Kabar Miring di TikTok

- Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kepada Presiden Prabowo bahwa ekonomi Indonesia tidak menuju resesi, justru menunjukkan akselerasi kuat berdasarkan data Mandiri Spending Index di level 360,7.
- Sektor otomotif tumbuh 12,2 persen dan ritel naik 6,9 persen pada Februari 2026, menandakan pemulihan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sempat negatif.
- Indeks Keyakinan Konsumen mencapai 125,2, mencerminkan daya beli masyarakat membaik; pemerintah tetap waspada terhadap harga minyak global namun optimis menghadapi dampaknya.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu miring soal kondisi ekonomi nasional yang disebut-sebut sedang menuju resesi. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Purbaya menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, indikator ekonomi saat ini justru menunjukkan akselerasi yang kuat.
Dia menyayangkan adanya opini dari sejumlah pengamat yang menyebut ekonomi Indonesia tinggal menunggu kehancuran. Padahal, data Mandiri Spending Index (MSI) yang berada di level 360,7 menunjukkan tren pertumbuhan yang nyata.
"Katanya kita sudah resesi Pak. Ekonom, ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi tinggal hancurnya," kata Purbaya, Jumat (13/3/2026).
Purbaya juga memaparkan geliat di sektor otomotif yang kini tumbuh 12,2 persen pada Februari 2026, berbanding terbalik dengan tahun lalu yang sempat negatif. Menurutnya, kondisi itu jauh dari tudingan yang ramai dibicarakan di media sosial TikTok.
"Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit kata ekonom-ekonom di luar itu Pak, di TikTok banyak yang ngomong gitu," tuturnya.
Selain otomotif, sektor ritel juga melonjak hingga ke level 6,9 persen atau jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Purbaya menilai kebijakan yang diambil Prabowo telah berhasil membangkitkan ekonomi nasional. Hal itu diperkuat dengan Indeks Keyakinan Konsumen yang menyentuh angka 125,2.
"Artinya, daya beli masyarakat betul-betul membaik. Banyak orang bilang katanya daya beli masyarakat terpukul. Ya, kalau yang lagi susah ya susah tetep, tapi kan kita ngelihat keadaan umum," paparnya.
Terkait fluktuasi harga minyak global, Purbaya mengakui, pemerintah tetap waspada namun tetap optimistis. Dia meyakini Indonesia memiliki pengalaman kuat dalam mengendalikan dampak kenaikan harga komoditas global.
"Jadi kita enggak usah takut Pak. Jadi yang analis-analis yang di TikTok, di YouTube yang bilang kita hancur, itu sama sekali enggak pernah ngelihat data Pak. Keadaannya seperti ini Pak," kata Purbaya.


















