Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Bahlil meminta Danantara tidak terpengaruh lobi untuk menurunkan harga jual listrik Indonesia.

  • Ekspor listrik memungkinkan jika calon pembeli mengikuti harga yang ditetapkan Indonesia.

  • Kebutuhan listrik dalam negeri diprioritaskan, sementara izin ekspor berada di Kementerian ESDM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (2/11/2026)

Bahlil menyampaikan bahwa perdagangan listrik harus saling menguntungkan dan harga jual mengikuti perhitungan Kementerian ESDM. Ia juga menegaskan Danantara tidak boleh menerima lobi terkait harga dan izin ekspor listrik.

dalam waktu dekat

Indonesia belum bisa mengekspor listrik karena masih membutuhkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bahlil meminta Danantara tidak terpengaruh lobi terkait harga dan rencana ekspor listrik Indonesia.
  • Who?
    Bahlil Lahadalia, Danantara, Kementerian ESDM, serta calon pembeli listrik dari negara lain.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dan dalam Minerba Convex.
  • When?
    Senin (2/11/2026).
  • Why?
    Harga jual listrik harus mengikuti perhitungan Kementerian ESDM, menguntungkan kedua pihak, dan tidak mengurangi pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
  • How?
    Ekspor dilakukan jika calon pembeli mengikuti harga Indonesia. Jika tidak tercapai kesepakatan, listrik diprioritaskan untuk kebutuhan domestik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bahlil meminta Danantara tidak mengikuti lobi agar harga listrik Indonesia turun. Ia ingin harga listrik dihitung oleh Kementerian ESDM dan menguntungkan kedua negara. Ekspor listrik ke Singapura bisa dilakukan jika harganya cocok. Kalau tidak cocok, listrik dipakai untuk kebutuhan orang-orang di Indonesia. Izin ekspor juga ada di ESDM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perhitungan harga oleh Kementerian ESDM dan prioritas terhadap kebutuhan domestik menunjukkan adanya dasar dalam rencana perdagangan listrik. Ekspor tetap terbuka selama harga sesuai dan memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Sikap ini juga menempatkan kewenangan izin pada lembaga yang disebut berwenang, yaitu Kementerian ESDM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tidak terpengaruh lobi-lobi terkait rencana ekspor listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu ingin harga jual listrik tetap mengikuti perhitungan yang telah disusun Kementerian ESDM. Bahlil mengatakan, perdagangan listrik dengan negara lain harus memberikan keuntungan bagi kedua pihak.

"Menyangkut dengan ekspor listrik kita, saya katakan bahwa yang pertama, kita memperhatikan harus saling menguntungkan. Kalau harganya belum cocok, kita nggak bisa," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026).

1. Bahlil tak ingin harga ekspor listrik turun karena lobi

ilustrasi tiang listrik, energi (magnific.com/evening_tao)

Bahlil meminta Danantara tidak mengikuti permintaan pihak lain yang ingin menurunkan harga jual listrik Indonesia. Sebab, Kementerian ESDM telah menghitung harga dan menyampaikan proposal kepada pihak terkait.

"Karena itu saya minta untuk Danantara nggak boleh dilobi untuk mau mengikuti agar harga bisa turun, karena ESDM sudah membuat perhitungan harganya sesuai dengan apa yang sudah kita sampaikan proposalnya," ujar dia.

2. Ekspor listrik memungkinkan jika harga sesuai

gambar tiang-tiang pembangkit listrik (unsplash.com/@metelevan)

Meski demikian, Bahlil menyatakan ekspor listrik masih memungkinkan selama calon pembeli bersedia mengikuti harga yang ditetapkan Indonesia. Namun, jika kesepakatan harga tidak tercapai, pemerintah akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan listrik dalam negeri.

Rencana ekspor listrik tersebut merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Singapura. Kedua negara sebelumnya menyepakati pengembangan perdagangan listrik bersih lintas negara.

"Selama harganya cocok, ikuti harga kita, memungkinkan dong. Tetapi kalau harganya tidak cocok, kalau harganya tidak cocok, kami akan memprioritaskan untuk kebutuhan di dalam negeri. Dan kita harus memenuhi dulu apa yang menjadi kebutuhan kita di domestik," tuturnya.

3. Bahlil tegaskan izin ekspor listrik ada di Kementerian ESDM

Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (YouTube/Kementerian ESDM)

Bahlil sebelumnya mengatakan, Indonesia belum bisa mengekspor listrik dalam waktu dekat karena masih membutuhkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Dia juga menegaskan kewenangan pemberian izin ekspor listrik berada di Kementerian ESDM, bukan Danantara. Karena itu, Danantara tidak boleh menerima lobi yang dapat memengaruhi keputusan pemerintah terkait ekspor listrik.

"Saya sudah kasih tahu Danantara, jangan kau mau dilobi-lobi. Enggak ada, izin itu ada di ESDM, bukan Danantara. Kedaulatan negara saya dahulukan, wibawa negara saya mendahulukan, marwah negara adalah marwah 280 juta jiwa yang ada di bangsa ini," katanya dalam Minerba Convex, Senin (2/11/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article