Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tidak terpengaruh lobi-lobi terkait rencana ekspor listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu ingin harga jual listrik tetap mengikuti perhitungan yang telah disusun Kementerian ESDM. Bahlil mengatakan, perdagangan listrik dengan negara lain harus memberikan keuntungan bagi kedua pihak.
"Menyangkut dengan ekspor listrik kita, saya katakan bahwa yang pertama, kita memperhatikan harus saling menguntungkan. Kalau harganya belum cocok, kita nggak bisa," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026).